Anak Susah Makan

 

mmm..
mmm..

 

Sejak menginjak tahun pertamanya, Tanisha (22 bulan), anak saya yang pertama semakin susah makan. Kegiatan makan seolah-oleh seperti saat-saat perjuangan  untuk membuatnya mau makan. Dua jam berlalu terkadang hanya mampu membujuk anak makan 1-2 suap saja. Sedih rasanya, bahkan perasaan khawatir, frustasi, marah dan merasa bersalah juga.

Ternyata bukan hanya saya saja, setelah saya tanyakan ke banyak teman, kerabat bahkan ibu-ibu lainnya di setiap kesempatan saya bertemu dengan mereka. Banyak dari mereka yang anaknya juga susah makan.

Masalah makan memang banyak muncul pada anak usia 1-2 tahun jika dibandingkan dengan anak-anak yang lebih besar atau bayi. Sekali saja anak susah makan, orang tua biasanya sudah mulai khawatir. Anak pun makan semakin sedikit yang akhirnya berdampak pada berat badannya yang sulit sekali naik, bahkan ada yang turun. Hal ini juga dapat berhubungan dengan sikap negatifistik (bersikap menentang terhadap apa yang dikatakan orang tuanya atau pengasuh) yang biasanya muncul mulai muncul umur 16 bulan.

Ada alasan penting mengapa anak selalu menolak saat makan, yaitu masalah fisik dan emosi. Beberapa masalah fisik antara lain kemungkinan adanya sariawan, radang tenggorakan dan gigi tumbuh yang menyebabkan anak enggan meembuka mulutnya karena sakit. Masalah diare dan rasa mual juga biasanya dapat menghambat nafsu makan. Sedangkan masalah emosi diantaranya yaitu kecemasan anak atau ketidaknyamanan anak dalam situasi tersebut, misal suasana makan yang tidak menyenangkan, bahkan membuat anak merasa tertekan. Atau dapat juga karena bosan pada menu yang disajikan.

 

maunya makan sendiri sekaligus dibuat mainan :D
maunya makan sendiri sekaligus dibuat mainan😀

 

Hal yang dapat dilakukan oleh para orang tua ketika menghadapai penolakan anak terhadap makanan adalah :

1.       Bersikap rileks dan fokus pada penyebab atau masalah yang menyebabkan anak menolak makanannya.

2.       Jika gejalanya menunjukkkan adanya gangguan fisik, segeralah obati atau periksakan ke dokter.

3.       Jika tidak ada masalah fisik, lebih telitilah dalam melihat aspek lain, yaitu aspek emosi.

4.       Bersikap sabar akan sangat membantu dalam menghadapai anak susah makan.

5.       Cobalah sajikan porsi yang kecil dulu, berikan potongan yang seukuran satu gigitan si kecil.

6.       Biarkan anak memilih suasana makan yang dia inginkan, apabila si kecil tidak mau makan di tempat makannya, ikuti saja dulu apa yang diinginkan, misal sambil menonton CD kesayangannya atau jalan-jalan di taman.

7.       Berikan menu makan yang bervariasi sambil diamati mana yang disukainya dan tidak. Bila perlu libatkan anak dalam mengolah hidangannya dalam suasana yang menyenangkan.

8.       Bila anak ingin makan makanannya sendiri, biarkan saja. Anda hanya mengawasi dan mengarahkannya.

9.       Bila setengah jam makanannya belum habis, hentikan saja dulu.

10.   Bila masalah makan disertai dengan muntah-muntah, segera hubungi dokter.

Pengalaman saya pada Tanisha, ternyata pada saat itu giginya sedang tumbuh berurutan sehingga dia memilih minum susu dan makan kuah makannya saja. Selain itu Tanisha lebih suka makan sendiri. Apabila disuapi, dia maunya sambil jalan. Dia juga tidak begitu suka menu yang sama dalam satu hari, jadi harus ada beberapa alternatif makanan termasuk kue-kue kesukaannya. Alhamdulillah, sekarang sudah mau makan, meskipun satu dua kali dia masih juga menolak. Menurut saya itu wajar-wajar saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s