Gonta Ganti Pengasuh Anak

Tanisha dan Kaira

Keputusan saya untuk tetap bekerja setelah menikah dan punya anak memaksa saya untuk menggunakan jasa pengasuh anak. Pada jaman sekarang ini, memang susah sekali mencari pengasuh anak. Kebanyakan dari mereka memilih untuk bekerja di pabrik, restoran atau menjaga toko. Pekerjaan sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) maupun pengasuh anak atau baby sitter (BS) dianggap sebagai pekerjaan rendahan. Padahal jika dihitung kembali secara detail, seringakali pada PRT atau BS tersebut bias menyisihkan uangnya karena kebutuhan hidupnya sudah ditanggung oleh pengguna jasa dan mereka bisa terima bersih uang gajinya.

Tanisha bersama Mama & Bu Ida (dibelakang - pengasuh yang ke-4, masih mau bekerja lagi tp sy menolak krn dia ternyata perokok berat)

 Selain susah mencari pengasuh anak, setelah kita mendapatkannya, sedihnya jarang sekali dari mereka yang benar-benar tulus menjadi pengasuh anak dan bisa menyayangi anak-anak. Padahal unsur terpenting dari pekerjaan tersebut adalah bisa menyayangi anak-anak secara tulus.

Teteh Ros - Pengasuh yang ke-9

 Anak saya yang pertama, Tanisha (34 bulan), sampai hari ini sudah ganti sebanyak 9 kali pengasuh anak dengan alasan yang berbeda-beda. Sedih sekali rasanya. Saya tahu, pasti sulit juga harus sering meakukan penyesuaian dengan orang-orang baru dalam waktu yang singkat. Tapi saya merasa tidak berdaya. Saya belum bisa meninggalkan pekerjaan saya sekarang ini. Maafkan Mama sayang, Mama selalu merasa bersalah, tapi ini Mama lalukan demi kalian juga, anak-anak Mama. Mama tahu kamu sedih, kamu marah sama Mama..maafkan Mama ya…

Selain mempertimbangkan aspek psikologis anak jika gonta ganti pengasuh, secara finansial juga terasaa sekali karena saat mencari pengasuh, kita tidak melakukannya sendiri, banyak “tangan” yang ikut membantu dan kita harus siap dengan komisi, administrasi, uang tebusan, uang transport dan istilah lain yang harus kita bayar.

Pengasuh Tanisha yang terakhir, yang masih bekerja hingga Sabtu kemarin sebelum dia ijin pulang 2 hari, baru bekerja selama 3 minggu dan gajinya juga sudah diambil di muka. Dia adalah ibu satu anak umur 23 tahun yang sudah bercerai dari suaminya yang menikahinya secara siri. Awalnya saya harap kita bisa saling membantu. Karena dia juga punya anak yang sebaya dengan Tanisha saya harap lebih bisa menyayangi anak saya. Seharusnya dia sudah datang kemarin sore sesuai janjinya tapi ternyata tidak.

Saya dan suami berfikir mungkin memang belum rejeki kami sekeluarga untuk mendapatkan pengasuh yang baik buat Tanisha. Kita akan terus berusaha dan berdoa semoga segera diberikan pengganti yang baik dan sayang sama anak-anak kami. Sedangkan Kaira, alhamdulilah, Emak, pengasuhnya dari bayi masih setia membantu kami dan menyayangi Kaira juga Tanisha.

Ya Allah, suatu hari nanti ijinkan saya bisa punya banyak waktu untuk mengasuh sendiri anak-anak saya sekaligus bisa membantu keuangan keluarga.

Buat anak-anakku tersayang, terutama buat Mba Nisha ku, yang sabar ya sayang, jangan sedih, Mba Nisha ngga nakal kok, Mba Nisha anak yang pinter dan kuat. Berdoa sama Allah ya Nak, sebentar lagi pasti dapat pengganti yang sayang Mba Nisha. Maaf kan Mama ya sayang…

9 thoughts on “Gonta Ganti Pengasuh Anak

  1. sedih aku bacanya mbak…
    aku juga sempet binun waktu eyangnya syauqi pulang ke kendal selama 3 minggu. untung nya eyangnya dari pihak ayah mau bergantian nemenin. tapi tetep aja, pergantian pengasuhan ini bikin syauqi agak bingung…
    semangat ya mbak…

    1. Hi Mom, pa kabar?

      Iya Mom sedih banget, tapi ga ada pilihan lain, kl kami Eyang2 tidak bisa pergi jauh dari rumah.
      Kaau Syauqi sudha lebih besar mungkin bisa lebih ngerti ya. Masih beruntung Mom, syauqi masih bisa diasuh sama orang-orang yang pasti mencintainya jadi kita juga tenang.

      Terima kasih ya Mom supportnya..
      Iya harus semangat n tetap berdoa semua akan baik2 saja. amiinn…

  2. Masalah pengasuh anak ini mmg buat kita para ibu bekerja termasuk hal yang suangat..suangat krusial. Kalo salah pilih bisa fatal akibatnya.

    Bersyukurlah mom, sekalipun udah sampe 9kali ganti pengasuh, tp sampe skrg ini baik Tanisha maupun Kaira msh baik2 saja.

    Mgkn memang belum waktunya saja mom dpt yang bener2 cocok. Tapi yakin n percaya, Tuhan pasti sudah menyiapkan yang terbaik🙂

  3. .Hampir sama dengan anak saya yg sudah 5 kali ganti pengasuh di usia nya yg ke 2 thn,yah mungkin belum rejeki..tapi tak putus doa saya untuk itu ,semoga anak saya mendapatkan pengasuh yg baik,bisa merawat dan menjaga anak ketika kita tidak sedang bersamanya

  4. saya mengalami yang sama. anak pertama saya sekarang 3 tahun 4 bulan sudah berganti 6 kali pengasuh…. anak yang kedua kembar.. sekarang 1 tahun.. sudah 3 kali berganti..

    resiko ibu bekerja.. dan saat ini saya juga sedang mencaripengasuh lagi..

    semoga Tuhan mendengar doa kebutuhanku….Amiiin

    1. wah pasti repot banget ya Mam. Untuk sementara ngga ada orang tua atau saudara yang dimintai tolong? soalnya anaknya masih kecil banget.
      Semoga cepat dapat ya Mam. Amiin.
      Kalau belum dapat juga, kalau itu terjadi sama saya, mungkin sementara saya harus off dl dari pekerjaan.
      Tapi semoga bisa jalan keduanya🙂

  5. Saya mau komplain tentang cara mengasuh bayi yang dilakukan ibu-ibu masa kini. dimulai dari cara melahirkan yang lebih memilih cesar daripada normal, alasannya sakit & tidak mau repot mengatur berat badan dan ikut senam hamil. takdir perempuan itu merasakan sakitnya persalinan, kenapa lebih memilih perutnya dibelah pakai obat bius. setelah lahir, bayi tersebut duluan meminum susu formula, tidak ada usaha sedikitpun untuk mengeluarkan ASI yang jelas-jelas sangat dibutuhkan bayi tersebut, sebentar lagi botol bayi akan jadi ibu bagi bayi-bayi yang dilahirkan jaman sekarang. berikutnya tentang pengasuhan bayi yang ditelantarkan oleh ibu pekerja, itulah kenapa saya menolak pendapat tentang menikah muda, pikirkan sebelum menikah apakah keuangan sudah cukup untuk berkeluarga dan punya anak, jangan nafsu saja didahulukan dengan alasan tidak mau berbuat dosa. Sebenarnya pihak laki-laki saja yang harusnya bekerja, sedangkan ibu tinggal di rumah mengasuh bayi/anak. Saya tidak habis pikir ada ibu yang merelakan anaknya bersama pengasuh yang mungkin berpendapat bukan anak saya. Peran ibu sebagai orangtua yang harusnya berada di samping bayinya tidak saya temukan dalam masa sekarang ini, semuanya memakai pengasuh yang kalau bayi jatuh ataupun menelan benda logam pengasuh itu mungkin hanya akan menonton sinetron pavoritnya daripada memperhatikan asuhannya/bayi. atau pengasuh itu mungkin akan memaksa bayi itu untuk tidur di ayunan sekeras-kerasnya agar pengasuh ini bisa menikmati sinetron atau tidur mungkin karena begadang semalam. Saya sampai sekarang tidak masuk akal memberikan bayi/anak kepada pengasuh. apapun alasannya, kecuali ibu bayi itu sudah meninggal itupun harusnya bapak bayi itu menggantikan tugasnya atau memberikannya kepada keluarga dekat. Saya juga heran dengan ibu-ibu sekarang yang lebih memikirkan cara instan dengan memakai pampers kepada bayinya, sungguh hancurkan orangtua jaman sekarang yang tidak mengajari anak-anak gadisnya sebelum menikah bagaimana nanti jika punya bayi. Saya perhatikan iritasi karena urin & kotoran menempel di tubuh bayi karena pampers bukan hal luar biasa, semua biasa karena ada salep kulit kata ibunya. Coba bayangkan dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam bayi ditangan pengasuh, mau dibawa kemana peran ibu jaman sekarang ini. Banyak hal yang ingin saya protes kepada ibu-ibu muda jaman sekarang ini, apalagi ini jaman BBM, Facebook, mungkin ibu-ibu muda jaman sekarang ini lebih baik membalas BBM ataupun menjawab comment facebook, daripada menganti celana bayinya yang baru saja terkena urin. atau pampers adalah jawabannya. celakanya waktu bersama bayi/anaknya hilang hanya untuk mengejar beberapa lembar uang, harusnya sebelum menikah semua harus dipersiapkan jangan mengorbankan bayi/anak. syukurnya calon istri saya orangnya mandiri, saya kasihan lihat orangtua yang mengorbankan anak/bayinya ditangan pengasuh, sedangkan ibunya sibuk mencari uang sampai manakah kekayaan itu dicari tidak cukupkah suami bekerja, kuncinya sebelum menikah persiapkanlah semuanya. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s