Susahnya Mengawali Olah Raga Rutin dan Makan Menu Sehat

di sini makan..disana makan..di mana-mana makan..:)

Waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar sampai menengah pertama, mata pelajaran yang paling saya sukai adalah olah raga. Saya menyukai olah raga lari, jalan cepat dan senam. Malah untuk olah raga senam dan jalan cepat, saya pernah menjadi juara satu tingkat provinsi. Setelah saya SMA, mulai berkurang aktivitas saya berolah raga, tapi saya masih menyukai lari pagi dan senam meskipun hanya 2 kali seminggu. Saat saya kuliah, sepertinya waktu olah raga menjadi semakin jarang bahkan langka. Masih beruntung saya masih ada jadwal untuk menari.  Semakin hari dan sampai sekarang sudah menikah dan punya anak, rasanya kok susah sekali ingin rutin berolah raga. Alasan klise mulai muncul, yaitu sibuk dan semakin tidka punya waktu. Padahal jika buka kita yang menyisihkan waktu untuk berolah raga, sampai kapan pun kita tetap saja tidak punya waktu.

Saat stamina rasanya kok semakin menurun, ditambah lagi merasakan tubuh ini semakin lama semakin berat. Bertambah umur semakin bertambah juga ukuran baju dan celananya, hehehe…Alasan lain saat menyadari betapa tidak beraturannya bentuk tubuh yang sekarang (hehehe…bahasanya agak sadis nih..😀 ), yaitu, “ah wajar dong..kan udah punya anak 2, kebanyakan badannya melar lah..”. Padahal lupa kalau di luar sana banyak juga ibu-ibu yang masih bugar dan berat badannya ideal.

Sempat ada rasa tidak percaya diri dan termotivasi untuk hidup sehat dengan mengatur pola dan menu makan serta berolah raga dengan rutin.  Satu dua hari masih rajin senam tapi hari berikutnya? Duuuhh kok malas lagi.

makan lagi..makan lagi..lagi2 makan😀

Selain masalah malas olah raga, masalah yang lebih penting adalah saya suka sekali makan dan ngemil. Porsi makan saya mungkin lebih dari yang lain. Rasanya kok tidak kenyang-kenyang. Alhasil berat badan saya cepat sekali naiknya. Akhir-akhir ini saya juga sering ada keluhan jika makan makanan tertentu. Seporsi sate kambing dan sop kambing langsung bisa membuat kepala saya pusing dan leher saya sakit. Satu butir durian bisa membuat saya kram kaki. Malah seminggu yang lalu, sop iga sapi kesukaan saya juga membuat kepala saya pusing. Saya belum cek ke dokter sih, tapi saya piker ini sudah tidak sehat.

Tidak bisa begini terus. Harus melakukan sesuatu. Sudah ada niat, tapi motivasi saya belum kuat. Sepeda baru, sepatu olah raga baru, baju senam baru..tapi belum dipakai semuanya..hehehe..Resep munu diet sehat sudah terkumpul tapi semalam masih makan 1 loyang pizza. Belum lagi pagi ini di kantor dapat oleh-oleh dari teman sebox roti unyil, 3 box durian chips dan beberapa bungkus bakery. Parah ya…

Saya ingin meniatkan kembali. Semoga setelah saya menulis ini, saya lebih termotivasi untuk mengubah pola hidup dengan pola hidup sehat. Semoga mulai hari ini saya bisa memulainya. Semoga semua orang di sekitar saya mendukung juga. Okay Mom..Yakin Bisa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s