Dongeng by Request

Kura-kura dan Kancil *image by CAZIBTFY

“Ma, sekarang Mba Nisha mau didongengin Kancil dan Buaya”, pinta Mba Nisha sebelum tidur. “”Ade mau dongeng Kanguru aja”, Ade Aira minta didongengin juga ngga mau kalah. Begitulah anak-anak, setiap mau tidur selalu minta didongengin dulu. Dulu saya tinggal baca saja dari buku fabel atau dari majalah bobo tapi sekarang mereka minta dibacakan dongeng sesuai dengan judul yang mereka mau. Jika judulnya tentang cerita yang umum mungkin tidak begitu susah tapi mereke mintanya suka aneh-aneh. Misalnya, Cerita tembok dan lemari; Brokoli dan teman-temannya. Gayung dan sabun mandi, Hiu dan Sepatu,  Botol Susu dan Dotnya dan masih banyak lagi. Jika sudah begini saya harus siap-siap mengarang indah, hehehehe. Saat mulai cerita harus juga memikirkan endingnya dan pelajaran atau hikmah apa yang bisa diambil sama anak-anak nanti.

Biasanya saya suka menghubungkan dengan perkembangan anak-anak, kejadian-keajdian sehari-hari anak-anak, atau sesuatu yang ingin anak saya lakukan. Waktu minta dibacakan dongeng tentang brokoli dan teman-temannya, saya menggambarkan betapa bergizinya mereka jika dimakan, betapa sedih hati sayur-sayuran itu jika tidak ada yang mau makan, betapa mereka suka sekali bersatu dengan makanan sehat lain untuk masuk ke dalam perut anak-anak. Alhasil, besok paginya saat saya masak sup brokoli, anak-anak sampai nambah makannya🙂 . Senengnya…..

Banyak hal positif yang terjadi sama anak-anak dari dongeng yang dia dengar. Saya juga sangat terbantu. Anak-anak yang biasanya susah sekali makan sayur, sekarang jadi lebih gampang. Sikat gigi yang biasanya dilakukan dengan buru-buru, sekarang mereka jadi lebih enjoy. Dan masih banyak lagi.

Sekarang ini saya sedang menyapih minum susu pakai dot. Kaira susah sekali lepas dari dotnya. Pelan-pelan saya sudah mulai mengurangi frekuensi minum susu pakai dot dan pelan-pelan beralih ke gelas. Kemajuannya masih sedikit, tapi Alhamdulillah ada kemajuan. Dengan bantuan dongeng kadang-kadang dia sudah minta minum di gelas sendiri.

Dongeng sekarang ini mungkin sudah semakin tergeser oleh berbagai acara televisi yang dengan mudah ditonton kapan saja. Atau film-film  dari CD/DVD yang dapat dengan mudah juga dinikmati di rumah. Tapi bagaimanapun juga ada banyak manfaat dari dongeng yang tidak bisa didapat dari sekedar nonton televisi atau film dari dvd, anatra lain :

–       Dapat  mengasah daya pikir dan imajinasi anak. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.

 –       Cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, serta untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, suka menolong, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seperti betapa pentingnya makan sayur,  buang sampah pada tempatnya, menggosok gigi dan lain-lain.. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut.

 –       Dengan dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat membaca pada anak. Diawali dengan buku-buku dongeng yang sering didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lainnya, seperti buku pengetahuan umum, pengetahuan alam, agama dan sebagainya.

–       Dapat memberikan motivasi yang kuat kepada anak. Diharapkan anak termotivasi untuk mencapai cita-citanya. David McClelland, seorang pakar psikologi sosial, mengungkapkan hasil penelitiannya yang menyimpulkan sebuah teori bahwa cerita dongeng untuk anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Dari begitu banyak cerita dari berbagai negara yang dikumpulkan McClelland dan kemudian diteliti, menunjukkan bahwa negara yang pertumbuhan ekonominya sangat tinggi adalah negara yang memiliki cerita dongeng anak mengandung need for achievement ( kebutuhan berprestasi) yang tinggi. Dongeng si Kancil Mencuri Mentimun, menurut Ismail Marahaimin salah satu guru besar fakultas budaya universitas Indonesia, yang saya kutip pada http://www.setiaphari.com, yang sangat populer di Indonesia bisa jadi adalah salah satu penyebab bobroknya mental pemimpin bangsa. Kancil mencerminkan tokoh yang cerdas tapi licik. Secara tidak disadari cerita ini akan melekat dalam alam bawah sadar anak-anak bahwa mental tokoh seperti kancil patut ditiru. Oleh karena itu,perlu digalakkan kembali dongeng anak-anak yang memotivasi untuk berprestasi, yang mendidik dan menumbuhkan keinginan untuk maju.

 Hal-hal yang perlu saya perhatikan dalam mendongeng antara lain :

–       Jika saya membacakan dongen dari buku, saya usahakan sudah membaca duku sebelumnya sehingga lebih mudah dalam menggambarkan situasi dan tokoh dalam dongeng. Selain itu jika saya sudah mengetahui ceritanya maka saya lebih mudah menghubungkan dengan kegiatan sehari-hari yang sedang terjadi.

–       Dalam mendongeng harus memperhatikan pemilihan kata-kata yang tepat untuk anak-anak serta yang mudah dipahami.

–       Tidak ada unsur paksaan atau menggurui.  Biarkan anak memahami sendiri.

–       Jika mendongeng langsung, pilih tokoh yang tepat karena anak-anak cenderung meniru.

–       Sisipkan lelucon dalam dongeng agar anak lebih rileks.

–       Dapat menggunakan alat bantu seperti boneka, mobil-mobilan atau maianan lain.

–       Perhatikan mood anak. Jika anak-anak terlihat tidak suka, tidak antusias atau mungkin lelah, sudahi dongeng tersebut.

–       Lebih banyak cari referensi untuk bahan dongeng agar lebih bervariasi sehingga anak selalu bisa menemukan hal-hal baru dari dongeng tersebut meskipun dengan judul yang sama.

Ayah sedang membacakan komik Mba Nisha saat umur 9 bulan *wah komik Mama tuh yah belum cocok untuk anak 9 bulan - Ayah : gpp Ma Mba Nisha suka lihat gambar aja😀

4 thoughts on “Dongeng by Request

  1. Setuju, mbak, saya juga gak suka dengan dongeng kancil mencuri timun karena menurut saya hampir gak ada nilai moral yang baik di dalamnya.

    Sekarang Raja lagi suka dibacain buku Christopher Tikus Gereja, buku ini buku klasik dan isi di dalamnya sarat dengan pesan moral tapi sangat menarik untuk dibaca.

    Semoga anak2 kita gedenya nanti bisa jadi anak2 yang termotivasi untuk berbuat yang terbaik dengan cara yang benar ya mbak..

    Salam buat mbak Nisha dan Aira🙂

  2. wah iya aku liat di blognya koleksi buku raja banyak juga n bagus2 ya..pasti raja seneng deh🙂

    Betul jeng. Semoga anak2 kita nantinya sukses tapi tetap berakhlak mulia🙂

    Peluk cium juga buat Raja ya dari kami😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s