3 Way Conference

Kegiatan sekolah anak-anak, Tanisha dan Kaira sudah berjalan setengah semester. Cepat juga ya. Baru nyadar ketika dapat undangan 3 Way Conference dari pihak sekolah. 3 Way Coneference ini adalah pertemuan antara murid, wali kelas (guru) dan orang tua, dimana akan disampaikan refleksi kegiatan selama di sekolah yang dipresentasikan oleh murid, kemudian wali kelas menjelaskan tentang perkembangan murid, evaluasi apa yang harus ditingkatkan,dipertahankan atau mana yang diperbaiki disertai dengan action plan dari orang tua, murid dan wali kelas itu sendiri.
Nomor absensi Kaira di TK A3 adalah 20, dapat jadwal hari ini jam 9.30. Saat masuk seperti biasa Kaira ucap salam dengan gurunya, Ms. Marchel. Setelah saya absen dan duduk, saya cukup surprised juga saat Kaira mempresentasikan hasil karyanya. Sempat terharu saat ditengah presentasinya Kaira mengucapkan, “Terima kasih Mama, Ayah sudah menjadikan saya seperti ini. I Love You”. Langsung, “We love you too, Sayang, thank you so much”.
Setelah itu Ms. Marchel menjelaskan perkembangan Kaira selama di Sekolah. Alhamdulillah semuanya bagus dan semuanya membuat saya sangat bangga.
Berikutnya Tanisha, nomor absennya di SD Kelas 1A yaitu 25, dapat jadwal jam 11.40. Sambil nunggu kita sempatkan belanja baju dulu sebagai hadiah untuk anak-anak yang sudah membuat Mama bangga. Ngga lama kita harus kembali ke sekolah. Mba Nisha pun sudah wanti-wanti, “Ma jangan terlambat ya, jadwal untuk aku jam 11.40”.
Sampai di sekolah masih kurang 10 menit. Di antara waktu nunggu itu Mba Nisha tiba-tiba ingat sesuatu,” Ma, aku harus buat tandatangan, gimana nih?”, “Ya udah ini coba-coba aja di kerta dulu nanti Mba Nisha pilih mana yang paling Mba Nisha suka”. Pas setelah dapat tandatangan yang cocok, giliran kami masuk kelas. Tanisha presentasi hasil belajarnya, hasil karyanya kemudian mengajak kami untuk berkeliling kelas sambil menjelaskan apa-apa saja disana. Subhanallah, lagi-lagi saya dan suami dibuat kagum. Mba Nisha dengan sangat lancar dan jelas menjelaskan semuanya. Alhamdulillah.
Hasil evaluasi sangat bangus, hanya perlu untuk lebih memberikan motivasi dan meminta Mba Nisha untuk lebih teliti dalam mengerjakan tugas.
Alhamdulillah, hari ini salah satu hari yang membahagiakan buat saya. Setelah saya boleh ijin kerja dari atasan untuk 3 Way Conference ini, suami juga cuti sempat sarapan bareng sekeluarga plus Eyang Betty yang kebetulan ada di Tangerang. Waktu yang akhir-akhir ini agak susah saya dapatkan.
Semoga nanti akan lebih banyak waktu lagi.Amin.
Terima kasih ya Allah. Terima kasih anak-anakku yang Hebat, Suami yang Super dan keluarga yang mencintai.
Okay, cukup dulu, pesawat sudah mau berangkat.

@ Ruang tunggu bandara Soe-Ta – 11 Oct 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Belajar Menulis Cerita Sendiri

Tanisha berkunjung ke Penerbit Erlangga, saat di perpustakaannya (foto dari Bu Guru Syifa – salah satu wali kelas Tanisha)

Kemarin Tanisha baru saja berkunjung ke Penerbit Erlangga di Jakartta Timur bersama guru dan teman-teman sekolahnya. Tiga hari sebelumnya memang sudah sangat antusias untuk bisa berkunjungan ke pabrik buku, seperti yang dibilang Tanisha sama semua orang di rumah. Nah semalam sepulang saya kerja, seperti biasa anak-anak menyambut dengan semangat bercerita tentang hari mereka di hari itu. Mbak Nisha dengan cerita ke pabrik bukunya dan Dek Aira bercerita tentang temennya yang namanya Ayu yang sedang berulang tahun dan dirayakan di sekolah.

Setelah anak-anak selesai dengan ceritanya masing-masing, Mbak Nisha memperlihatkan sebuat buku notes kecil warna merah jambu, yang dari cerita sebelumnya salah satu dari hadiah saat berkunjung ke pabrik buku tersebut.

 

“Ma lihat deh, ini”, Mba Nisha membuka buku notes kecil warna merah jambunya.

“Apa sayang?”

“Baca Ma, aku nulis cerita”, sambil menunjuk ke cover notes.

“Waaa hebat banget anak Mama”

Saya melihat tulisan Tanisha di cover buku kecil itu.

 

Memang hanya beberapa kata yang dirangkai menjadi kalimat. Tapi itu tetap membuat saya bangga sekaligus terharu. Saat ini, Tanisha memang membacanya masih pelan-pelan, tapi baru kali ini saya melihat sendiri dia berusaha menulis apa yang ingin dia ceritakan. Beberapa kata masih harus diperbaiki penulisannya, tapi itu tidak salah. Saya memang masih menunggu rangkaian kata yang akan ditulisnya jadi belum saya foto dulu. Cerita yang ditulisnya seperti ini :

 ‘Sewatu hari kura-kura ada di sungai.diya sedang berenang.sangat cepat.kemudiyan datang seekor kucing datang menghampirinya.’

Pagi tadi sebelum berangkat sekolah, Tanisha berusaha meneruskan tulisannya lagi. Dan dia bilang,

“Aku mau nulis cerita yang panjang kaya di buku”

“Bagus itu Nak. Terus berusaha nulis lagi ya, Mba Nisha pasti bisa”

“Iya kaya kemarin aku lihat di pabrik buku itu bukunya banyak trus aku diajarin sama kakak disitu. Kakaknya cantik banget Ma kaya cherybelle. Kakak itu tapi kakinya ditutup pakai yang warna item itu”

(maksud Mba Nisha kakak yang cantik itu kakinya pakai stoking warna item hehehe..)

“Ya udah Mba Nisha terus berusaha nulis yang banyak nanti kalau udah jadi Mama kirim ke penerbit”

“Penerbit itu apa?”

“Penerbit itu yang seperti Mba Nisha datengin kemarin, yang membuat atau mencetak buku-buku dari tulisan yang dikirim sama orang-orang atau penulis”

“Oh tapi jauh loh Ma, ada di Jakarta Timur, memang Mama tau tempatnya?”

“Memang jauh Sayang, tapi kan ada alamatnya, bisa kirim tulisan Mba Nisha lewat Pak Pos, yang dikirim dimasukkan amplop itu. Atau bisa lewat email di komputer Mama yang sudah dihubungkan sama internet. Yang Mba Nisha suka lihat Mama kerja di komputer itu”

“Oh bisa sampai ya Ma. Mba Nisha mau Ma dikirim cerita Mba Nisha”

“Ya udah nulis yang banyak dulu ya, tapi kalau nulis itu jangan terpaksa, Mba Nisha harus senang. Kalau sedang capek istrirahat dulu nanti bisa dilanjutkan lagi.”

Lalu Mba Nisha menutup notes kecilnya dan memasukkan ke dalam tas. Dia menyudahi ceritanya dan bersiap berangkat sekolah.

Terima kasih ya Allah, hamba sungguh bersyukur atas apa yang telah Engkau anugrahkan. Semoga Engkau wujudkan cita-cita anak-anak kami. Amin.

Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual

flyers from http://www.supermomsindonesia.com

Setelah sesi pertama dari Tetralogy Parenting Seminar tentang Tantangan Mendidik Anak di Era Digital, sesi kedua kali ini adalah tentang Hindari Anak dari Kekerasan Seksual atau disini saya lebih enak menyebutnya Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual. Untuk menghindari segala bentuk pelecehan seksual pada anak, perlu adanya pendidikan seks yang diberikan oleh keluarga sejak dini.

Sebelum kita lebih jauh, disini kita perlu mengevaluasi ulang kembali kita sebagai orang tua.

–          Bagaimana memperlakukan anak kita selama ini?

–          Bagaimana kita berbicara dengan mereka?

–          Sejauh mana peran Ayah terlibat dalam pengasuhan?

–          Siapa yang mengajarkan agama?

–          Bagaima caranya?

Anak adalah anugrah Tuhan yang dititipkan kepada kita untuk dijaga dan dididik dengan sebaik-baiknya dan suatu saat kita harus mengembalikannya kembali dengan sebaik-baiknya juga lahir dan bathin. Kita seringkali lupa akan hal itu dan menganggap apa yang yang kita lakukan adalah yang terbaik. Banyak hal di keseharian kita tanpa kita sadari menjadi tempat belajar anak-anak kita.

Okay, Kita kembali lagi ke tema, berikut adalah pemaparan yang saya dapat dari Ibu Elly Risman, Psi (Yayasan Kita & Buah Hati) sebagai pembicara di seminar kali ini.

Lanjutkan membaca “Hindarkan Anak dari Kekerasan Seksual”

Jemputan Sekolah

Kaira (yg lagi senyum maniiss banget) naik jemputan sekolah bersama temannya Nabila 🙂

Dulu saat awal-awal anak-anak saya sekolah, saya masih memilih sekolah yang dekat rumah aja, kalau bisa yang tidak jauh ditempuh meski dengan berjalan kaki. Selain itu anak-anak juga tidak akan terlalu capek di perjalanannya. Saya sendiri juga tidak begitu repot. Tapi itu hanya di tahun pertama saja saat anak-anak masih di kelas play group (PG). Setelah mereka TK,  sekolahnya agak lumayan jauh dari rumah. Adanya layanan antar jemput mobil sekolah menjadi salah satu pertimbangan penting juga saat saya harus menentukan mau masuk sekolah tersebut.

Lanjutkan membaca “Jemputan Sekolah”

Tetralogy Parenting Seminar Sesi 1 – Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

Flyers from http://www.supermomsindonesia.com

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Banyak orang bilang sih begitu. Pelajaran menjadi orang tua itu kebanyakan diambil dari pengalaman yang turun menurun. Tapi apakah itu cukup? Anak kita tidak lahir di jaman kita apalagi jaman kakek neneknya dulu. Ditambah perkembangan teknologi dan informasi yang yang demikian cepat. Ibarat kita baru melangkah perkembangan dunia di sekitar kita berlari sprint di depan. Buka mata, buka telinga dan tetep mau belajar.

Awal bulan ini, tepatnya di tanggal 1 kemarin (eit sudah dua minggu lalu ternyata), saya ikut parenting seminar. Seminar ini adalah session pertama dari Tetralogy Parenting Seminar yang dipersembahkan oleh @supermomsid dengan pembicara Ibu Ellly Risman Psi di JDC – Slipi, Jakarta. Terima kasih ya buat Mommy Athia, jeng Indah Kurniawati yang udah ngasi info seminar ini. Oiya di seminar kemarin itu adalah pertama kali saya ketemu sama jeng Indah. Tapi karena si ibu cantik ini waktu itu termasuk salah satu seksi sibuknya, ngga sempat ngobrol banyak deh. Dan ringkasan seminar session 1 tentang Tantangan Mendidik Anak di Era Digital, saya kayanya ngga perlu susah-susah bikin lagi karena sudah dibuat juga sama Jeng Indah (padahal aku emang ngga bisa bikin ringkasan sebagus itu hehehe). Ijin share ringkasannya ya Mom, pasti bermanfaat banget buat ortu yang lain yang belum pernah dapet informasi itu atau mungkin mengingatkan kembali ke kita semua sebagai ortu. Ringkasannya bisa disimak di sini.

Pada seminar tersebut, dari awal sampai akhir apa yang disampaikan Ibu Elly membuat saya harus benar-benar waspada tingkat tinggi terhadap segala bentuk teknologi dan informasi yang ada. Membuat saya menangis ketakutan (dari awal sampai akhir kejer pegang tissue terus, hiks), jangan-jangan saya termasuk orang tua yang secara tidak sadar malah merusak anak sendiri atau membahayakan mereka. Naudzubilahibindzalik. Ya Allah, ampunilah hamba dan lindungi anak-anak hambamu ini.

Lanjutkan membaca “Tetralogy Parenting Seminar Sesi 1 – Tantangan Mendidik Anak di Era Digital”

Pentas Akhirussanah Toddler – PG – TK Citra Islami

Sabtu kemarin adalah acara pentas akhirussanah Toddler, PG dan TK Citra islami, tempat sekolah Tanisha. Acara itu merupakan acara tahununan sekolah di akhir tahun ajaran untuk menampilkan pentas anak-anak dan pengukuhan tinggal PG dan TK B yang dihadiri oleh semua siswa, guru, orang tua murid dan tamu undangan. Berlangsung di auditorium Citra Hospital Citra Raya Tangerang. Hari itu Tanisha bertugas untuk membacakan tata tertib selama acara berlangsung, menari bersama, bermain angklung dan bermain operet.

Lanjutkan membaca “Pentas Akhirussanah Toddler – PG – TK Citra Islami”

Kartinian Kaira

Cerita yang terlewat di bulan April. Kartinian. Ada 2 acara kartinian di bulan April kemarin. Acara pertama yaitu Kartinian di sekolah Kaira dan yang kedua di sekolah Tanisha.  Kartinian tahun ini adalah kartinian pertama untuk Kaira di tahun pertama sekolahnya.

Kaira memang sangat ingin bisa didandanin. Dulu dia melihat kakaknya dan tanya kapan tiba gilirannya. Dan saat tau di sekolahnya akan mengadakan acara kartinian, setiap hari tanya lagi kapan dan kapan hehehe. Nah, tepat di tanggal 21 April 2012, acara kartiniannya diadakan. Alhamdulillah jatuh pada hari Sabtu, jadi saya bisa mendampingi.

Lanjutkan membaca “Kartinian Kaira”