Memompa dan Menyimpan ASI

Pompa ASI

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Bagi ibu yang tidak bekerja yang selalu bisa bersama bayinya, pemberian ASI tidak pernah ada masalah selama si Ibu keluar ASInya lancar. Tapi bagi para ibu yang bekerja, sebelum masa cuti bekerjanya habis, mulai disibukkan dengan kegiatan memerah/memompa dan menyimpan ASI.

Memang tidak semua ibu bekerja mau disibukkan dengan kegiatan ini dan memilih beralih ke susu formula. Atau memang karena ada alasan lain untuk tidak bisa melakukan kegiatan memerah dan menyimpan ASI sehingga mengharuskannya untuk menggunakan susu formula seagai pengganti ASI. Seiring dengan meningkatnya kesadaran betapa pentingnya ASI bagi bayi, banyak ibu bekerja yang melakukannya. Tetapi banyak juga para ibu yang ingin memerah dan menyimpan ASI nya tetapi belum tahu caranya.

Awalnya saya mengira memerah dan menyimpan ASI itu sesuatu hal yang merepotkan. Setelah mencari informasi dan bertanya kepada teman-teman yang sudah mempraktekannya, hal itu bisa dilakukan dengan mudah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memerah dan meyimpan ASI antara lain :

Niat dan Informasi

Para ibu atau calon ibu harus benar-benar berniat untuk memerah ASI demi memenuhi kebutuhan sang buah hati tercinta. Kemudian bekali dengan informasi seputar memerah dan menyimpan ASI. Akan lebih baik sharing dengan para ibu yang lain yang sudah pernah melakukannya. Pembekalan ini sebaiknya dilakukan beberapa bulan menjelang melahirkan.

Cukup Nutrisi untuk Ibu Menyusui

Seorang ibu yang sedang menyusui akan membutuhkan lebih banyak konsumsi sayur, buah dan susu. Konsumsi susu sapi segar lebih dianjurkan dibanding dengan susu sapi bubuk. Pemilihan menunya dapat dilihat pada resep-resep ibu menyusui.

Cara Memerah ASI

–          Peralatan pompa ASI disterilkan terlebih dahulu sesuai petunjuk penggunaan. Jika tidak menggunakan alat, pastikan tangan ibu dan wadah penampung bersih dan steril.

–          Lap dan kompres payudara menggunakan handuk steril yang sudah dicelup air hangat.

–          Lakukan pemijitan (pemijitan khusus sebelum memompa asi) kemudian pompa asi dengan rileks dan suasana hati gembira seperti sedang benar-benar menyusui si buah hati.

Wadah penyimpanan ASI

Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yang bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, botol susu anak, wadah yang punya tutup dan berwarna bening. Jika tidaka ada tutupnya, bisa menggunakan plastik transparan yang diikat rapat. Dan tentu saja wadah selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASI perah atau pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit atau cukup untuk sekali minum, + 60 ml, atau sesuai dengan kebutuhan bayi masing-masing agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening (biasanya digunakan di apotek-apotek sebagai tempat obat atau bisa juga plastak yang biasa untuk membuat es batu). Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan dikhawatirkan tidak steril.

Tatacara Penyimpanan ASI

Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :

  • Suhu ruang (19-22 0C) : 4-10 jam
  • Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4 0C : 2-3 hari . Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4 C) : 2 minggu
  • Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4 C) : 3-4 bulan
  • Freezer khusus ( -19C) : 6 bulan atau lebih

Interval waktu tersebut amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan serta suhu ruang. Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI perah karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Oleh karena itu  jika ibu memilki ASI perah berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yang membutuhkannya.

Jika tidak ada lemari pendingin

Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu untuk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dari bayi untuk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI perah/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.

Tips memberikan ASI perah/pompa ke bayi

Berikut tips singkat utk membeirkan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :

  • Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada keran air hangat atau rendamlah wadah berisi ASI dlm wadah lebih besar berisi air hangat.
  • JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI. Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat imun.
  • JANGAN menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI.
  • Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi dan tes kehangatannya dengan meneteskan sedikit ke pegelangan tangan.
  • Berikan denga sendok, pipet atau botol dengan nipple/dot. Untuk bayi < 4 blulan disarankan untuk tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung putting. ASI yg tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya digunakan < 24 jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan, jadi lebih baik tidak digunakan lagi. Karena itu simpanlah ASI dalam jumlah yg cukup (sekali minum) agar cairan emas tersebut tidak terbuang.

Dengan mengetahui cara memerah dan memompa ASI, semoga makin hari makin banyak ibu yg tidak ragu ataupun segan memberikan ASI eksklusif. Meski ibu bekerja ataupun bepergian jauh tidak cukup alasan untuk beralih ke susu formula.

Ayo Bunda..SEMANGAT MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF!!!

(Dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s