Stroke

stroke

Pagi ini sempat shock dan lemes banget waktu telepon ke Semarang, ke rumah orang tua saya. Waktu itu yang angkat telepon adik saya yang bungsu, bilang Bapak sakit. Pagi ini tiba-tiba susah bicara dan menggerakkan tangan. Rasanya udah ngga bisa mikir apa-apa selain satu hal, ‘stroke’. Pengen segera ada di sana dan memastikan keadaan Bapak. Tapi cukup lega, adik saya sudah langsung membawanya ke rumah sakit, meski pikiran dan hati saya tetap saja tidak tenang.

Menurut adik saya yang ketiga, Kiki, Bapak sedang menuju ke rumahnya, tapi ditunggu-tunggu kok lama. Ternyata Bapak merasakan kesemutan di tangannya dan susah menggerakkan bibir, susah bicara. Alhamdulillah masih bisa membawa motor sampai rumah Kiki. Saat itu juga Kiki langsung membawa Bapak ke rumah sakit. Dokter bilang gejala stroke.

Sebenarnya anjuran dokter Bapak sebaiknya dirawat di rumah sakit, tapi Bapak minta obat jalan atau rawat jalan saja, dan tinggal di rumah. Sebenarnya Bapak tetap masih mau bekerja di bengkel, tapi untungnya Kiki melarang. Yang benar saja?!! Bersyukur Bapak mau sarapan, minum obat dan istirahat. Dalam 1 – 2 hari ini jika tidak membaik, kami tetap akan membujuk Bapak untuk dirawat saja di rumah sakit. Semoga bapak cepat sembuh. Semoga Allah selalu melindungi dan senantiasa memberikan berkah kesehatan untuk beliau. Amin.

Stroke adalah salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Tapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Dan saya yakin Bapak saya akan termasuk dalam kategori yang dapat disembuhkan. Amin.

Sepagian ini, saya jadi baca-baca lagi artikel tentang stroke. Bagaimana itu bisa terjadi, factor-faktor penyebabnya, orang-orang yang beresiko terhadap penyakit ini, pencegahan dan pengobatannya. Minimal saya dapat informasi tentang makanan apa saja yang harus saya anjurkan untuk Bapak dan hal-hal lain yang dapat membuat beliau cepat sembuh. Jadi, saya pikir  tidak ada salahnya saya sharing disini. Siapa tahu mungkin ada masukan dari temen-temen lain yang lebih tahu.

Sebagian besar stroke terjadi akibat adanya penyumbatan aliran darah di arteri yang menuju otak. Ketika kondisi ini terjadi maka bagian otak yang tidak mendapatkan asupan darah cukup berisiko mengalami kerusakan, dan tidak bisa mengendalikan fungsi tubuh. Kerusakan yang timbul bisa bersifat sementara atau permanen, sebagian saja atau keseluruhan tubuh. Semakin cepat penanganan yang diberikan, maka semakin cepat darah yang bisa menuju otak sehingga kerusakan bisa diminimalkan.

Tanda-tanda datangnya stroke, antara lain yang dapat dikenali yaitu :

  1. Mengalami mati rasa atau kelemahan secara tiba-tiba di lengan, wajah atau kaki, terutama jika hanya terjadi di satu sisi tubuh saja.
  2. Mengalami kebingungan serta kesulitan untuk berbicara dan memahaminya secara tiba-tiba.
  3. Mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata secara tiba-tiba.
  4. Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba-tiba.
  5. Tiba-tiba merasa sakit kepala yang parah tanpa diketahui penyebabnya

Disarankan uuntuk segera segera mendapatkan bantuan medis jika melihat atau mengalami gejala tersebut, bahkan jika gejala yang muncul fluktuasi atau hilang timbul. Karena mendapatkan pertolongan dalam waktu 60 menit sejak gejala pertama muncul bisa membantu memaksimalkan efektivitas evaluasi dan pengobatan.

Sayang..Call 9-1-1 tidak bisa diterapkan di negara kita ini

Orang-orang yang rawan terkena stroke adalah:

  1. Orang yang memiliki aterosklerosis (pengerasan di arteri)
  2. Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol
  3. Memiliki tekanan darah tinggi
  4. Punya tingkat kolesterol yang tinggi
  5. Perokok
  6. Orang yang pernah mengalami serangan iskemik transient (Trancient Ischemic Attack/TIA) sebelumnya
  7. Penderita penyakit jantung
  8. Memiliki penyakit carotid artery (penyakit pada arteri yang membawa darah ke otak)

Jika diketahui memiliki faktor risiko terhadap stroke, maka dianjurkan melakukan hal-hal berikut sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari serangan stroke yaitu:

  1. Mengikuti saran dokter untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap normal
  2. Menghindari makanan yang tinggi lemak dan kolesterol, serta mengonsumsi sedikit sodium (garam)
  3. Menjaga kadar gula darah agar tetap terkontrol
  4. Segera berhenti merokok, jika memang tidak merokok maka jangan pernah memulainya dan hindari asap rokok
  5. Menjaga berat badan agar tetap sehat, karena berat badan yang berlebih bisa memberikan kontribusi terhadap faktor risiko lain untuk stroke
  6. Berolahraga secara teratur, karena bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik HDL dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh seperti pembuluh darah dan jantung.
  7. Jika tergolong penyuka alkohol, maka batasi asupan alkohol yang dikonsumsi atau berusaha ke tahap berhenti mengkonsumsi.

Dan berikut ini sejumlah saran dari Harold P. Adams, Jr. MD., profesor neurologi di University of Iowa Hospital and Clinic, Iowa City, AS., untuk mengurangi risiko stroke (beberapa hal sama dengan langkah-langkah pencegahan di atas).

Tips Mencegah Stroke :

 1. Periksa tekanan darah secara rutin. Riset menunjukkan, rajin kontrol mengurangi 40 persen risiko stroke. “Mengontrol tekanan darah tinggi itu vital bagi pencegahan stroke,” ujar Prof. Adams. Bila lebih dari 140/90, berarti tekanan darah Anda tinggi. Usahakan untuk menurunkannya.

2. Singkirkan tembakau. Hasil studi memperlihatkan, menjauhi tembakau mengurangi risiko stroke sampai 33 persen. “Tidak ada istilah merokok sedikit. Harus berhenti sama sekali, sejak saat ini!” tandas Prof. Adams.

3. Periksa leher Anda. Mintalah dokter mendengarkan bunyi mendesing di leher Anda. Ini terutama penting jika Anda mengalami aterosklerosis (pengerasan dan penebalan pembuluh darah) yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah.

4. Lakukan latihan olahraga. Riset menunjukkan, mereka yang mulai latihan pada usia antara 25-40 tahun, risikonya terserang stroke berkurang 57 persen. Sedangkan yang mulai latihan saat usianya 40-55 tahun, kesempatannya 37 persen lebih baik untuk terhindar dari stroke.

5. Asal hijau atau oranye, santap saja. Terlalu dini menyebut beta-karoten dapat mencegah stroke. Tapi makan sayur dan buah (sumber beta-karoten) lebih banyak setiap harinya, kata Prof. Adams, sangat baik.

6. Makanlah potasium. Riset menegaskan, mengkonsumsi makanan kaya potasium sehari-hari, mengurangi risiko stroke 40 persen. Kentang adalah sumber potasium yang baik, selain alpukat, kedelai, pisang, salmon dan tomat. Ada sumber lain mengatakan secara rutin mengjkonsumsi pisang, 1 buah setiap hari, bisa megurangi resiko terkena stroke karena kandungan potassium pisang yang tinggi.

7. Kenali kandungan aspirin. Memang aspirin sering disebut bisa membantu mencegah stroke. “Tapi kalau Anda tidak memiliki risiko stroke, dampaknya bisa kurang baik,” ujar Prof. Adams. Konsultasilah pada dokter.

8. Kurangi lemak. Apa yang baik bagi jantung Anda, baik pula bagi otak. Menjaga kadar kolesterol berarti menghambat aterosklerosis dan stroke. Makanlah lemak tidak lebih dari 25 persen kebutuhan kalori.

9. Jauhi alkohol. Kalau Anda belum berkenalan dengan alkohol, lebih baik tidak usah kenal, walau ada penelitian yang menyatakan bahwa dalam jumlah tertentu bisa mencegah stroke dan serangan jantung. Sebab, tidak pernah jelas ukuran minum secukupnya itu.

(Sumber : kompas.co.id & berbagai sumber; Foto : internet )

Saya yakin, kita semua berharap penyakit stroke ini tidak akan pernah singgah di tubuh kita, keluarga kita, saudara, teman,atau siapapun juga. Sejenak hal ini seperti mengingatkan saya kembali betapa pentingnya hidup sehat dengan menjalankan pola hidup yang sehat juga tentunya.

10 thoughts on “Stroke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s