Sebelum Saya Menjadi Seorang Ibu

Sebelum saya menjadi seorang ibu,

Saya tidak pernah berfikir kapan saya bisa tidur nyenyak. Saat pulang kerja saya bisa saja langsung tidur. Posisi tidur juga sesuka hati saya. Tidak ada yang berani membangunkan saya tengah malam hanya sekedar minta dibuatkan susu atau sekedar ingin dipeluk. Saya bisa begadang semalam suntuk karena memang saya ingin menonton film atau membaca novel kesukaan.

Sebelum saya menjadi seorang ibu,

Saya tidak pernah diludahi, ada yang pipis atau pup di baju saya. Harus berhenti makan demi mengganti popok seoarang anak.

Sebelum saya menjadi seoarang ibu,

Saya tidak pernah tersandung mainan saat menyapu lantai. Melihat pemandangan coret coret tembok sepanjang cat dinding rumah. Dan membersihkan muntahan di lantai.

Sebelum saya menjadi seoarang ibu,

Saya tidak pernah begitu terharu hanya dengan memandangi seorang bayi. Saya tidak pernah lebih merasa bahagia dengan berlama-lama memandangi bayi yang sedang tidur. Saya tidak pernah merasa tiba-tiba air mata menetes karena terlalu bahagia saat pertama kali dipanggil ‘m-a-m-a’.

 Sebelum saya menjadi seoarang ibu,

Tidak pernah begitu khawatir saat seoarang anak demam dan setiap jam memastikan dia membaik sehingga lupa kalau sudah tidak tidur semalaman. Belum pernah merasa jantung seolah-olah mau copot saat tau anak terjatuh saat bermain. Tidak tahu akan pernah merasa selau tidak tenang jika belum memastikan anak-anak baik-baik saja.

Sebelum saya menjadi seoarang ibu,

Tidak pernah merasa sesabar itu mengajarkan semua hal yang baru pada anak-anak meski hanya mengenalkannya dengan sebuah warna. Tidak pernah merasa istimewa bisa menyuapi seoarang bayi. Belum pernah begitu bersemangat membacakan dongeng pengantar tidur.

Sebelum saya menjadi seoarang ibu,

Saya tidak pernah tahu betapa seseoarang yang begitu mungil awalnya bisa merubah seluruh hidup saya, perasan saya dan tujuan hidup saya. Saya tidak pernah tahu sebelumnya bahwa akan mampu merasakan begitu banyak hal yang membuat hidup lebih berarti sebelum saya menjadi seoarang ibu.

Sekarang saya tahu, semua alasan yang dilakukan ibu saya dari saya kecil sampai sekarang. Cinta yang tulus.

Selamat Hari Ibu buat semua Ibu yang ada di muka bumi ini..

Spesial Cinta dan terima kasih yang tak terhingga untuk Mama tercinta ..I Love you Mama

*Seharusnya tulisan ini saya posting tanggal 22 Desember kemarin, daripada tidak diposting lebih baik terlambat deh  :)

10 thoughts on “Sebelum Saya Menjadi Seorang Ibu

  1. Mbak…… menyentuh…mengiyakan semua tulisan mbak rully diatas..
    idem *halah nggak kreatif yo..hehehe tapi asli itulah semua yang terjadi kalo kita jadi ibu..semua yang mbak tulis diatas masyallah detail dan saya rasakan persis….tapi itulah nikmatnya menjadi ibu..dan betapa itulah akhirnya jawaban atas pertanyaan kita “seberapa banyak ibuku kita mencintai kita??” nah itulah jawabannya ketika kita merasakan jadi seorang ibu..nggak perlu dengan penjelasan panjang panjang…akan menjawab semua itu….
    Happy mother’s day juga mbak..maaf telat…tapi lebih baik telat kan daripada enggak sama sekali🙂
    I like this posting 🙂

    1. rasa yang dirasakan hampir sama oleh semua ibu..hehehe..
      iya jadi semakin ngerti ya gimana perasaan ibu2 kita
      siipp jeng..Met Hari Ibu ya salam juga buat Eyang Utinya Kinan🙂

  2. sangat pas postingan di atas…setidaknya itulah yang saya lihat dan rasakan dari ibunya anak anak di rumah…tak kenal lelah pantang menyerah… begitu dalam dan tulusnya merawat dan mencitai keluarga..
    apalagi ingat perjuanganya saat mengndung si bungsu..7 bulan tidak pernah makan..setiap malam terjaga tahu panjangnya malam…tapi tak pernah mengeluh..subhanalloh…

    selamat hari ibu …

  3. Mba Rully ini emang bakat nulis banget (eh, udah berkali-kali loh aku komen begini, hehehe)….secara memang tulisannya mampu menyentuh hati pembaca, dalem banget….I only read and say yes to myself…tulisan Mba benar-benar mewakili bagaimana perasaan kita setelah menjadi ibu….

    Met hari ibu juga ya Mba…..semoga kita menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak kita…amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s