Semua Anak Itu Pintar

Mempunyai anak yang sehat dan pintar adalah dambaan setiap orang tua. Apalagi mempunyai anak yang kecerdasannya di atas rata-rata anak sebayanya pasti akan membawa kebanggan tersendiri buat orang tuanya. Namun, seringkali harapan orang tua terlalu berlebihan terhadap anak-anaknya sehingga jika harapan tersebut tidak tercapai yang timbul adalah sikap yang terlalu menuntut kepada anak. Hasilnya, bukannya semakin berkembang dengan baik, tetapi anak akan semakin tertekan dan tidak dapat mengoptimalkan kecerdasan yang sudah ia miliki.

Perlu diingat bahwa setiap anak itu cerdas. Tetapi kercerdasan masing-masing anak berbeda-beda. Ada yang cerdas  matematika/logika, biologi, alam, musik, bahasa/berbicara, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus tahu apa sebenarnya bakat dan minat anak agar dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan yang sudah dimilikinya. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui bakat anak antara lain :

– Selalu mengamati perkembangan anak, dan membuat catatan tersendiri

– obseravsi apa yang disukai anak dengan sering mengobrol atau berkomunikasi dengan anak

– memberikan waktu lebih bayak untuk menemani anak bermain

– stimulus anak dengan berbagai macam mainan yang sesuai dengan umurnya

– tidak memaksakan kehendak terhadap anak

– sebaiknya jika anak masih berumur di bawah 5 tahun, orang tuanya, terutama ibunya jangan terlalu sibuk karena pendampingan pada umur-umur tersebut sangat dibutuhkan (pendapat dari Kak Seto, yang saya lihat dari tanyangan di salah satu stasiun televisi siang ini).

Banyak orang tua yang menjadikan nilai di sekolah atau rapor sebagai tolak ukur kepintaran anak padahal itu adalah sebagian kecil reward dari kegiatan belajar di sekolah. Proses dalam pencapaian hasil tersebut yang seharusnya menjadi fokus perhatian orang tua. Dalam perjalan proses tersebut, peran orang tua juga sangat penting. Motivasi, penanaman nilai-nilai moral serta kasih sayang dari orang tua membantu menjadikan anak yang lebih berkualitas. Tidak hanya pintar secara akademis tetapi jujur dan percaya diri serta peka terhadap lingkungan di sekitarnya.

Banyak orang tua juga yang rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pengakuan bahwa anaknya lebih baik dari yang lain, misal dengan menyogok untuk masuk sekolah favorit, mencontek atau melakukan hal-hal curang lain. Ini akan menjadi cikal bakal tumbuh suburnya budaya korupsi dan nepotisme.

Tidak sedikit orang-orang sukses yang sudah menginspirasi banyak orang di dunia ini yang tidak mempunyai background akademis yang bagus tetapi dengan kecerdasannya dan kemampuannya di bidang lain yang mereka sukai mengantarkannya menjadi orang-orang sukses.

Jadi, tidak sepatutnya kita merasa minder dengan perkembangan anak-anak orang lain yang kita rasa lebih. Begitu juga dengan orang tua yang mempunyai anak-anak pintar, tidak selayaknya meremehkan perkembangan anak-anak lainnya yang dirasa lebih tertinggal. Padahal belum tentu anak yang dirasa lebih akan lebih sukses nantinya dan sebaliknya. Anak adalah hal sempurna yang dititipkan Tuhan kepada kita. Tetap sebagai orang tua, harapannya adalah semoga anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, pintar, kreatif, cerdas, berakhlak mulia, sukses dan bahagia. Amin.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

6 thoughts on “Semua Anak Itu Pintar

  1. Saya setuju banget dengan semua yang ditulis di sini, mbak. Setiap anak cerdas, tinggal pintar2nya orang tua memahami dan mengoptimalkan kecerdasannya.

    Tks buat tulisan ini mbak Rully, penting banget untuk orang tua selalu mengingat dan mengaplikasikannya…

  2. bagus bangeet tulisanyya bund. Kita sebagai orangtua hanya mendampingi dan mengarahkan bakat serta minatnya saja. ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s