Membuat Paspor Sendiri

Pengajuan pembuatan paspor, 27 Januari 2015
Akhirnya jalan juga untuk membuat passport sendiri. Sebenarnya sudah lama ingin buat passport. Apalagi suami yang memang sudah punya selalu mengingatkan untuk saya buat.
Sekitar tiga tahun lalu, saya mulai menghubungi biro jasa untuk membuat passport. Belum kepikiran deh mau buat sendiri karena kebayang bakal ribet. Saat disebut kan persyaratannya, salah satu yang mengganjal adalah nama yang tercantum di surat nikah berbeda dengan akte dan KTP jadi kata biro jasanya itu saya harus rubah dulu surat nikahnya. Padahal kalau mau revisi surat nikah harus ke Semarang tempat dimana surat tersebut keluarkan. Ya udah jadi tertunda lagi cukup lama. Sampai sekitar 3 bulan lalu saya kepikiran untuk buat sendiri. Mulai deh cari-cari info.
Untuk menghindari antrian panjang yang memang paling ngga saya sukai, saya Coba untuk pengajuan secara online.

Tapi dengan perjuangan sekian lama masuk website dan isi data selalu ngga pernah bisa tuntas. Sebelum selesai pasti sudah error. Dan katanya memang di jam kerja susah. Jadi saya Coba malam. Hasil masih sama. Sampai dua hari lalu jam 3 pagi saya coba input dan bisa. Sudah sampai tahap konfirmasi pembayaran ke bank BNI 46. Seharusnya kemarin saya langsung bayar ke BNI 46 tapi kebetulan KTP saya masih belum kembali dari dealer untuk pengurusan perbaikan nama di BPKB mobil saya dan sekaligus perpanjangan STNK. Dan baru dapat KTP asli kemarin sore yang berarti Bank BNI sudah tutup dan yang berarti lagi saya belum bisa melanjutkan proses pembuatan passport secara online. Padahal target saya minggu ini harus sudah buat karena besok-besok pasti susah lagi cari waktu luang diantara kerjaan kantor yang bisa ditinggal.
Akhirnya hari ini saya putuskan untuk membuat passport secara walk in atau datang langsung dengan membawa semua dokumen yang diminta. Dan proses Pembuatan Passport Walk in yang saya jalanani adalah sbb :
1. Menyiapkan semua berkas permohonan :
– KTP Asli + foto copy
– Kartu Keluarga asli + foto copy
– Akte kelahiran asli + Foto copy
Jika tidak ada akte bisa menggunakan Ijasah atau Surat Nikah, Siapkan juga yang asli dan foto copy
– Materai 6000
– Surat keterangan/ referensi dari kantor jika yang akan melakukan perjalan dinas. Untuk lebih mudah bisa menggunakan surat referensi dari kantor yang menerangkan bahwa ‘yang bersangkutan’ memang benar-benar karyawan pada perusahaan tersebut dan surat tersebut akan digunakan untuk membuat paspor dalam rangka keperluan pribadi/ liburan ke luar negeri.
– Formulir Surat Perjalanan RI dan Formulir surat pernyataan ( kalau ini saya ambil di koperasi saat sudah sampai dan setelah dapat nomor antrian). Bagi yang sudah punya sebelumnya lebih baik bisa diisi di rumah. Tapi kalau mau ambil saat disini seperti saya juga ngga masalah sih karena data yang harus diisi ngga terlalu banyak)
PENTING : Semua lembar fotocopy ukuran A4 termasuk fotocopy KTP juga jangan dipotong-potong harus utuh A4.
– Kenakan baju formal dan pakai sepatu. Jika pakai sendal ya yang pantas jangan sendal jepit. Kalau pakai kaos oblong dan sendal jepit biasanya disuruh ganti dulu.
2. Tentu kan dulu mau ke Kantor Imigrasi mana. Bisa di kantor imigrasi terdekat (tidak harus sesuai KTP) atau pilih saja yang kira-kira sesuai. Jadi sudah diperkirakan perjalanan mau bagaimana dan harus berangkat jam berapa karena baik walkin maupun online tetap ada antrian lagi. Dan ini ada quotanya. Untuk walk in pada hari ini di Kanim Tangerang 90 orang dan yang online 200 orang. Hari ini saya dari rumah jam 5 pagi setelah Subuh. Sampai di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang di Jl. TMP Taruna No 10 Tangerang sekitar jam 5.45 dan mendapatkan nomor antrian 34 (posisi kantor Kanim belum dibuka hehe). Saya pilih Kanim Tangerang ini karena menurut saya yang paling dekat dari rumah.

Kita harus tetap mengantri meskipun kantor Kanim belum dibuka. Jadi lebih enak jika berangkatnya ada teman karena jika kita ada perlu ke toilet atau harus meninggalkan antrian ada yg menggantikan sementara.
Setelah kantor dibuka sekitar jam 7.30 pagi, baru petugas membagikan formulir dan nomor antrian. Baru deh bisa masuk ke ruangan kantor Kanim dan duduk di ruang tunggu. Tapi sebelum mulai proses, semua orang yang mengantri diminta kumpul dan diberi pengarahan sekitar 10 menit oleh petugas. Lalu baru diproses deh. Kita tinggal memantau di monitor antrian dan menunggu dipanggil.
Sambil menunggu bisa juga tuh yang mau sarapan ada juga kantin di dekat koperasi. Atau jika mau dibawa masuk bisa beli gorengan di koperasi atau kalau mau cari yang lain di depan Kanim juga banyak pilihan. Tapi perkirakan waktunya, karena NOMOR ANTRIAN HANYA DIPANGGIL SATU KALI, jika lewat ya ngga akan dipanggil lagi.
Setelah menunggu lagi sekitar 2 jam, nomor antrian saya, nomor 34 dipanggil dan muncul di layar antrian. Dan di dalam loket ada petugas akan menerima dokumen dan wawancara. Tahapannya :
– Menyerahkan semua dokumen fotocopy dan asli yang sudah dimasukkan di dalam map yang dibagikan disana pada saat antri di awal
– Tanya jawab :
P : Mau kemana?
S : Jalan-jalan Bu
P : Pekerjaan?
S: Karyawan Swasta
P : Dimana?
S :Charoen Pokphand
P : Apaan tuh?
S : Satu group ama chicken nugget fiesta
P : Trus mana sampelnya? Bawa ngga?
S : Hehehe..ngga soalnya saya di di divisi ayamnya
– Lalu petugas satu lagi konfirmasi nama dan alamat.
– Scan sidik jari (jari harus bersih dan kering)
– Foto
– Bayar untuk pengurusan paspor yang diinginkan. Saya memilih yang 48 halaman harga Rp. 355,000. Pembayaran bisa langsung debet dengan card dengan logo master. Jika ingin mebayar cash akan diarahkan ke Bank BNI 46 terdekat. Terdekat disana adalah di Ruko Tangcity Tangerang. Jadi kalau ke bank harus bolak balik.
– Setelah membayar dengan debet akan mendapat 1 lembar kertas kwitansi dan jadwal pengambilan passport. Saya mendapat 3 hari setelah itu dan bisa diambil setelah jam 13.00
– Jam 11.00 alhamdulillah pengajuan selesai.

Pengambilan Paspor , 30 Januari 2015

Dengan bekal kwitansi saya meluncur ke Kanim Tangerang. Karena sampai disana sudah agak siang, jadi sudah agak penuh antriannya. Tapi biasanya untuk pengambilan lebih cepat. Tahapannya :
– Scan kan kode bar yang ada di kwitansi ke mesin antrian. Nomor antrian dan nama kita akan muncul
– Sekitar 1.5 jam mengantri nomor saya muncul di papan antrian dan kita menuju ke loket pengambilan paspor dan menunjukkan KTP asli. Setelah itu kita diminta tandangan 2x di dalam buku paspor. Kemudian diminta untuk fotocopy passport yang sudah ditandatangani. Langsung saja ke koperasi untuk fotocopy (Rp. 1,000/ lembar) dan kembali lagi ke loket pengambilan untuk penyerahkan fotocopyan tersebut dan meminta KTP asli kita.
– Meluncur pulang.
Ternyata membuat paspor sendiri itu tidak serumit yang saya bayangkan sebelumnya. Asalkan semua dokumen lengkap dan kita mau meyempatkan waktu sebentar untuk mengantri lebih awal. Semoga bermanfaat.

Iklan

4 pemikiran pada “Membuat Paspor Sendiri

    1. Form ini sebagai surat pernyataan aja bahwa dokumen dan semua informasi yg kita sampaikan benar. Ditanyakan jg tujuan kita pengajuan untuk apa. Nanti ditandatangani bermaterai. Form gratis bisa minta ke koperasi tapi materainya dari kita sendiri yg 6000. Kl lupa bawa materai bisa beli di koperasi itu juga.

  1. assalamu’alaikum mba rully, mampir lagi sini setelah sekian lama hehe
    waah.. jd teringat pertama kali bikin passport, thn 2006 untuk keperluan kuliah paling memorable pas foto buat passport karena pas difoto saya abis muntah jd semaput deh.. parah abis. dan selama 5 tahun berlaku alhamdulillah bersih karena batal di pake heuheu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s