Sang Pelukis ”Benang Kusut”

Tanisha (14 bln) sudah jadi pelukis "benang kusut" ;)
Tanisha (14 bln) sudah jadi pelukis "benang kusut"😉

Setelah ulang tahunnya yang pertama, bila diberikan spidol, pensil warna atau alat tulis lain, anak sudah bisa melakukan aktifitas mencoret. Pada awalnya anak hanya membuat goresan-goresan yang tidak beraturan, kemudian secara bertahap dia sudah bisa menirukan dasar gambar yang sederhana seperti garis lurus atau bulatan-bulatan. Sejak itu pula biasanya anak mengekspresikan coretan-coretan atau lukisan benang kusutnya di setiap tempat yang dapat dia jangkau meskipun sudah disediakan buku gambar.

Tidak sedikit orang tua yang berkeberatan dengan aktifitas coret-mencoret anaknya, dengan alasan rumah jadi kotor dan tidak rapi dengan adanya coretan disana-sini. Padahal coret mencoret adalah langkah persiapan bagi anak pada kemampuan menulisnya kelak yang muncul pada usia 1.5 – 3 tahun. Aktifitas tersebut juga melatih otot jari dan tangan anak serta membiasankan anak dalam berkonsentrasi pada saat nanti dia sudah bisa menulis atau menggambar.

Tanisha (14 bln) sudah suka mewarnai
Tanisha (14 bln) sudah suka mewarnai

Berikut adalah beberapa cara untuk memberikan kesempatan anak menuangkan hasrat mencoretnya secara optimal :

          Bentangkan kertas gambar yang lebar atau kertas karton putih dan tempel di atas meja atau dinding dengan menggunakan selotip, sediakan pensil warna atau alat tulis (ujungnya jangan terlalu runcing dan ukurannya sesuai dengan genggaman si anak). Dengan cara ini anak dapat mengekspresikan diri dalam mencoret dan Anda agak sedikit lega karana terbebas dari lukisan benang kusut yang ada dimana-mana.

          Awalnya, biarkan anak mencoret sesuka hati, kemudian ajaklah dia menggambar bentuk-bentuk sederhana disekitarnya yang bisa dia temui. Misal, ajarkan bentuk-bentuk coretan garis lurus, melengkung atau bulatan-bulatan.

          Sambil mengarahkan, tanyakan apa yang sedang dia gambar dan biarkan dia bercerita sambil mengambar

          Berikan semangat dan dorongan agar anak mau mengulang coretannya atau lukisan benang kusutnya sesering mungkin.

 

2 thoughts on “Sang Pelukis ”Benang Kusut”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s