“Mama Jangan Kerja…”

Anak-anak pintar..love u so much..

Pagi hari setelah masak dan bermain sebentar dengan anak-anak, saya bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Saat saya mau masuk ke kamar mandi, si kecil Kaira (2 tahun), langsung menghampiri, ”Mama mau mandi ya? Mama mau ke mana? Kerja ya? Mama jangan mandi…mama jangan kerja…”, sambil memeluk dan merengek. ‘Mama kerjanya sebentar kok Sayang, nanti juga pulang.”, sambil mencium pipinya kemudian melepas pelukannya. Kaira terus merengek lalu menangis dengan keras.

Setelah mandi dan akan memakai jilbab, datang si sulung Tanisha (3.5 tahun) dan berteriak, ‘Mama ngga boleh kerja!! Mama ganti baju aja lagi!! Mba Nisha maunya sama Mama”. Saya peluk kedua anak-anak saya yang pintar itu, ‘Sayang, anak-anak mama yang cantik dan pintar semuanya, Mama harus kerja sayang, Mama harus cari uang nanti buat beli susu, beli kue, beli mainan dan masih banyak lagi..”. ‘Mba Nisha ngga mau susu, ngga mau mainan, buang semua aja..!! Beli baju juga pake uang..beli apa-apa pake uang semua..buang semua…!! Mamanya Nabila ngga kerja..Mamanya Manda juga ngga kerja..mama orang lain ngga cari uang..”.

Saya peluk semakin erat anak-anak, ‘Nak..orang dewasa tidak sama semua..tapi semua sama-sama sayang anak-anaknya..Mama dan Ayah sayang Mba Nisha dan Dek Aira..Doain Mama dan Ayah ya biar kerjanya lancar jadi bisa cepat pulang. Anak-anak pinter mau dibelikana apa nanti?”. ‘Mba Nisha mau ice cream 2 ya yang strawberry sama coklat”, jawab Tanisha sambil menunjukkan dua jari mungilnya. ‘Ade mau coklat tuju”, sambil menunjukkan kelima jarinya, hehe lucu juga. ‘Iya insyaallah nanti Mama belikan ya..Mama berangkat dulu ya sayang..jangan bertengkar ya..assalamu’alaikum..” ‘waalaikum salam,” kedua anak-anak saya kompak menjawab.

Begitulah suasana setiap pagi ketika saya harus selalu menjelaskan ke anak-anak sebelum berangkat kerja. Tidak jarang juga mereka tidak mau ditinggal dan menangis keras-keras.

Setiap hari dan setiap saat itulah saya juga sedih. Saya hanya bisa berdoa meminta semuanya akan baik-baik saja. Masa ini pasti akan berlalu seiring anak-anak semakin bisa mengerti dan memahami. Dan yang paling penting anak-anak tahu bahwa kami orang tuanya sangat mencintainya meskipun harus sementara waktu meninggalkan mereka untuk berkerja.

Sebagian, mungkin salah saya juga. Selain bekerja, saya juga punya usaha sampingan yang terkadang menyita waktu dan tenaga saya. Tanpa saya sadari, saat saya terlalu capek, jadi kurang sabar menghadapai anak-anak yang sebenarnya mungkin sengaja mencari perhatian mamanya.

Jika dihitung waktu saya bersama mereka, kurang lebih hanya 1 jam di pagi hari dan 2-3 jam di malam hari, serta weekend jika tidak ada acara lain-lain yang menyita waktu.

Sepertinya saya harus mengevaluasi kembali waktu saya bersama anak-anak dan keluarga. Kami memang butuh lebih banyak biaya sekarang, tapi kenyataannya harta memang tidak selamanya membawa kebahagiaan. Bagaimana kita mengatur. Bagaimana kita mensyukuri dan bagaimana kita bisa ikhlas. Saya harus berusaha dan terus belajar untuk itu semua. Untuk kebagiaan anak-anak yang berujung pada kebagiaan kami juga sebagai orang tuanya. Insyaallah..amin.

Saya sangat berterima kasih jika ada teman-teman atau Mom’s yang punya tips atau sekedar sharing bagi ibu bekerja agar dapat berjalan dengan baik antara keluarga dan karir. Ditunggu ya..terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s