On 2nd June 2012

Kue Ulang Tahun Tanisha yang ke-5🙂

Selamat Ulang Tahun Mba Nisha :) . Pada 2 Juni 2012 kemarin, Tanisha Izzati Nuraisyah anak saya yang pertama genap berusia lima tahun. Terima kasih dan syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT atas anugrah ini. Berkah kesehatan, keselamatan, kecerdasan, keceriaan, kebahagiaan dan kesalehan untuk putri cantikku ini. Terima kasih ya Rabb. Semoga senantiasa Engkau tambahkan nikmat-Mu. Amin.

Seminggu berlalu, tapi Mama tetap akan mengabadikannya disini sayang. Meski tidak ada pesta dan tidak ada Hadiah istimewa. Khusus untuk hari ulang tahunnya ini, Mba Nisha minta kue ulang tahunnya ada Cinderellanya. Kali ini, saya memesan kuenya di salah seorang teman, terima kasih ya Mama Lin Lin atas kue cantik dan lezatnya. Acaranya hanya tiup lilin, menyanyi selamat ulang tahun dan makan kue saja bersama teman-teman sebelah rumah. Hanya bebeberapa anak saja. Itu pun Mba Nisha sudah suka. Acara makan-makannya, hanya kami berempat, yaitu saya, suami, Mba Nisha dan Dek Aira. Teh Isma ngga ikut, katanya mau dibungkus saja dibawa pulang.

Hehehe..ceritanya ngebut nih..okay, berikut suasana saat tiup lilin dan makan kue bersama di acara ulang tahun Mba Nisha yang ke lima :

Tanisha bersama teman-teman dekat rumah🙂

—–

—-

Cerita lain di tanggal 2 Juni 2012.

….

Sepeda Mama diambil maling😦

Sepeda Mama yang paling besar – in memoriam😦

Pagi-pagi setelah shoalat subuh, tiba-tiba Teh Isma dari buru-buru datang dari belakang rumah dan bilang ke suami saya, “Pak sepeda Ibu ngga ada”. Suami saya langsung ngecek, eh memang betul sepedanya ngga ada. Saya yang baru keluar dari kamar mandi dan mau menjemur handuk diberitahu Ayah, “Ma, sepeda mama hilang”. Tapi saya hanya bilang, “Oh hilang, kok bisa? Hehehe..habis jarang dipakai ya jadi hilang deh. Teteh juga ngga jadi belajar naik sepeda ya Teh? Sudah keduluan maling, hehehe..”

Setelah dicek keadaan rumah, ya memang pintu samping rumah terbuka. Posisi kursi bamboo yang seharusnya di teras pindah tempat ke bawah pagar samping rumah. Jadi kesimpulannya, malingnya lompat pagar naik kursi terus mengambil sepeda dan membuka pintu dengan mudah. Sebenarnya posisi sepeda dalam keadaan terkunci. Tapi ya, namanya juga maling, ada aja akalnya.

Lalu Ayah sms Pak RT dam Pak RW, sebagai warga yang baik kan harus lapor. Eh ternyata oh ternyata, Pak RW juga sama, sepedanya diambil maling juga pagi itu. Sementara bapak-bapak lagi pada heboh kehilangan, saya tetep rutinitas pagi belanja sayur di tukang sayur dekat rumah, eh ketemu juga dengan tetangga sebelah juga yang sepedanya juga hilang. Jadi setelah informasi dikumpulkan, di cluster saya pagi itu ada lima sepeda yang hilang dari lima rumah dalam waktu yang sama. Waduh pinter banget tuh maling.

Yang saya khawatirkan sebenarnya bukan karena sepedanya, tapi cluster saya mulai ngga aman. Serem ngebayangin ada maling yang notabene pasti orang jahat masuk ke rumah kita. Waduh sereeem deh. Soalnya ini bukan yang pertama kali kasus kehilangan di cluster. Dalam sebulan terakhir mungkin bisa dibilang 3 minggu berturut-turut. Dari mulai siang bolong ada yang ngangkutin barang ngaku pindahan rumah tapi ternyata maling, ada yang kehilangan burung peliharaan, bukan sembarang burung karena itu burung kontes yang harganya juga lumayan mahal, sepatu, sandal. Benar-benar bikin khawatir. Sejak saat itu keamanan di sekitar rumah sudah diperketat, satpam sudah lebih rajin lagi keliling. Dan yang paling penting dari kita sendiri juga lebih hati-hati lagi dan waspada. Dan yang tidak kalah penting, banyak doa, semoga kita dan keluarga kita selalu dilindungi dari bahaya apapun. Amin.

Cerita sepeda pernah saya tulis juga disini

Ke Jakarta

Siang harinya setelah acara ulang tahun Mba Nisha, saya ke Jakarta, ada pesanan dagangan jadi harus belanja. Hari itu benar-benar seperti diburu waktu. Tapi saat saya naik busway, eh malah kebablasan sampai Blok M. Lalu saya harus putas balik lagi. Tapi saat sampai di Bundaran HI, pas busway di depan saya keluar asap, penumpang langsung dievakuasi. Beruntung tadi saya sabar tidak naik yang busway sebelumnya, jadi saya dapat bus yang dibelakangnya. Saya lihat lama-lama asap mulai banyak. Wah sebentar lagi pasti kebakar nih. Benar saja, api mulai muncul dari belakang bus lama-lama semakin besar dan menghabiskan seluruh bus. Berikut gambar yang saya ambil saat itu :

Ketinggalan Bus Pulang

Pulangnya, saya ketinggalan feeder busway yang ke arah perumahan saya, kalau nunggu jadwal selanjutnya pasti sampai rumah malam banget, padahal ada undangan pengajian dari tetangga yang mau pindah rumah. Wah saya pikir gimana caranya saya bisa pulang dan bisa datang di acara pengajian itu. Akhirnya saya putar arah, jalan kaki dari Ciputra Hotel ke terminal Grogol. Ada ‘omprengan’ kecil jurusan Balaraja yang bisa lewat Bitung. Pas sampai di terminal, saya lihat mobil omprengan itu belum datang. Saya tanya ke tukang gorengan, “Pak Grogol Balaraja blom datang ya?”, dan Bapak itu jawab, Tuh Eneng nunggu aja sama rombongan orang-orang itu sambil nunjuk kea rah belakang saya, replek saya menoleh, Masyaallah!! Buanyak banget ternyata yang sudah ngantri. Waduh bisa dapat ga ya?

Tapi feeling saya bilang, tunggu aja. Sekitar setengah jam, mobil kecil warna merah datang dan langsung diserbu. Rata-rata yang bisa masuk adalah bapak-bapak dengan tambahan extra tenaga dorong dan sikut kanan kiri. Kebetulan pas pintung mobil berhenti di depan saya. Saya ikutan berebut masuk sambil kena dorong sana sini. Akhirnya saya jadi satu-satunya cewe yang bisa naik ke omprengan kecil itu. Setelah saya hitung ternyata mobil sekecil itu diisi 25 orang plus sopir jadi 26 orang. Dan ternyata ada yang nyelip satu di depan saya agak ke bawah deket jendela, Mba-mba yang juga nekat meski ngga dapet tempat duduk. Dan bapak-bapak yang lain seperti biasa, cueeekkk aja mereka. Tapi rejekinya orang hamil juga kali ya akhirnya saya dapat duduk meski cuma nempel doang. Perjalanan lancar, dan Alhamdulillah saya sampai rumah masih sempat mandi lalu ke acara pengajian di rumah tetangga saya.

Malam harinya, setelah shalat magrib, kita berempat, saya, suami dan anak-anak makan di luar karena saya memang tidak sempat masak special di hari itu. Sedihnya, malam itu Aira rewel, badannya anget dan kita buru-buru pulang.

Hari itu, 2 Juni 2012 benar-benar jadi hari yang melelahkan buat saya tapi syukur saya tetap saya panjatkan karena hari itu juga Mba Nisha ulang tahun, sehat, pinter, cantik dan masih banyak berkah yang tercurah buat saya dan keluarga.

5 thoughts on “On 2nd June 2012

  1. Happy Birthday kak Tanisha…semoga jadi putri sholehah…

    Haduh itu maling makin banyak akal ya mbak. Jadi seremm….lebih waspada lagi kita ya…

  2. Once again, happy birthday ya Tanisha…Tuhan berkati selalu…

    Haduh, memang kalo komplek kita sudah mulai didatangin maling, harus lebih hati2 lagi, terutama dalam ngejagain anak-anak. Moga kita selalu dijagai ya jeng…amin🙂

  3. Met Ulang Tahun mba Nisha, sehat2 terus, tambah pinter, tambah sayang mama, ayah dan adek aira.., dan jadi kakak teladan buat adek aira.

    wah..wah.. mba, itu maling mau buka toko sepeda kali ya, koq yg di colong sepeda semua.. ck..ck..

    suka.. sama semangatnya rebutan mobil hehehehe, bisa tau gimana rasanya, karena setiap hari aku juga rebutan naik kereta hihihhi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s