Tersenyumlah Kembali Sahabatku

Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Cobaan dariNya semata-mata karena Allah teramat menyayangimu Sahabatku.

Dua minggu berlalu sejak kamu kehilangan sosok yang teramat kamu cintai. Kehilanganmu adalah kehilangan untukku juga. Dukamu adalah dukaku. Kesedihan yang masih mendalam dan tertinggal sampai hari ini. Butuh waktu untuk aku bisa cukup kuat meneleponmu dan memberikan semangat. Tapi tetap doaku untukmu dan keluargamu terutama bidadari-bidadari kecilmu kupanjatkan.

Sahabatku, kesedihanmu adalah hal yang sangat wajar. Saat orang yang begitu dicintai dan mencintaimu telah tiada dan berpulang selamanya. Tapi Allah adalah sang Maha Berkehendak. Allah bisa berkehendak kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Allah memberikan ujian yang harus tetap dijalani dengan sebaik-baiknya dengan keyakinan bahwa itu pasti jalan yang terbaik.

Sahabatku, dibalik lianangan air matamu, dirimu juga punya hak untuk tersenyum dan melanjutkan hidup. Bidadari-bidadari kecilmu juga pasti menginginkanmu tersenyum kembali. Bermain dan bercanda bersama mereka. Hidupmu dan hidup bidadari-bidadarimu masih sangat panjang. Mereka adalah anugrah terindah yang dititipkan untukmu. Biarkan kenangan-kenangan indah kalian saat bersama menjadi semangat untuk tetap berjalan ke depan. Jangan biarkan kesedihan itu kembali. Kenangan indah yang tetap akan memberikan keindahan dan kebahagiaan saat dikenang.

Sahabatku, Tuhan tidak akan berpaling darimu. Teruskan mendekat kepadaNya. Sang Pemberi Kekuatan dan Kesabaran. Kami semua juga menyayangimu. Kamu tidak sendiri. Tersenyumlah kembali Sahabatku J *with a Big Hug*

*Untuk Sahabatku yang masih berduka Hesti Ari ‘Wawa’ atas meninggalnya Bp. Stanley Mangetan, suami Sahabatku Wawa dan Papi dari Bidadari-bidadari kecil JC & JNy. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik di sisi Nya, diampuni segala dosa-dosanya dan diterima segala amalannya. Diberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin amin amin ya Rabb.

Membuat Paspor Sendiri

Pengajuan pembuatan paspor, 27 Januari 2015
Akhirnya jalan juga untuk membuat passport sendiri. Sebenarnya sudah lama ingin buat passport. Apalagi suami yang memang sudah punya selalu mengingatkan untuk saya buat.
Sekitar tiga tahun lalu, saya mulai menghubungi biro jasa untuk membuat passport. Belum kepikiran deh mau buat sendiri karena kebayang bakal ribet. Saat disebut kan persyaratannya, salah satu yang mengganjal adalah nama yang tercantum di surat nikah berbeda dengan akte dan KTP jadi kata biro jasanya itu saya harus rubah dulu surat nikahnya. Padahal kalau mau revisi surat nikah harus ke Semarang tempat dimana surat tersebut keluarkan. Ya udah jadi tertunda lagi cukup lama. Sampai sekitar 3 bulan lalu saya kepikiran untuk buat sendiri. Mulai deh cari-cari info.
Untuk menghindari antrian panjang yang memang paling ngga saya sukai, saya Coba untuk pengajuan secara online.
Lanjutkan membaca “Membuat Paspor Sendiri”

Pesta Ulang Tahun Anak 5 Tahun dan 1 Tahun

Kue ulang tahun Kaira & Raesa
Kue ulang tahun Kaira & Raesa

Bulan Desember. Sekarang di keluarga kecil kami di bulan Desember ada dua bidadari yang berulang tahun. Desember 2013, tepatnya di tanggal 10, Kaira bidadari kedua saya genap berusia 5 tahun dan bidadari kecil, Raesa di tanggal 31 berulang tahun untuk yang pertama kalinya.

Sebenarnya tidak ada rencana untuk mengadakan perayaan ulang tahun selain tiup lilin dan doa bersama keluarga di rumah. Tapi, Kaira sudah lama bilang ingin ulang tahunnya nanti dirayakan bersama teman-temannya yang diundang ke rumah. Untuk Kaira yang sudah 5 tahun memang sudah mengerti bagaimana rasanya jika ulang tahunnya dirayakan. Sedangkan untuk Raesa, mungkin belum mengerti. Saya pikir bagus juga jika dirayakan bersamaan di tanggal lahir Raesa yang memang tepat di penghujung tahun. Selain untuk menyenangkan hati anak-anak, bisa untuk acara kumpul keluarga dan tetangga sekitar rumah.

Lanjutkan membaca “Pesta Ulang Tahun Anak 5 Tahun dan 1 Tahun”

3 Way Conference

Kegiatan sekolah anak-anak, Tanisha dan Kaira sudah berjalan setengah semester. Cepat juga ya. Baru nyadar ketika dapat undangan 3 Way Conference dari pihak sekolah. 3 Way Coneference ini adalah pertemuan antara murid, wali kelas (guru) dan orang tua, dimana akan disampaikan refleksi kegiatan selama di sekolah yang dipresentasikan oleh murid, kemudian wali kelas menjelaskan tentang perkembangan murid, evaluasi apa yang harus ditingkatkan,dipertahankan atau mana yang diperbaiki disertai dengan action plan dari orang tua, murid dan wali kelas itu sendiri.
Nomor absensi Kaira di TK A3 adalah 20, dapat jadwal hari ini jam 9.30. Saat masuk seperti biasa Kaira ucap salam dengan gurunya, Ms. Marchel. Setelah saya absen dan duduk, saya cukup surprised juga saat Kaira mempresentasikan hasil karyanya. Sempat terharu saat ditengah presentasinya Kaira mengucapkan, “Terima kasih Mama, Ayah sudah menjadikan saya seperti ini. I Love You”. Langsung, “We love you too, Sayang, thank you so much”.
Setelah itu Ms. Marchel menjelaskan perkembangan Kaira selama di Sekolah. Alhamdulillah semuanya bagus dan semuanya membuat saya sangat bangga.
Berikutnya Tanisha, nomor absennya di SD Kelas 1A yaitu 25, dapat jadwal jam 11.40. Sambil nunggu kita sempatkan belanja baju dulu sebagai hadiah untuk anak-anak yang sudah membuat Mama bangga. Ngga lama kita harus kembali ke sekolah. Mba Nisha pun sudah wanti-wanti, “Ma jangan terlambat ya, jadwal untuk aku jam 11.40”.
Sampai di sekolah masih kurang 10 menit. Di antara waktu nunggu itu Mba Nisha tiba-tiba ingat sesuatu,” Ma, aku harus buat tandatangan, gimana nih?”, “Ya udah ini coba-coba aja di kerta dulu nanti Mba Nisha pilih mana yang paling Mba Nisha suka”. Pas setelah dapat tandatangan yang cocok, giliran kami masuk kelas. Tanisha presentasi hasil belajarnya, hasil karyanya kemudian mengajak kami untuk berkeliling kelas sambil menjelaskan apa-apa saja disana. Subhanallah, lagi-lagi saya dan suami dibuat kagum. Mba Nisha dengan sangat lancar dan jelas menjelaskan semuanya. Alhamdulillah.
Hasil evaluasi sangat bangus, hanya perlu untuk lebih memberikan motivasi dan meminta Mba Nisha untuk lebih teliti dalam mengerjakan tugas.
Alhamdulillah, hari ini salah satu hari yang membahagiakan buat saya. Setelah saya boleh ijin kerja dari atasan untuk 3 Way Conference ini, suami juga cuti sempat sarapan bareng sekeluarga plus Eyang Betty yang kebetulan ada di Tangerang. Waktu yang akhir-akhir ini agak susah saya dapatkan.
Semoga nanti akan lebih banyak waktu lagi.Amin.
Terima kasih ya Allah. Terima kasih anak-anakku yang Hebat, Suami yang Super dan keluarga yang mencintai.
Okay, cukup dulu, pesawat sudah mau berangkat.

@ Ruang tunggu bandara Soe-Ta – 11 Oct 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Andai Bisa Kuhentikan Waktu

Image
I love you

Saya tidak ingin menambahkan jumlah jam dalam sehari. Biarlah tetap 24. Jika boleh berandai-andai, saya hanya ingin menghentikan waktu untuk sementara dan melakukan semua yang terlewatkan, menyelesaikan yang tertunda, menambah yang masih sangat kurang. Mungkin listnya akan menjadi sangat panjang. Kalau boleh diuraikan seperti ini :

  1. Menemani bayi kecilku Raesa di usianya yang akan masuk 6 bulan di akhir bulan ini, menyiapkan menu makan pertamanya, mengukuti semua perkembangannya, memberikan asi exclusive yang lebih, memeluknya lebih lama, menyenandungkan banyak lagu dan masih banyak lagi
  2. Bermain lebih lama dengan catikku Kaira, mengajarinya lagu-lagu baru, memeluk tidurnya, menyuapi, menemaninya berdandan, mengajarinya naik sepeda roda dua barunya yang sampai sekarang belum bisa dia naiki, lebih lama jalan pagi bersama, mendengar dia melucu dan menghayal dan banyak lagi
  3. Menemani pintarku Tanisha menyelesaikan tumpukkan lukisan crayonnya, mendengarkan dia bercerita tentang banyak hal baru, membacakan dongeng sebelum tidur, menemani tidurnya, mendokumentasikan prestasinya, menjawab semua keingintahuannya, bercanda bersama, dan banyakkk lagi
  4. Memasakkan cintaku Ayah masakan kesukaannya, membuat bekal makan siangnya, menemaninya minum kopi dan baca Koran, mendampingi malamnya, bercanda dan bercerita, memijit lelahnya, dan masih banyak lagi..
  5. Pulang kampung (banyak hal dilakukan bersama keluarga besar, teman kecil dan sahabat)
  6. Menyelesaikan deadline kantor
  7. Menyelesaikan deadline pribadi (lebih mendekatkan diri dengan sang Pencipta) dan keluarga
  8. Ngeblogggggg dan BW, mengikuti perkembangan sahabat emak2 blogger dan keluarganya dan bersilaturahmi , kopdar dengan teman2 baru
  9. Baca novel, komik, nonton film yang udah banyak terlewat
  10. Masak sampai puas
  11. Denger music dan ke salon
  12. Belanjaaaa
  13. Senam
  14. Liburan
  15. Dst, etc, dll, ….

Tapi sayang waktu berandai-andai sudah habis. Dan saatnya melanjutkan terjemahan tulisan kriting ke lurus (Thai to Indo).

Apapun, saya hanya bisa menjalani semua yang ada dengan penuh syukur dan tetap semangat. Hidup itu memilih. Dan akan selalu begitu. Selalu dihadapkan pada pilihan. Saat kita memilih, itulah yang kita jalani dengan penuh tanggung jawab. Yakin Allah selalu memberi yang terbaik dan semua akan indah pada waktunya. Miss u all. Hugs 🙂

Tahun Ketujuh, Bahagia Bersamamu

bahagia bersamamu
bahagia bersamamu

Dia masih sama. Masih pendiam jika dibandingkan dengan saya. Masih sangat penyabar, masih penuh perhatian dan masih menjadi suami dan ayah yang super hebat buat keluarga kami. Dan hari ini, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dia lupa hari ini hari ulang tahun pernikahan (sepertinya ada beberapa kali yang ingat). Begitulah dia. Tapi, akhirnya itu tidaklah begitu penting buat saya. Karena yang terpenting, dia adalah suami tercinta dan ayah yang baik bagi anak-anak saya. Ngga seperti ahun lalu, kita merayakan ulang tahun pernikahan keenam dengan menikmati live music di Hard Rock Café, hari ini kita di rumah bersama ank-anak.

Lanjutkan membaca “Tahun Ketujuh, Bahagia Bersamamu”

Raesa – 3 bulan

Raesa - jelang 3 bulan :)
Raesa – jelang 3 bulan 🙂

Ngga terasa sudah sampai di penghujung bulan Maret. Beberapa bulan terakhir ini saya memang benar-benar ngga sempat ngeblog atau sekedar BW mampir ke blog sahabat. Lanjut…penghujung Maret, berarti Raesa catikku sudah masuk umur 3 bulan di tanggal 31. Alhamdulillah, Raesa tumbuh dengan sehat, semakin lucu, makin pintar dan menggemaskan.

Berikut sekilas review pertumbuhan dan perkembangan Raesa sampai hari ini (3 bulan kurang 1 hari 😀 ) :

Lanjutkan membaca “Raesa – 3 bulan”

Keluarga Baru Kami – Raesa Adwa Nuryanto

Anggota keluarga baru kami :)
Anggota keluarga baru kami 🙂

Alhamdulilah, sekarang jumlah keluarga kecil kami sudah bertambah. Raesa Adwa Nuryanto, sudah benar-benar hadir. Anak ketiga yang sehat dan cantik. Raesa, begitu kami memanggil si bungsu ini, lahir di penghujung tahun, 31 Desember 2012 pada pukul 08.20 WIB dengan berat 3300 gram dan panjang 50 cm.

3 bidadariku
3 bidadariku

Persalinan

induksi pasca sesar - rully

Proses persalinan kali ini adalah yang terlama jika dibandingkan dengan persalinan anak pertama dan kedua. Pada saat kehamilan saya masuk ke umur 41 minggu, saya masih belum merasakan tanda-tanda kontraksi sedikitpun. Dengan pertimbangan riwayat melahirkan anak yang kedua, Kaira, saat itu juga ngga ada kontraksi alami lalu memutuskan untuk induksi agar bisa melahirkan normal. Saat melahirkan anak kedua itu saya berhasil dengan VBAC pertama yang saya harap bisa terulang di persalinan anak ketiga. Maka, saya, suami dan dokter sepakat untuk menentukan tanggal 28 Desember 2012 sore saya masuk rumah sakit untuk diinduksi.

Lanjutkan membaca “Keluarga Baru Kami – Raesa Adwa Nuryanto”

Mengungsi

Akan bertambahnya anggota keluarga membuat saya dan suami mempertimbangkan untuk merenovasi rumah, ya minimal bisa punya tambahan kamar lagi. Maklum kita selama ini tinggal di perumahan tipe kecil yang hanya punya dua kamar. Alhamdulillah kita masih punya space tanah di sebelah rumah meskipun kecil juga, jadi sebagian dari tanah di sebelah rumah itu yang kami dirikan bangunan tambahan.
Lanjutkan membaca “Mengungsi”

Oktober Ceria dan Penuh Syukur

Lama ngga ngeblog ngga terasa bulan Oktobernya juga sudah mau habis. Akhir-akhir ini saya memang sedang menikmati focus ke keluarga, pekerjaan dan kondisi kehamilan. Kalau pun ada waktu untuk nulis, akhirnya tulisan itu juga hanya masuk ke folder ‘draft’. Nah mumpung long week end dan anak-anak juga sudah bobok lebih awal karena ngga bobo siang, ditambah lagi Ayah sore tadi sudah berangkat pulkam, rasanya pengen cerita tentang keceriaan di bulan Oktober ini. Banyak hal yang sayang jika dilewatkan untuk diabadikan disini. Diantaranya yaitu tentang ulang tahun di pantai, tujuh bulanan dan Idul Adha 1433 H.
 

Ulang Tahun ke-32

Sudah semakin tua ya. 32 tahun. Masih sering ngga ngerasa kalau saya se’tua’ itu, hehehe. Bertambahnya usia kali ini saya merasa semakin bersyukur dengan semua yang diunugrahkan Allah. Betapa baiknya Allah sama saya. Alhamdulilllah. Suami yang begitu baiknya, anak-anak yang sehat dan pintar, keluarga yang selalu mencintai serta sahabat dan teman yang selalu ada dan memberi support. Semakin banyak cinta yang saya rasakan. Ditambah lagi kepercaan Allah untuk saya hamil lagi. Terima kasih yaaa Allah.

Tanggal 14 Oktober 2012, pas di hari Minggu. Rencana awalnya saya dan keluarga mau ke tempat temen Ayah di Cibubur. Sebenarnya sudah rencana seminggu sebelumnya tetapi diundur jadi minggu itu. Dan karena temen Ayah ternyata pas hari H ada acara lain jadi kita jalan ke tempat lain. Anak-anak kebetulan minta berenang dan pilihan kita jatuh di tempat murah meriah yaitu berenang di pantai Festival Ancol. Harusnya sih berangkat dari rumah pagi-pagi banget biar di pantainya bisa lebih lama ngga panas, tapi bisa dimaklumi lah kita sekeluarga kalau libur suka males bangun terlalu pagi, hehehe. Akhirnya kita baru berangkat hamper jam 8 pagi, sampai di sana jam sembilanan lewat.

Anak-anak sudah ngga sabar mau berenang, tapi memang sengaja kita ngga bawakan baju renang karena biar basah-basahan pakai baju biasa aja sambil main pasir. Beginilah keceriaan kami terutama anak-anak saat main di pantai Festival Ancol :

Main pasir dan air di pantai 🙂

dan

Ayah – Nisha – Aira @ pantai Festival Ancol

Ini Mama yg perutnya udah nDut 😀

Sekitar satu setengah jam main di pantai, hari sudah mulai semakin panas, kami pikir sudah cukup mainnya. Anak-anak sih maunya lanjut terus tapi setelah dibujuk mereka mau juga. Apalagi Ayah yang waktu itu masih kurang enak badan. Sebelum beranjak dari pantai, saya sempat tiup lilin ultah ke-32 dan berdoa bersama disitu, dilanjut dengan potong kue. Sebelum pulang kita sempatkan dulu makan siang. Dan yang paling bisa diterima sama anak-anak saat itu ya sejenis ayam gorieng tepung gitu, kebetulan ada A&W. Ngga lama kita masuk di A&W ternyata di luar hujan, padahal sebelumnya panas banget. Untung kita sudah beres-beres. Sangat sederhana memang, tapi hari itu saya seneeeeng banget.

Senin hari nya, saat masuk kantor, teman kasi kue ultah lagi. Kebetulan pas ada meeting beberapa teman, jadi ya tiup lilin dan potong kue lagi. Yang pasti doanya juga nambah. Alhamdulillah. Terima kasih ya semuanya…

 

 Tujuh Bulanan

Bulan Oktober ini kehamilan saya sudah masuk umur 7 bulan. Minggu depan 8 bulan. Sebenarnya ngga niatan tujuh bulanan sih hanya pengen ada pengajian aja di rumah. Sudah lama ngga ngadain pengajian di rumah sekalian minta doanya. Kebetulan aja sekarang pas umur tujuh bulan jadi sekalian aja. Acaranya juga hanya pengajian ibu-ibu satu RT aja di rumah tanggal 20 Oktober, hari Sabtu sore. Alhamdulillah juga kemarin Bapak dan Mama saya bisa datang ke Tangerang sekalian nengok cucu. Kangen. Pengajian berjalan lancar. Alhamdulilah semakin banyak doa yang ditujukan untuk saya dan keluarga. Terima kasih.

Sayangnya Eyang-eyang ngga bisa tinggal lama. Sampai Sabtu pagi, Senin siangnya sudah harus kembali ke Semarang. Masih berasa kangennya, apalagi anak-anak, sampai nangis ngga mau ditinggal dan pengen ikut ke Semarang.

Ini foto anak-anak sedang main dakon sama Eyang To (Eyang kakungnya/Bapak saya)

main dakon bersama Eyang To 🙂

Meskipun hanya 2 hari ini Tangerang, saya sempat dibuatkan tahu gimbal loh, makanan khas Semarang yang saya suka banget. Dan tahu gimbal buatan Mama saya memang ngangeni. Makasi ya Ma. Saya sudah bisa sih buat sendiri, tapi ngga seenak buatan Mama hehehe. Oiya saya juga dibawakan petis udang dari Semarang jadi bisa buat tahu petis sendiri.

 Idul Adha 1433 H

Sebelumnya, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H buat semua yang merayakan semoga semangat dan keikhlasan berkurban serta berbagi kepada sesama akan selalu tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.

Pagi tadi saya sekeluarga sholat Idul Adha bersama di masjid dekat rumah. Anak-anak juga antusias. Alhamdulilah mau bangun pagi hari ini dan tidak terlambat untuk pelaksanaan sholatnya. Bahkan sempat nunggu agak lama juga. Setelah itu anak-anak hampir sampai siang maunya di masjid lihat kambing sama sapi. Mamanya seperti biasa sibuk bolak balik ke dapur. Hari ini Ayah mau ketupat . Dan hari ini saya masak gulai sapi untuk temannya ketupat. Tapi Mba Nisha mau sayur sawi sedangkan Ade Aira mau opor ayam. Akhirnya mama harus masak semuanya deh. (sudah difoto semua menunya tapi kok dicari ngga ketemu 😦 jangan2 kehapus..hiks)

Bisa menikmati setiap saat bersama keluarga adalah saat-saat yang membahagiaakan. Bersyukur atas apa yang saya dapatkan sampai saat ini dan tetap menjalani hari-hari saya dengan penuh semangat dan senyuman terindah. Alhamdulillah. Sujud syukur tak terhingga kepada-Mu. Semoga Engkau senantiasa memberikan petunjuk, kelancaran, kemudahan, perlindungan kapanpun dan dimanapun. Amin amin amin ya rabbal alamin.