Tahun Ketujuh, Bahagia Bersamamu

bahagia bersamamu
bahagia bersamamu

Dia masih sama. Masih pendiam jika dibandingkan dengan saya. Masih sangat penyabar, masih penuh perhatian dan masih menjadi suami dan ayah yang super hebat buat keluarga kami. Dan hari ini, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dia lupa hari ini hari ulang tahun pernikahan (sepertinya ada beberapa kali yang ingat). Begitulah dia. Tapi, akhirnya itu tidaklah begitu penting buat saya. Karena yang terpenting, dia adalah suami tercinta dan ayah yang baik bagi anak-anak saya. Ngga seperti ahun lalu, kita merayakan ulang tahun pernikahan keenam dengan menikmati live music di Hard Rock Café, hari ini kita di rumah bersama ank-anak.

Di tahun-tahun pertama pernikahan, saya sering meragukan tentang pasangan hidup yang saya pilih mengingat betapa banyak perbedaan diantara kami. Apakah dia orang yang tepat? Benarkan dia soul mate yang selama ini saya cari? Dan masih banyak pertanyaan yang timbul dari perbedaan yang saya rasakan.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya hal yang sudah saya lalui bersama di dalam pernikahan kami, membuat saya semakin sadar betapa saya sangat mencintainya dan ngga tahu harus bagaimana tanpanya. Hehehe..agak lebay ya. Tapi memang begitu yang saya rasakan. Semua sudah teruji dan bukan angan-angan yang penuh dengan andai-andai.

Perbedaan itu bukan untuk disesali dan dijadikan kambing hitam untuk menyalahkan satu sama lain. Karena perdedaan itu kami menikah. Jadi alangkah ruginya jika hari-hari pernikahan dipenuhi dengan terus mencari perbedaan dan membuat jarak dengan pasangan kita semakin jauh. Jika kembali ke tujuan awal saat menikah, saya ingin bahagia bersama pasangan hidup yang sudah saya pilih dan tentunya juga pilihan Allah untuk saya. Bersyukur atas semua yang sudah saya dapatkan akan membawa saya ke kebahagiaan itu.

Saat ini, dia sedang sakit. Rasanya sedih banget. Biasanya saya yang selalu dimanjakan. Dalam keadaan letih sepulang kerja dia masih sempat memijit kaki saya dan bilang, “Ayah mau cari pahala dulu”. Atau di tengah malam dia bangun untuk sholat malam untuk meminta kepada Allah agar keluarganya selalu dijaga. Dan masih begitu banyak kebaikan yang saya rasakan. Tidak bisa dibandingkan dengan hanya mengingat hari bersejarah yang menurut saya penting.

Semakin berumur pernikahan saya, semakin saya ingin banyak belajar memaknainya. Menikah itu bukan untuk mencari pasangan yang sempurna karena tidak ada satupun manusia sempurna. Kesempurnaan adala milik Allah SWT. Tetapi menikah adalah mencari pasangan hidup yang bisa saling melengkapi dengan sempurna. Dibutuhkan saling pengertian yang terus menerus tanpa lelah. Semua itu demi mencapai tujuan menikah itu sendiri yaitu bahagia bersama.

Rasanya masih banyak PR yang harus saya kerjakan dalam rumah tangga ini. Sebagai seorang istri dan seorang ibu dari Tanisha-Kaira-Raesa yang juga bekerja. Semuanya harus menjadi lebih baik dan baik lagi. Semoga ngga bosen untuk terus belajar. Tujuh tahun bahagia bersamamu, tak akan pernah cukup. Karena saya ingin ini selamanya.

Suami yang begitu baik, anak-anak yang begitu menyejukkan hati. Terima kasih ya Allah atas semuanya. Semoga Engkau senantiasa menjaga keluarga kami dan menjadikan keluarga ini menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah dan berkah. Berikanlah senantiasa kesehatan, kebahagiaan dan kemurahan risky. Amin amin amin ya Rabb.

Selamat ulang tahun pernikahan yang ketujuh.

Tangerang, 31 Maret 2013.

bahagia bersamamu

4 thoughts on “Tahun Ketujuh, Bahagia Bersamamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s