Ditipu ‘Teman’ dari Dunia Maya

Apa kabar blog? Apa kabar temen-temen blogger? Sudah lama banget belum sempat update atau sekedar mampir ke blog sahabat yang sepertinya banyak yang lagi semangat nulis. Sesaat terbenam di kesibukan kantor. Banyak draft yang masih nyangkut tapi saya pikir harus menyempatkan diri untuk posting tentang hal yang satu ini.

Sebenarnya saya tidak mau cerita karena itu berarti mebuka ‘kebodohan sendiri’. Tapi setelah saya pikir-pikir, mungkin ini akan bermanfaat buat orang lain. Semoga. Berawal dari sekitar setahun lalu.

Ada seseorang yang meminta saya untuk menambahkan dia sebagai teman di facebook. Disertai dengan dia memperkenalkan diri dia. Kemudian dia bilang kalau dia terkesan dengan saya dan keluarga saya, terutama anak-anak saya. Orang ini mengaku bernama Bule (disamarkan), 42 tahun yang seorang single parent karena istrinya sudah meninggal karena cancer dan kemudian disusul ayahnya juga meninggal. Dia punya seorang putri berumur 11 tahun yang tinggal di bersama ibu mertuanya. Jeff ini mengaku tinggal di Manchester City. Pekerjaan Engineer dan sering kerja di offshore.

Singkat cerita dia sering menanyakan kabar tentang saya dan keluarga dan terkesan juga dengan tulisan-tulisan saya di blog. Saya tidak pernah terfikir untuk curiga atau semacamnya. Karena dia juga sering mendoakan saya dan keluarga dalam pesan-pesannya yang masuk. Sampai seminggu yang lalu dia bilang mau mengirimkan paket untuk saya dan keluarga, terutama anak-anak sebelum berangkat ke offshore. Katanya, dia memang suka anak-anak dan meminta alamat saya. Sekali lagi tanpa curiga saya memberikan alamat lengkap saya. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan ke farm. Kemudian untuk alasan keamanan paket dia meminta alamat email dan juga no HP. Lagi-lagi saya memberikan semuanya tanpa curiga. Senin kemarin, 30 April 2012, pagi-pagi sekali ada sms masuk dengan kode telepon Negara Malaysia +60123776XXX. Karena saya merasa tidak kenal ya sudah saya biarkan saja. Kemudian sms masuk lagi yang menerangkan bahwa dia orang custom dari Malaysia yang menangani transit paket. Kemudian dia menelepon. Intinya paket saya sudah dia terima dan untuk meneruskan paket tersebut harus membayar pajak sebesar 650 USD. Cukup kaget juga, kenapa saya harus bayar? Tapi kemudian si Bule ini menelepon juga menjelaskan bahwa benar itu paket yang dia kirim dan karena dia sedang di offshore, dia minta saya bantu untuk transfer dulu uangnya dan secepatnya nanti akan dia ganti. Saya masih bingung, kenapa saya harus bayar. Tidak lama kemudian dari custom Malaysia itu telepon lagi dan entah kenapa saya jadi panic. Dibarengi dengan pesan masuk dari si Bule ini lagi.

Akhirnya waktu itu yang ada di pikiran saya adalah mentransfer sejumlah 650 USD saat itu juga. Tapi waktu itu salah satu ATM saya hilang. masih ada ATM saya satu lagi. Uangnya tidak cukup. Hanya cukup senilai 400 USD. Mereka kemudian tetap menelepon secara bergantian. Akhirnya sepakat 400 USD tidak masalah. Saya pun mentransfer via Western Union, sesuai permintaan mereka ke alamat : Name: HF. Address: xx-xx Jalan Medan Lyn xx/x Jalan SS, 50400 KL. Malaysia.

Dengan perasaan campur aduk, seingat saya sambil menangis, saya tetap transfer. Kemudian setelah saya kasi PIN ke mereka, ada telepon masuk lagi dan bilang bahwa di paket yang akan saya terima itu setelah di scanning ada banyak uang yang diselipkan di box. Kemudian si Bule itu bilang dia mengirimkan ngga cuma barang tapi juga cash dalam box paket itu. Dari custom bilang saya bias dikenai pasal pencucian uang. Dan itu akan berat hukumannya. Saya semakin bingung. Kemudian dia bilang jika mau cepat direlease, saya harus mentransfer lagi senilai 2450 USD. Saya sempat shocked, dari mana uang sebanyak itu. Tapi waktu itu yang saya pikirkan hanya transfer uang dan urusan selesai. Beruntung, sudah sore dan bank sudah tutup. Jika saya tarik tunai pasti pengambilannya terbatas oleh limit. Maka saya sanggupi untuk mentrasfer uang besok pagi-pagi sekali setelah bank buka sekitar jam 9 pagi.

Masih dengan menangis dan bingung juga takut, saya sholat magrib. Setelah sholat saya kemudian melihat satu nama dari list BBM, dan itu nama jeng Indah. Intinya saya mau minta pendapat dia. Sedikit-demi sedikit saya seperti sadar bahwa ada yang ngga beres nih. Saya sudah ditipu. Sempat takut pulang. Tapi setelah tenang, saya pulang. Terima kasih banyak ya jeng, untungnya waktu itu pas langsung dibalas. Malamnya saya cerita semuanya ke suami saya. Alhamdulilah, saya punya suami yang begitu baiknya.

Keesokan harinya, sesuai dugaan, kedua orang itu menghubungi lagi untuk meastikan saya mentranfer uangnya lagi. Tidak saya tanggapi. Ancaman demi ancaman masuk. HP saya matikan. Tapi hari itu saya harus menjamu tamu kantor, jadi HP saya nyalakan lagi untuk bisa berkomunikasi sama orang-orang kantor, karena saya pergi keluar. Alhamdulillah saya bisa menghadapi mereka dengan tenang. Meski ancaman bertubi-tubi datang dengan tuduhan penadah pencucian uang. Sempat saya mengaku sudah mentransfer dan memberikan nomor PIN palsu. Awalnya mau membalas balik tapi saya pikir ngga ada gunanya toh uang yang sudah saya transfer ngga pernah akan kembali. Ucapan ini yang terakhir saya bilang ke dia :

Nonsense about the package coz I knew you never sent it. I do not think that you are a criminal. Together with your Malaysian criminals friends. I thought we were friends and I think you really care about me and my family. In my life, I’m just trying to think positively and do good to all people. But my kindness was exploited by evil minded people to earn money by not commendable. May God forgive your sins. If you get older, you may not die in a tragic return of your owns actions. Really stupid believes you. I was already losing money but I did not lose my human heart. Your parents must be very embarrassed to have son like you. Get away from my live. God blessing. (hahaha..ngga tau bener apa ngga tuh kalimat, tapi kemarin bener-bener berasa latihan speaking hahaha)

Setelah itu, biasa banyak pembelaan diri dan dibarengi ancaman dari Malaysian itu lagi. Sampai pada ucapan dia setelah itu sempat mendoakan saya dan keluarga. Kata jeng Indah, udah nipu masih bisa ngedoain pulak hehehe.. Ya, saya amini saja. Sebenarnya saya mau link FB dia, tapi keburu dia hapus.

Tapi saya sempat nemu profile dia yang dia pasang juga di situs yang lain :

—————–

About Me (si Bule) Male 42 Malaysia. I am very simple but then i will like to meet real people here…….. I was born and grown up in Australia, my father was working in CEO building ABC bhd based before his death.I am a mechanical Engr, totally into ship repair, I have been in Afghanistan for 3 years where i go for offshore work.. Location XXXXkm  (di akun FB nya tinggal di MC bukan Malaysia) Kampong Kuala Kedah Negeri Kedah Malaysia ———————

Buat temen-temen mungkin bisa waspada dengan nama atau profile tersebut. Fotonya saya hanya sempat dapat 1 sebelum dia hapus akunnya :

Memang terkesan bodoh banget tapi bisa jadi menimpa siapa saja karena saat kejadian semuanya seperti blank dan seperti orang linglung. Bahkan setelah kejadian ini saya dapat cerita dari teman-teman, ada dari teman bahkan keluarga mereka juga pernah mengalami. Ada yang sampai menjual rumah dan diterlantarkan di Malaysia sono sampai keluarganya menjemput kesana.

Banyak hikmah yang saya ambil sebagai pelajaran hidup saya dari peristiwa ini. Bahwa sebenar-benarnya orang yang perduli sama kita adalah keluarga dan sahabat. Jangan mudah percaya sama orang lain apalagi di dunia maya. Tetap libatkan keluarga, teruatama suami (buat saya) sebagai filter terhadap apa yang akan kita lakukan. Dan yang paling penting, perbanyak mengingat Allah, banyak berdoa agar kita selalu dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik di sekitar kita yang setiap saat bisa saja mengancam.

Semoga dengan sharing ini, bisa membuat kita lebih waspada. Sekali lagi terima kasih buat suami tercinta atas segala kebaikan dan pengertian serta doa. Buat anak-anak dan keluarga serta buat jeng Indah – Mama Athia yang sudah mau saya ganggu waktu itu dan menenangkan saya.

Terima kasih ya Allah.

*maaf jika ceritanya terkesan terburu-buru🙂 karena memang buru-buru nih hehehe

9 thoughts on “Ditipu ‘Teman’ dari Dunia Maya

  1. Ya allah mbak astagfirullah, semoga Allah memberi peringatan buat orang orang yang keji macam itu..memanfaatkan kelamahan wanita untuk diperdaya…
    thanks for sharing, butuh keberanian yang besar tentunya untuk menuliskan ini, dan ini amat sangat berharga untuk kita lebih waspada dan hati hati mbak..
    insyallah uang itu akan diganti sama allah berkali kali lipat mbak, *percayalah, allah begitu sayang..DIA menguji kita, DIA pula yang memberikan gantinya, insyallah…sabar mbak…
    mereka akan menerima pembalasan yang setimpal dengan perbuatan mereka mbak…..

  2. Duh, mmg kejadian kek gini bs terjadi pada siapa aja, jeng Rul. Beberapa wkt lalu jg temen ktr ku ditipu sama org malaysia, habis 180jt dlm bbrp jam. Memang klo diinget2 lg kok keknya bodoh banget, tp pada saat kejadian sptnya kok semua terasa masuk akal😦

    Syukurlah kamu gak rugi lbh banyak lg ya jeng. Dan beruntung punya suami yang super sayang pada dirimu…#pelukRully

    1. makasiii banget supportnya jeng🙂 ati2 juga yaaaa apalagi sekarang kan mamaRaja udah jadi seleb blog🙂
      wuih banyk jg ya yg ketipu ama orang Malay…smoga ga ada lagi deh
      makasiiii #pelukjuga

  3. jadi perhatian dan pelajaran yang berharga banget, tapi aq cukup selektif milih temen di fb jeng rully😉

    gak musti org malay, mungkin orang di sekeliling qt juga ada…semoga ini yang pertama dan terakhir

    u never lose ur human heart mom…sippp…salut juga buat suamimu

    1. hehehe..pengennya sih selektif juga jeng tp krn aku juga jualan kadang bingung juga kl mau pilih2..
      yup bener, smoga bs lebih waspada🙂
      Thanks ya🙂
      btw aku ijin link blognya ya😉

  4. Ya Allah mbak….turut prihatin, tapi terima kasih udah sharing, buat kita semua jdai lebih hati2 dalam memilih teman…

    Semoga diganti Allah berlipat2 ya jeng….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s