Piala Pertama

Tanisha dan piala pertamanya

Hari Selasa kemarin, 14 Juni 2011, saya cuti kerja lagi karena ingin mendampingi Tanisha (anak saya yang pertama) ke acara perpisahan sekolah yang diikuti sekolah-sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Play Group (PG) sekecamatan Panongan, Tangerang. Di acara tersebut Mba Nisha, panggilan sehari-harinya,  akan menari sebanyak dua kali bersama teman-temannya. Menari lagu Manuk Dadali dan Burung Hantu. Untuk acara menari, ini adalah pentas yang kedua setelah acara ini. Di pentasnya yang kedua, Tanisha sama sekali tidak terlihat canggung. Bahkan saat tarian Burung Hantu, kasetnya sempat rusak, seperti lagu burung hantu versi rap, anak-anak bahkan terlihat ceria tidak panik atau malu, hehehe..lucu.

Menari Burung Hantu dengan Ceria

Di acara perpisahan tersebut saya baru tahu ternayata ada pembagian piala untuk anak-anak berprestasi. Nama Tanisha adalah salah satu yang dipanggil untuk naik ke atas panggung. Tanisha masuk kategori anak berprestasi dalam Bahasa Inggris. Perasaan saya saat itu campur aduk antara senang, terharu, bangga dan syukur. Meskipun ini adalah prestasi dalam lingkup yang amat kecil, hanya dari masing-masing sekolah, tetapi perasaan sebagai seorang ibu sangatlah luar biasa takkan terbayar oleh apapun juga (hehehe..mulai deh lebay😀 ).

Penerimaan Piala

Piala anak berprestasi dalam Bahasa Inggris ini adalah piala pertama buat Tanisha sekaligus pengalaman pertama juga buat kita sekeluarga. Sebelum menerima piala, Tanisha sempat dites dulu kemudian menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Alhamdulillah, artikulasinya cukup jelas dan lancar. Sambutan tepuk tangan penonton membuatnya merasa semakin percaya diri (nah ini yang perlu digaris bawahi).

Pulang dari acara perpisahan itu Tanisha seolah-olah tidak mau lepas dari pialanya, selalu dibawa kemana-mana. Bahkan ia berjalan ke luar rumah dan menunjukkan ke semua tetangga yang di lihatnya. “Tante, lihat deh Mba Nisha dapet piala loh, piala bahasa inggris“, sambil menunjukkan piala ke Tante Shinta tetangga depan rumah dan meneruskan ceritanya tentang kronologis perolehan piala itu. Atau saat mau ikut Mamanya latihan bulu tangkis di lapangan, “Ma, pialanya boleh dibawa ngga? Vina kan belum lihat piala ini.” “Tidak usah dibawa Nak, nanti aja pas Vina main ke rumah, kalau dibawa-bawa nanti jatuh malah rusak, sayang kan?”. “Pialanya harus dijaga sama dirawat ya Ma?”. “Ya iya, biar ngga rusak”, jawabku sambil tersenyum.

Sengaja saya tidak memberitahu Ayah tentang hal ini, tapi Ayah sudah terlanjur melihat postingan photo Tanisha membawa piala di facebook Mama. Dengan sangat penasaran Ayah langsung terburu-buru pulang. Untuk yang kesekian kalinya Tanisha menjelaskan kronologis bagaimana ia mendapatkan piala itu, kali ini kepada ayahnya.

Piala ku🙂

Piala atau penghargaan apapun itu, tetap memberikan kebanggaan tersendiri buat penerimanya. Hal-hal positif yang di dapat dari perolehan piala prestasi antara lain :

–          Memberikan rasa bangga

–          Dapat termotivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi

–          Menumbuhkan rasa percaya diri

–          Dapat menumbuhkan rasa menghargai usaha dan kerja keras

–          Untuk orang tua dapat lebih mengetahui potensi,minat dan bakat anak

Oh iya, ada yang terlewat, sesampainya di rumah saya baru sadar, ternyata kita tidak punya lemari maupun meja untuk meletakkan piala itu di rumah. Sabar ya Mba Nisha, nanti mama mau ngumpulin uang dulu untuk beli lemari buat piala pertamamu. Insyaallah nanti lemari itu akan penuh dengan piala dari prestasi-prestasi yang membanggakan. Amin.

5 thoughts on “Piala Pertama

  1. Subhanallah…selamat ya mba…tentu ini juga karena kerja keras ortunya..wah perlu belajar banyak nih dari mba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s