Biarkan Anak Berimajinasi

Kaira dengan helm kertas korannya

Cara berpikir anak-anak tentunya tidak sama dengan cara berpikir orang dewasa. Anak-anak punya dunianya sendiri. Hal-hal yang dilakukan anak yang oleh orang dewasa dianggap suatu hal yang konyol adalah bagian dari perilaku anak dalam mengekspresikan imajinasinya. Siapa tahu imajinasi itu adalah awal dari ide brilian yang kelak dapat ia wujudkan.

Kita semua pasti tahu siapa itu Prof. B.J Habibie. Dari sebuah biografinya yang terungkap, sejak kecil, mantan Presiden RI ini senang sekali menggambar pesawat. Bahkan ia berkata, jika besar nanti ia ingin membuat pesawat. Ia menuangkan imajinasinya dalam sebuah coretan-coretan dan sering berceloteh tentang pesawat. Dari imajinasinya tersebut akhirnya Habibie dikenal sebagai perancang bangun pesawat yang sudah diakui oleh dunia international. Jadi jangan pernah sepelekan imajinasi anak.

Meskipun seringkali ide seorang anak diangkap sebagai sesuatu yang mustahil, tapi buat anak tidak ada yang mustahil karena ia punya imajinasi. Anak-anak juga ingin imajinasinya ia bagi ke orang lain. Dan orang terdekatnya, tentunya adalah orang tuanya sendiri.

Para orang tua sebaiknya dapat merespon secara positif imajinasi anak. Anak pra sekolah, menurut para psikolog, sedang senang-senangnya mengembangkan imajinasinya. Didukung dengan kemampuan verbalnya yang semakin baik, nantinya ia akan dapat menceritakan pikiran-pikiran yang ada di kepalanya. Misal anak ingin membuat mobil sendiri dengan kardus bekas. Kita sebagai orang tua bisa meresponya. Toh itu bukan sesuatu yang sulit untuk kita. Kita juga bisa pancing dia untuk bercerita dengan mobilnya tersebut. Harus berhati-hati menyetir, harus mematuhi rambu-rabu lau lintas, dan lain-lain.

Saat itu Kaira ingin sekali punya helm seperti mamanya lalu saat Mama bantu dengan membuatkan helm dari kertas Koran, dia senang sekali. Sampai-sampai kemana-mana tidak mau dilepas. Saat ia ingin naik motor dengan memakai helmnya, ia tinggal ambil kursi kecilnya dan helm kertasnya. Tidak lupa kunci lemari sebagai kunci motornya.

Tanisha kecil sedang merawat boneka kelincinya yang katanya sedang sakit🙂

Sebenarnya banyak sekali manfaat yang akan didapat jika dari awal orang tua selalu mengomentari atau menangapi secara positif ide-ide anak dan menstimulasinya untuk berdikusi ayau minimal memancingnya untuk bercerita. Hal ini akan membuat anak lebih terampil dalam berkomunikasi, mahir menganalisa dan kreatif, mandiri dan percaya diri, tidak malu untuk mengutarakan ide-idenya serta buat orang tua, ini akan membantu para orang tua untuk memahami pikiran dan hati si anak.

Selain menanggapi positif ide anak, kita sebagai orang tua sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk melihat realita juga. Menjelaskan ide-ide mana yang bisa diwujudkan dan mana yang tidak. Jadi anak tahu tidak setiap idenya bisa diwujudkan dan ia harus mengganti dengan ide-ide lainnya. Ini akan berguna bagi anak sampai ia besar nanti, bahwa tidak setiap ide itu bisa diterima oleh orang lain. Dan penolakan itu tidak membuat hati anak kecil hati.

Ok Mom & Dad..mari kita menjadi teman imajinasi anak-anak kita..semoga kita bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya..

2 thoughts on “Biarkan Anak Berimajinasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s