Kemandirian Pada Anak

Tanisha tidak pernah mau dibantu saat memakai sandal atau sepatunya, dia selalu minta pakai sendiri🙂

Bayi dan anak-anak dalam memenuhi kebutuhannya memang masih sangat tergantung kepada orang lain, baik orang tua atau orang dewasa lainnya. Sejalan dengan pertambahan usianya, anak-anak tersebut akan berkembang menjadi lebih mandiri.  Kemandirian sering diartikan sebagai kempuan untuk dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Termasuk pada anak perkembangan kemandirian umumnya dilihat dari seberapa jauh anak tersebut dapat membantu dirinya sendiri. Memakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri, makan sendiri, dll. Tetapi sebenarnya, kemandirian tidak hanya yang bersifat fisik atau tampak saja, lebih dari itu yaitu psikologis anak. Dengan perkembangan kemandiriannya diharapkan anak juga dapat mengambil keputusan sendiri dan mempertanggungjawabkan atas apa yang ia lakukan. Hal ini terkait dengan kemampuan melakukan sikap yang mengacu pada keberanian untuk menentukan nasibnya sendiri.

Hal yang mendasar dari sikap mandiri adalah rasa percaya diri. Rasa percaya diri pada anak masih dalam tahap pembentukan seiring dengan kesadarannya tentang “Aku”. Semakin dia tau tentang “Aku’, ke’Aku’annya  akan berkembang menjadi rasa ingin tahu, meniru lalu berusaha melakukannya sendiri. Perasaan mampu melakukan sesuatu akan memupuk rasa percaya dirinya.

Tanisha pakai sepatu sandal sendiri🙂

Bagi para orang tua, jangan segan-segam untuk memberikan kesempatan pada anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lalukan sendiri, atau dapat merangsang anak untuk melakukan hal-hal untuk membantu dirinya sendiri. Mulai dari hal-hal kecil sehari-hari. Biarkan anak menyisir rambutnya sendiri meski hasilnya jadi kurang rapi, biarkan ia menyuap makannya sendiri meski nanti makanan jadi tercecer dimana-mana atau merapikan mainan-mainanannya sendiri.

“Kok sisirannya ngga rapi gini sih?”, “Aduh jadi berantakan semua makananannya nih!”, “Sana-sana!Malah tambah berantakan kalau diberesin sendiri.”. Bermacam teguran dan ungkapan yang dapat menurunkan mental anak yang sedang ingin memupuk percaya dirinya. Ungkapan tersebut yang berulang-ulang didegar anak, akan membuat anak semakin tidak percaya diri dan tidak akan pernah menjadi pribadi yang mandiri baik secara fisik maupun psikologis.

Sebaiknya berikan pujian di setiap usahanya. Seberapa pun kecilnya prestasi yang ia capai dalam berusaha. Pemberian penghargaan tersebut akan memupuk rasa percaya diri anak. Semakin banyak kesempatan dan kepercayaan orang tua yang diberikan kepada anak akan membuat ia semakin berpeluang menjadi pribadi yang mandiri. Tidak hanyak secara fisik tapi juga psikologis.

Sebagai orang tua, mungkin ada kalanya khilaf, semoga kita bisa saling mengingatkan untuk kebaikan anak-anak kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s