Sekolah untuk Anak Kinestetik

Bulan-bulan mendekati tahun ajaran baru adalah bulan sibuk buat para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya sekolah. Termasuk saya. Sebenarnya ini bukan tahun pertama saya menyekolahkan anak, bahkan sejak tahun kemarin pun Kaira, anak saya yang kedua juga sudah masuk kelas PG. Tahun ajaran baru nanti, Tanisha genap berusia 5 tahun dan akan melanjutkan ke TK B. Adiknya, Kaira, yang bulan Juni nanti usianya 3 tahun 6 bulan akan meneruskan ke TK A. Sejak awal tahun ini, saya dan suami sepakat menyekolahkan Kaira sama dengan Kakaknya dengan pertimbangan lebih mudah jika satu sekolah dan tidak ingin dianggap membeda-bedakan anak.  Saat ini Kaira, PG nya di sekolah dekat rumah. Tapi beberapa hari terakhir ini saya berubah pikiran dan mencari lagi sekolah lain untuk Kaira setelah kepastian hasil tes psikologinya memastikan jika Kaira mempunyai gaya belajar Kinestetik.

Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik cenderung untuk lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui gerakan tubuh atau gerakan tangan sehingga cenderung sering terlihat tidak bisa diam. Sayangnya, anak-nak yang bertipe kinestetik ini sering dianggap sebagai pengganggu atau bahkan anak nakal.

Secara umum, anak bergaya belajar kinestetik ini mempunyai karakter sebagai berikut seperti yang disampaikan di blog ini :

–       Suka menyentuh, merasakan dan memegang sesuatu

–       Rentang perhatian pendek

–       Menyukai kegiatan yang membuatnya terus bergerak dan bekerja

–       Lebih memilih untuk menunjukkan daripada menjelaskan sesuatu

–       Mereka dapat mempelajari sesuatu dengan tangan secara lebih baik, suka mencoba segala sesuatunya sendiri.

Jadi, dengan berbagai pertimbangan maka saya memang harus mencari sekolah yang lebih pas untuk Kaira, meski harus berbeda sekolah dengan kakaknya. Banyak yang merekomendasikan sekolah alam karena itu lebih cocok dengan karakter Kaira. Dulu memang sempat survey dan ada yang dekat rumah juga tetapi pertimbahan kebersihan dan kenyaman serta kesehatan anak, saya urungkan niat tersebut. Maaf, mungkin jika sekolah alam di dekat rumah saya tersebut bisa lebih terawat mungkin saya akan lebih bisa melepaskan Kaira sekolah disitu. Dan pertimbangan di daerah saya, Tangerang yang akhir-akhir ini sering hujan dibarengi dengan petir, sepertinya saya  harus berpikir lagi.

Hasil tes IQ Kaira juga menunjukkan tingkat kecerdasan Kaira yang di atas rata-rata. Sungguh sayang jika saya salah memilih sekolah yang tidak cocok untuk gaya belajarnya. Dulu saya sempat khawatir, Kaira cenderung lebih lama mengerti saat belajar jika dibandingkan dengan kakaknya. Lebih susah diajak konsentrasi, terlihat tidak menyimak saat dibacakan dongeng. Tapi dia sangat cepat jika diminta menyusun puzzle, aktif bermain peran, bahkan bisa menirukan dengan pas gerakan, mimik dan dialog dari film-film yang disukainya. Kaira lebih senang bergaya membacakan dongeng untuk saya daripada dia harus diam menyimak dongeng yang saya bacakan.

Agak sulit mencari sekolah di bulan Mei ternyata, beberapa sekolah yang saya datangi sudah penuh dan sudah tidak membuka pendaftaran. Alhamdulillah, ada satu sekolah yang cukup mewakili keinginan saya untuk mencari sekolah yang pas dengan gaya belajar Kaira, meskipun masih jauh dari ideal. Semoga pilihan saya ini tepat dan yang paling penting tepat buat Kaira untuk mengoptimalkan kemampuannya.

Kaira sangat semangat saat harus menaiki tangga untuk meniti jembatan tanpa harus dibantu (mamanya yang deg2an lihatnya😦 )

Saya yakin, setiap anak terlahir unik dan istimewa dengan kehebatannya masing-masing. Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua untuk mengoptimalkannya. Sebagai orang tua, saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Ada yang bilang ke saya, “Sudah siap menjawab pertanyaan Kaira nanti mengapa dia tidak disekolahkan di sekolah yang sama dengan Mba Nisha?”. Ya, insyaalah saya sudah punya jawabannya, semata-mata karena Mama sayang Kaira. Kaira anak cerdas, berani dan ceria. Mama, Ayah, Mba Nisha dan semuanya bangga. Bismillah. Semoga bisa selalu diberikan petunjuk untuk menjadi orang tua terbaik buat anak-anak.

 

17 thoughts on “Sekolah untuk Anak Kinestetik

  1. wah sekolah alam…mupeng juga mbak..tapi disini nggak ada pilihan banyak mbak…
    itu itu sahaja….jauh banget dengan ditangerang…
    hmm..dilema…..semoga diberi jalan terbaik..
    thanks for sharing…Happy scholling yang kak kaira..:)

    1. sekolahnya ada kerjasamanya ama lembaga gt Mam jd biar tau potensi n karakter masing2 anak
      banyak jg sih, tp aku lupa nama lembaganya apa besok cb aku liat lagi, ga apal nih😀

  2. Semoga Kaira betah dan enjoy dengan sekolahnya yaaa…amin…
    Betul banget Mba, setiap anak unik dan berbeda satu sama lain. Kita sebagai orangtua ga bisa menyamakan pola asuh yang sama untuk masing-masing anak ya…

    #Emang ngeri Mba lihat pose Kaira yang lagi manjat jembatan itu:( takut jatuh….

    1. Setau saya yang lebih cocok untuk anak kinestetik apalagi yang udah tinggi yaitu sekolah alam. Kalau ngga ada sekolah alam bisa ke Montessori School.
      Untuk Sekolah alam di Bandung mungkin bisa ke SAB atau Sekolah Alam Bandung, alamatnya di :
      Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa II no 3 Rt 9 Rw 3 Kel Dago. Kec Coblong. Kota Bandung. Telp. 022 250 16 22 / 022 69793737

      Atau bisa juga : Jl. Bukit Dago Utara I depan no 24

      Admin yg bisa dihub : Eko”bayashi” Kurnianto W 08157141395 ekokurnianto@sekolahalambandung.com
      Untuk lebih detail bisa di lihat di web ini http://sekolahalambandung.com/2011/06/alamat-sab/

  3. Terima kasih atas informasi ini. Saya sangat tertarik dengan konsep sekolah alam. Nah, kurikulumnya bagaimana ya? Misalnya, kalau pelajaran matematika gitu, kira-kira kayak apa cara ngajarinnya ya? Apakah ada pe-er atau buku pelajaran? Terima kasih.

    1. Setau saya ada banyak metode juga meski sama-sama sekolah alam. Yang pernah saya tau, mereka juga pakai buku-buku dari diknas jadi sebagian ya sama dengan yg biasa hanya yang mencolok tempat dan fasilitas sekolahnya.

  4. ass mbak, saya sudah baca blok anda, anak saya jga punya kecerdasan kinestetik, masalahnya ditempat tgl kmi blm ada sekolah alam, jdnya cuma bsa dimasukkan kesekolah umum, saya boleh minta masukkan gak, berdasarkan pengalaman mbak, gmn cara yg tepat untuk mendidiknya, paling gak dirumah, saya bsa mendidiknya dg benar, terima kasih sebelumnya…

    1. Waalaikum salam Mam. Kl anakku kinestetiknya ga terlalu. Untuk sekolah alam kemarin saya jg blom jasi masukkan kesana krn pertimbangan fasilitas dan keamanan anak jg krn yg dekat rumah tempatnya mnrt saya masuh blom sreg.
      Untuk belajarnya saya lebih banyak memberi kegiatan belajar yg berhubungan dg aktifitas fisik yg didalamnya dia bisa langsung terlibat jdnya dia lebih banyak main tp ada belajarnya.

  5. Makasih sharingnya mas…, anak saya, laki2, sama persis dg kaira… Saat ini anak sy berumur 4th.. Sudah pernah disekolahkan di sekolah alam, dan sm dg mas pertimbangan kebersihan akhirnya saya pindahkan ke sekolah nationL plus… Alhamdulillah disekolah yg skrg sekolahnya menerapkan sistem pengajaran yg berbasis: kinestetik, visual, audio. Jadi anak saya pun mendapatkan guru yg terbaik.

    Yang mau saya tanyakan: apakah ada sekolah utk anak kinestetik yang tidak berbentuk sekolah alam?

    1. Saya jg belum tau apa disini benar2 ada sekolah yg khusus untuk anak kinestetik. Tapi menurut saya asalkan sekolah tersebut dapat mengakomodasi atau memenuhi kebutuhan belajar untuk anak kinestetik sih ga masalah mam

  6. Mbaa ank saya jg kinestetik dy aktf bgt tp sy nya yg g pinter Θäπ g bs merawat dgn baik.. Sy srg srskn stres sndr shg tiap kali ank sy mint perhatian malah sy marahi ato bahkan prnh sy pukul pantatnya.. Tp stlh mlkukannya sy menyesaalll skali sungguh sy bnr2 mnyesal (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) tp bgitu bsknya dy gt lg sy lakukn hal yg sama jg😦 sy susah skali menahan emosi sy.. Sy cukup stres dg perubahan dr khdupan saya stlh memutuskn menikah Θäπ akhrnya ank sy yg jd korban.. Sy g mw. MAap yaa jd curhat sy iri mb dg ibu2 lainnya yg bs membesarkan ank dg baik..

    1. Mom Dini, saya bisa merasakan apa mom rasakan juga karena saya juga mengalami, apalagi setelah pulang kerja dalam keadaan yang sedang capek fisik dan pikiran juga. Tapi kembali lagi ke pilihan hidup. Kita sudah memilih untuk menjalani kehidupan rumah tangga, semuanya adalah anugrah dari Allah, termasuk anak, adalah anugrah terbesar juga yang dititipkan untuk kita.
      Saya pun sering emosi, kalau saya minta bantuan ke orang terdekat di rumah, terutama pasangan untuk selalu dan saling mengingatkan dalam hal ini jadi tetap ada kontrol. Saat saya emosi, saya berusaha untuk istigfar dan mengingat Allah, Dia yang menitipkan anak untuk diasuk dan dididik dengan sebaik-baiknya.
      Meski susah tapi harus tetap diusahakan dg maksimal. Dan saat tidak emosi, cobalah masuk ke dunianya untuk bisa bermain dan lebih mamahami anak-anak.
      Sebisa mungkin jangan ada hukuman fisik untuk anak-anak. Lebih sabar. itu juga yang sedang saya pelajari.
      Semangat Mam, pasti bisa. Lihat senyumnya yang polos.
      Salam sayang untuk anaknya ya.

  7. Mbak, saya domisili di Jatiasih, Bekasi.. apakah ada sekolah alam / sekolah utk anak kinestetis di daerah bekasi mbak..? Mohon infonya.. terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s