Raesa – 3 bulan

Raesa - jelang 3 bulan :)
Raesa – jelang 3 bulan 🙂

Ngga terasa sudah sampai di penghujung bulan Maret. Beberapa bulan terakhir ini saya memang benar-benar ngga sempat ngeblog atau sekedar BW mampir ke blog sahabat. Lanjut…penghujung Maret, berarti Raesa catikku sudah masuk umur 3 bulan di tanggal 31. Alhamdulillah, Raesa tumbuh dengan sehat, semakin lucu, makin pintar dan menggemaskan.

Berikut sekilas review pertumbuhan dan perkembangan Raesa sampai hari ini (3 bulan kurang 1 hari 😀 ) :

Lanjutkan membaca “Raesa – 3 bulan”

Stok ASI

Semoga stok selalu penuh :)
Semoga stok selalu penuh 🙂

Bisa menyusui dan memberkan ASI eksklusif untuk buah hati tercinta sampai enam bulan penuh adalah dambaan setiap ibu. Tapi tidak semua ibu bisa memenuhi harapan tersebut terutama untuk ibu yang juga bekerja. Itu sebabnya mempunyai stok ASI yang cukup adalah hal yang banyak diusahakan oleh para ibu yang juga bekerja tersebut. Demikian juga dengan saya.

Lanjutkan membaca “Stok ASI”

Keluarga Baru Kami – Raesa Adwa Nuryanto

Anggota keluarga baru kami :)
Anggota keluarga baru kami 🙂

Alhamdulilah, sekarang jumlah keluarga kecil kami sudah bertambah. Raesa Adwa Nuryanto, sudah benar-benar hadir. Anak ketiga yang sehat dan cantik. Raesa, begitu kami memanggil si bungsu ini, lahir di penghujung tahun, 31 Desember 2012 pada pukul 08.20 WIB dengan berat 3300 gram dan panjang 50 cm.

3 bidadariku
3 bidadariku

Persalinan

induksi pasca sesar - rully

Proses persalinan kali ini adalah yang terlama jika dibandingkan dengan persalinan anak pertama dan kedua. Pada saat kehamilan saya masuk ke umur 41 minggu, saya masih belum merasakan tanda-tanda kontraksi sedikitpun. Dengan pertimbangan riwayat melahirkan anak yang kedua, Kaira, saat itu juga ngga ada kontraksi alami lalu memutuskan untuk induksi agar bisa melahirkan normal. Saat melahirkan anak kedua itu saya berhasil dengan VBAC pertama yang saya harap bisa terulang di persalinan anak ketiga. Maka, saya, suami dan dokter sepakat untuk menentukan tanggal 28 Desember 2012 sore saya masuk rumah sakit untuk diinduksi.

Lanjutkan membaca “Keluarga Baru Kami – Raesa Adwa Nuryanto”

Mengungsi

Akan bertambahnya anggota keluarga membuat saya dan suami mempertimbangkan untuk merenovasi rumah, ya minimal bisa punya tambahan kamar lagi. Maklum kita selama ini tinggal di perumahan tipe kecil yang hanya punya dua kamar. Alhamdulillah kita masih punya space tanah di sebelah rumah meskipun kecil juga, jadi sebagian dari tanah di sebelah rumah itu yang kami dirikan bangunan tambahan.
Lanjutkan membaca “Mengungsi”

Cuti Melahirkan

Akhirnya cuti juga di usia kehamilan saya yang sekarang sudah masuk 40 minggu. Seharusnya sih bisa ngambil cuti lebih awal tapi ternyata sikon belum memungkinkan. Kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya, apalagi akhir tahun begini. Rasanya kerjaan ngga ada habisnya. Deadline semua pula.
Sebenarnya untuk masa cuti ini sudah ada orang yang menggantikan dari sebulan lalu tapi kemarin pengganti ini benar-benar recruit karyawan baru jadi bener-bener ngajarin dulu dari nol.
Okay, sementara lupain dulu tentang pekerjaan kantor dan fokus persiapan melahirkan nih. Berdasarkan perkiraan dokter seharusnya saya udah ngerasain kontraksi dalam usia 40 minggu ini. HPL atau hari perkiraan lahirnya tanggal 28 Desember dan itu katanya toleransi terakhir untuk nunggu mules atau kontraksi alaminya muncul. Kalau belum juga kontraksinya, pilihannya adalah induksi atau operasi sesar. Ya, saya memang punya riwayat operasi sesar saat anak pertama tapi anak kedua alhamdulillah bisa VBAC dengan jarak 18 bulan dan dengan diinduksi. Meskipun induksi katanya tidak disarankan bagi yang punya riwayat sesar apalagi dengan jarak kelahiran yang dekat.
Untuk anak ketiga ini, saya juga berharap bisa VBAC lagi dan bisa kontraksi alami. Masih tersisa 2.5 hari lagi untuk mengambil keputusan antara induksi atau operasi sesar.
Dokter bilang, semua kembali ke kemantapan hati saya dengan memaparkan kemungkinan-kemungkinannya. Seandainya saya tetap memilih diinduksi dengan harapan bisa melahirkan normal, maka yang dilakukan adalah induksi kecil karena saya ada riwayat operasi sesar dan dengan pemantauan yang kebih intensif.
Yaa Allah, semoga kemantapan hati ini ngga berubah untuk bisa VBAC lagi. Semoga semua prosesnya dilancarkan dan diberikan yang terbaik. Amien.
Cuti melahirkan untuk anak ketiga ini adalah yang paling mepet sama HPL, terhitung tanggal 26 Desember 2012 sampai 25 Maret 2013. Tinggal nunggu mules nih. Semoga segera. Bismillahirahmanirrahiim.

Oktober Ceria dan Penuh Syukur

Lama ngga ngeblog ngga terasa bulan Oktobernya juga sudah mau habis. Akhir-akhir ini saya memang sedang menikmati focus ke keluarga, pekerjaan dan kondisi kehamilan. Kalau pun ada waktu untuk nulis, akhirnya tulisan itu juga hanya masuk ke folder ‘draft’. Nah mumpung long week end dan anak-anak juga sudah bobok lebih awal karena ngga bobo siang, ditambah lagi Ayah sore tadi sudah berangkat pulkam, rasanya pengen cerita tentang keceriaan di bulan Oktober ini. Banyak hal yang sayang jika dilewatkan untuk diabadikan disini. Diantaranya yaitu tentang ulang tahun di pantai, tujuh bulanan dan Idul Adha 1433 H.
 

Ulang Tahun ke-32

Sudah semakin tua ya. 32 tahun. Masih sering ngga ngerasa kalau saya se’tua’ itu, hehehe. Bertambahnya usia kali ini saya merasa semakin bersyukur dengan semua yang diunugrahkan Allah. Betapa baiknya Allah sama saya. Alhamdulilllah. Suami yang begitu baiknya, anak-anak yang sehat dan pintar, keluarga yang selalu mencintai serta sahabat dan teman yang selalu ada dan memberi support. Semakin banyak cinta yang saya rasakan. Ditambah lagi kepercaan Allah untuk saya hamil lagi. Terima kasih yaaa Allah.

Tanggal 14 Oktober 2012, pas di hari Minggu. Rencana awalnya saya dan keluarga mau ke tempat temen Ayah di Cibubur. Sebenarnya sudah rencana seminggu sebelumnya tetapi diundur jadi minggu itu. Dan karena temen Ayah ternyata pas hari H ada acara lain jadi kita jalan ke tempat lain. Anak-anak kebetulan minta berenang dan pilihan kita jatuh di tempat murah meriah yaitu berenang di pantai Festival Ancol. Harusnya sih berangkat dari rumah pagi-pagi banget biar di pantainya bisa lebih lama ngga panas, tapi bisa dimaklumi lah kita sekeluarga kalau libur suka males bangun terlalu pagi, hehehe. Akhirnya kita baru berangkat hamper jam 8 pagi, sampai di sana jam sembilanan lewat.

Anak-anak sudah ngga sabar mau berenang, tapi memang sengaja kita ngga bawakan baju renang karena biar basah-basahan pakai baju biasa aja sambil main pasir. Beginilah keceriaan kami terutama anak-anak saat main di pantai Festival Ancol :

Main pasir dan air di pantai 🙂

dan

Ayah – Nisha – Aira @ pantai Festival Ancol
Ini Mama yg perutnya udah nDut 😀

Sekitar satu setengah jam main di pantai, hari sudah mulai semakin panas, kami pikir sudah cukup mainnya. Anak-anak sih maunya lanjut terus tapi setelah dibujuk mereka mau juga. Apalagi Ayah yang waktu itu masih kurang enak badan. Sebelum beranjak dari pantai, saya sempat tiup lilin ultah ke-32 dan berdoa bersama disitu, dilanjut dengan potong kue. Sebelum pulang kita sempatkan dulu makan siang. Dan yang paling bisa diterima sama anak-anak saat itu ya sejenis ayam gorieng tepung gitu, kebetulan ada A&W. Ngga lama kita masuk di A&W ternyata di luar hujan, padahal sebelumnya panas banget. Untung kita sudah beres-beres. Sangat sederhana memang, tapi hari itu saya seneeeeng banget.

Senin hari nya, saat masuk kantor, teman kasi kue ultah lagi. Kebetulan pas ada meeting beberapa teman, jadi ya tiup lilin dan potong kue lagi. Yang pasti doanya juga nambah. Alhamdulillah. Terima kasih ya semuanya…

 

 Tujuh Bulanan

Bulan Oktober ini kehamilan saya sudah masuk umur 7 bulan. Minggu depan 8 bulan. Sebenarnya ngga niatan tujuh bulanan sih hanya pengen ada pengajian aja di rumah. Sudah lama ngga ngadain pengajian di rumah sekalian minta doanya. Kebetulan aja sekarang pas umur tujuh bulan jadi sekalian aja. Acaranya juga hanya pengajian ibu-ibu satu RT aja di rumah tanggal 20 Oktober, hari Sabtu sore. Alhamdulillah juga kemarin Bapak dan Mama saya bisa datang ke Tangerang sekalian nengok cucu. Kangen. Pengajian berjalan lancar. Alhamdulilah semakin banyak doa yang ditujukan untuk saya dan keluarga. Terima kasih.

Sayangnya Eyang-eyang ngga bisa tinggal lama. Sampai Sabtu pagi, Senin siangnya sudah harus kembali ke Semarang. Masih berasa kangennya, apalagi anak-anak, sampai nangis ngga mau ditinggal dan pengen ikut ke Semarang.

Ini foto anak-anak sedang main dakon sama Eyang To (Eyang kakungnya/Bapak saya)

main dakon bersama Eyang To 🙂

Meskipun hanya 2 hari ini Tangerang, saya sempat dibuatkan tahu gimbal loh, makanan khas Semarang yang saya suka banget. Dan tahu gimbal buatan Mama saya memang ngangeni. Makasi ya Ma. Saya sudah bisa sih buat sendiri, tapi ngga seenak buatan Mama hehehe. Oiya saya juga dibawakan petis udang dari Semarang jadi bisa buat tahu petis sendiri.

 Idul Adha 1433 H

Sebelumnya, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H buat semua yang merayakan semoga semangat dan keikhlasan berkurban serta berbagi kepada sesama akan selalu tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.

Pagi tadi saya sekeluarga sholat Idul Adha bersama di masjid dekat rumah. Anak-anak juga antusias. Alhamdulilah mau bangun pagi hari ini dan tidak terlambat untuk pelaksanaan sholatnya. Bahkan sempat nunggu agak lama juga. Setelah itu anak-anak hampir sampai siang maunya di masjid lihat kambing sama sapi. Mamanya seperti biasa sibuk bolak balik ke dapur. Hari ini Ayah mau ketupat . Dan hari ini saya masak gulai sapi untuk temannya ketupat. Tapi Mba Nisha mau sayur sawi sedangkan Ade Aira mau opor ayam. Akhirnya mama harus masak semuanya deh. (sudah difoto semua menunya tapi kok dicari ngga ketemu 😦 jangan2 kehapus..hiks)

Bisa menikmati setiap saat bersama keluarga adalah saat-saat yang membahagiaakan. Bersyukur atas apa yang saya dapatkan sampai saat ini dan tetap menjalani hari-hari saya dengan penuh semangat dan senyuman terindah. Alhamdulillah. Sujud syukur tak terhingga kepada-Mu. Semoga Engkau senantiasa memberikan petunjuk, kelancaran, kemudahan, perlindungan kapanpun dan dimanapun. Amin amin amin ya rabbal alamin.

Belajar Menulis Cerita Sendiri

Tanisha berkunjung ke Penerbit Erlangga, saat di perpustakaannya (foto dari Bu Guru Syifa – salah satu wali kelas Tanisha)

Kemarin Tanisha baru saja berkunjung ke Penerbit Erlangga di Jakartta Timur bersama guru dan teman-teman sekolahnya. Tiga hari sebelumnya memang sudah sangat antusias untuk bisa berkunjungan ke pabrik buku, seperti yang dibilang Tanisha sama semua orang di rumah. Nah semalam sepulang saya kerja, seperti biasa anak-anak menyambut dengan semangat bercerita tentang hari mereka di hari itu. Mbak Nisha dengan cerita ke pabrik bukunya dan Dek Aira bercerita tentang temennya yang namanya Ayu yang sedang berulang tahun dan dirayakan di sekolah.

Setelah anak-anak selesai dengan ceritanya masing-masing, Mbak Nisha memperlihatkan sebuat buku notes kecil warna merah jambu, yang dari cerita sebelumnya salah satu dari hadiah saat berkunjung ke pabrik buku tersebut.

 

“Ma lihat deh, ini”, Mba Nisha membuka buku notes kecil warna merah jambunya.

“Apa sayang?”

“Baca Ma, aku nulis cerita”, sambil menunjuk ke cover notes.

“Waaa hebat banget anak Mama”

Saya melihat tulisan Tanisha di cover buku kecil itu.

 

Memang hanya beberapa kata yang dirangkai menjadi kalimat. Tapi itu tetap membuat saya bangga sekaligus terharu. Saat ini, Tanisha memang membacanya masih pelan-pelan, tapi baru kali ini saya melihat sendiri dia berusaha menulis apa yang ingin dia ceritakan. Beberapa kata masih harus diperbaiki penulisannya, tapi itu tidak salah. Saya memang masih menunggu rangkaian kata yang akan ditulisnya jadi belum saya foto dulu. Cerita yang ditulisnya seperti ini :

 ‘Sewatu hari kura-kura ada di sungai.diya sedang berenang.sangat cepat.kemudiyan datang seekor kucing datang menghampirinya.’

Pagi tadi sebelum berangkat sekolah, Tanisha berusaha meneruskan tulisannya lagi. Dan dia bilang,

“Aku mau nulis cerita yang panjang kaya di buku”

“Bagus itu Nak. Terus berusaha nulis lagi ya, Mba Nisha pasti bisa”

“Iya kaya kemarin aku lihat di pabrik buku itu bukunya banyak trus aku diajarin sama kakak disitu. Kakaknya cantik banget Ma kaya cherybelle. Kakak itu tapi kakinya ditutup pakai yang warna item itu”

(maksud Mba Nisha kakak yang cantik itu kakinya pakai stoking warna item hehehe..)

“Ya udah Mba Nisha terus berusaha nulis yang banyak nanti kalau udah jadi Mama kirim ke penerbit”

“Penerbit itu apa?”

“Penerbit itu yang seperti Mba Nisha datengin kemarin, yang membuat atau mencetak buku-buku dari tulisan yang dikirim sama orang-orang atau penulis”

“Oh tapi jauh loh Ma, ada di Jakarta Timur, memang Mama tau tempatnya?”

“Memang jauh Sayang, tapi kan ada alamatnya, bisa kirim tulisan Mba Nisha lewat Pak Pos, yang dikirim dimasukkan amplop itu. Atau bisa lewat email di komputer Mama yang sudah dihubungkan sama internet. Yang Mba Nisha suka lihat Mama kerja di komputer itu”

“Oh bisa sampai ya Ma. Mba Nisha mau Ma dikirim cerita Mba Nisha”

“Ya udah nulis yang banyak dulu ya, tapi kalau nulis itu jangan terpaksa, Mba Nisha harus senang. Kalau sedang capek istrirahat dulu nanti bisa dilanjutkan lagi.”

Lalu Mba Nisha menutup notes kecilnya dan memasukkan ke dalam tas. Dia menyudahi ceritanya dan bersiap berangkat sekolah.

Terima kasih ya Allah, hamba sungguh bersyukur atas apa yang telah Engkau anugrahkan. Semoga Engkau wujudkan cita-cita anak-anak kami. Amin.