Memilih Sekolah Untuk Anak TK

Mba Nisha & Ade Kaira ikut survey sekolah

Memilih sekolah untuk anak ternyata gampang-gampang susah. Banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Jika mengingat jaman saya kecil dulu, sepertinya orang tua saya tidak terlalu bingung. Dirasa sudah cukup umur untuk masuk sekolah TK lalu didaftarkan di sekolah TK dekat rumah. Saya pun bisa berangkat dan pulang sendiri. Sepertinya begitu saja. Tapi sekarang tidak semudah itu.  Apalagi setelah menjalani sendiri jadi seorang ibu yang sehari-hari bekerja.

Tanisha mulai mendaftar sekolah untuk pertama kalinya saat dia berumur 2 tahun. Waktu itu memang untuk bermain-main saja dan didaftarkan di PAUD dekat rumah. Baru masuk sekitar 1 bulan, ada masalah internal di PAUD tersebut yang akhirnya ditutup. Lalu Tanisha menlanjutkan di TPA dekat rumah juga. Tidak terlalu formal disini tapi lumayan untuk melatih keberanian anak, bersosialisasi dengan teman-teman sambil belajar huruf hijaiyah. Baru tahun lalu, 2010, masuk ke sekolah formal di kelas Play Group (PG). Dan masih di dekat rumah juga. Sekarang umur  Tanisha 3 tahun 7 bulan, tahun ajaran baru pertengan tahun ini sudah genap umur 4 tahun dan sudah mau masuk TK.

Mengapa tidak melanjutkan TK di sekolah lama? Kan pasti lebih gampang. Jawabnya TIDAK dengan berbabagai  alasan dan pertimbangan yang tidak dapat saya jelaskan disini.

Pendaftaran untuk tahun ajaran baru 2011 sudah mulai dibuka mulai bulan Januari ini. Saya sudah survey ke beberapa sekolah dan mencari informasi serta referensi dari teman-teman. Kemarin saya masih mengantongi 2 nama sekolah dan bingung mau pilih TK IT (TK Islam Terpadu) atau TK umum dengan standard nasional plus. Sebenarnya semuanya bagus. Semua tergantung dari pertimbangan dari masing-masing orang tua. Setiap orang tua pasti punya pertimbangan dan tujuan yang berbeda-beda serta tidak luput dari keinginan dan kebutuhan anak juga.

Saat memilih sekolah-sekolah TK tersebut yang menjadi pertimbangan saya antara lain :

–          Melihat kemampuan dan keinginan anak. Hal ini dapat dilihat dari seberapa jauh kemampuannya sehingga kita bisa menentukan sudah siap masuk TK atau harus di PG dulu atau bagaimana. Kemudian coba menanyakan ke anak sebenarnya dia mau sekolah yang seperti apa.

–          Visi dan Misi orang tua. Atau lebih simplenya apa sih tujuannya disekolahkan di TK? Saya dan suami ingin anak-anak kami bisa belajar tetapi dalam suasana yang mereka sukai yaitu bermain. Mereka bisa belajar bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya di sekolah. Intinya , mereka bisa bergembira bersama teman-temannya sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Selain itu dapat mengarah ke pembentukan karakter anak yang baik serta pembiasaan sehari-hari sesuai dengan keyakinan yang kami anut.

–          Reputasi sekolah. Mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya sekolah yang akan dituju serta melakukan survey ke sekolah tersebut. Jangan sampai terulang pengalaman yang lalu, baru masuk ada masalah internal sekolah yang menyebabkan proses belajar terganggu.

–          Metode belajar yang dipakai. Bukan jamannya lagi guru hanya mentransfer ilmunya saja kepada anak didik, mengharuskan anak-anak mengahafalkan fakta-fakta yang hanya berguna untuk daya ingat jangka pendek. Bukan jamannya lagi semua dilihat dari hasil angka-angka rapor. Biarkan anak mengetahui prosesnya, mengerti apa makna belajar, manfaatnya, bagaimana mencapainya yang akan lebih berguna bagi hidupnya nanti. Setahu saya ada 2 metode yang seperti ini yang sudah banyak diterapkan  di sekolah-sekolah. Metode Montessori dan BCCT (Beyond Centers and Circle Time). Ini mungkin akan saya tulis lain waktu karena agak panjang..hehehe..

–          Lokasi. Jauh dekat sekolah dengan rumah sangat berpengaruh juga dalam penentuan memilih sekolah. Jangan sampai terlalu jauh yang menyebabkan anak kecapaian di jalan.

–          Akses orang tua dengan pihak sekolah. Meski saya bekerja, saya ingin tahu juga berkembangan anak saya di sekolah secara periodic. Pihak sekolah dan guru yang cooperative  akan memudahkan saya untuk itu.

–          Biaya. Sebagus apapun sekolah yang ingin dituju, jika biayanya tidak terjangkau akan menjadi sia-sia. Jadi harus dihitung juga biayanya. Pusing juga, ternyata sekolah TK saja sudah mahal-mahal.

 Akhirnya untuk sementara ini saya memilih sekolah TK IT di Citra Islami Yayasan milik Islamic Village. Masih dalam tahap mendaftar dan mengambil formulir. Untuk tes masuk dan pengembalian formulir masih tanggal 29 Januari 2011 besok. Saat survey beberapa kali saya juga mengajak anak dan meminta juga pendapatnya. Untuk TK Citra Islami, Tanisha juga terlihat excited.

Ini adalah tempat bermain di TK Citra Islami. Pertama melihat anak-anak langsung suka, tapi sayang waktu itu pintu masuknya tidak dibuka.

langsung mau bermain tapi sayang pintu masih terkunci...

Kami sebagai orang tua hanya berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Semoga pilihan kita diridhoi Tuhan untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak Shalehah yang cerdas, percaya diri, berakhlak mulia, kreatif  dan mempunyai mental yang kuat. Bisa mencapai cita-cita setinggi-tingginya. Amin.

4 thoughts on “Memilih Sekolah Untuk Anak TK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s