Pilih ASI atau Susu Botol ya?

 

 

 

ASI vs Susu Sapi (susu botol)
ASI vs Susu Sapi (susu botol)

 

Pertanyaan ini tidak ada bagi sebagian besar perempuan khususnya para ibu. Tetapi ada beberapa perempuan lainnya dengan berbagai alasan dan kekhawatiran bingung memilih menyusui bayinya dengan asi atau susu botol.

Untuk itu Ariene Eisenberg, Heidi EM dan Sandee EH dalam bukunya mengajak kita melihat beberapa kenyataan antara memilih ASI atau susu botol.

Mengapa ASI? Semua dokter spesialis anak, bidan, perawat dan pabrik pembuat susu bayi sepakat bahwa memberikan ASI adalah yang terbaik. Secanggih apapun teknologi yang sudah dicapai, tidak akan bisa mengalahkan keunggulan ASI yang alami. Berikut keuntungan pemberian ASI, seperti yang dituangkan dalam buku Ariene E, dkk tentang Bayi pada Tahun Pertama, yaitu :

          Susu yang khusus diciptakan untuk bayi. ASI paling sedikit mengandung seratus bahan yang tidak terdapat dalam supi dan tidak dapat dibuat di laboratorium. Komposisinya selalu berubah sesuai kebutuhan bayi.

          Dapat dicerna dengan baik. Bayi yang menyusu ASI lebih jarang mengalami kolik, kem bung dan muntah berlebih.

          Mengandung lebih sidikit sodium dan protein. Lebih sedikit beban kerja ginjal bayi yang masih muda.

          Lebih banyak penyerapan kalsium, Jika kalsium berlebihan akan mengganggu penggunaan kalsium itu sendiri.

          Resiko alergi lebih rendah.

          Tidak ada masalah sembelit atau diare.

          Lebih sedikit resiko gatal-gatal karena penggunakan popok.

          Kesehatan yang lebih baik. Setiap hisapan bayi mendapatkan satu dosis antibodi untuk mendukung daya tahan terhadap penyakit.

          Jarang terjadi kegemukan.

          Lebih banyak mendapat kepuasan dari menghisap.

          Kemungkinan meningkatkan metabolisme kolesterol.

          Perkembangan mulut yang lebih baik. Bayi yang mendapatkan ASI jarang mendapatkan masalah gigi berjejal.

          Kemudahan. ASI selalu siap pakai, bersih dan dalam suhu yang tepat.

          Ekonomis.

          Pemulihan yang lebih cepat bagi ibu.

          Kemungkinan mengurangi resiko kanker payudara

          Pemberian susu yang tidak terlalu repot di malam hari.

          Relasi yang kuat antara ibu dengan bayi.

      Meskipun sudah mengetahui begitu banyak manfaat ASI, bahkan ada yang tidak dapat tergantikan oleh susu botol, bagi beberapa ibu (dan beberapa ayah) ada yang tetap memilih menggunakan susu botol. Bagaimanapun susu botol juga tetap mempunyai keuntungan antara lain :

          Kepuasan yang lebih lama bagi bayi. Formula susu yang terbuat dari susu sapi lebih sulit dicerna daripada ASI, dan endapan besar seperti karet yang dibentuknya akan tinggal lebih lama di lambung bayi.

          Mudah memantau jumlah yang diminum bayi.

          Lebih bebas. Tidak mengingat para ibu karena perannya memberi susu dapat digantikan oleh anggota keluarga lain atau pengasuh.

          Ayah dan kakak si bayi dapat lebih berperan serta.

          Lebih sedikit tuntutan kepada ibu.

          Tidak mengganggu model baju ibu.

          Lebih sedikit pembatasan dalam metoda keluarga berencana.

          Lebih sedikit tuntutan dalam pembatasan diet

          Tidak merasa tertekan bila memberi susu di depan umum.

          Tidak mengganggu kegiatan bercinta.

Dengan mengetahui fakta-fakta diatas diharapkan seorang ibu tidak ibu dalam menentukan pilihan. Tapi pilihan tersebut sebenarnya tidak tergantung dari fakta-fakta tersebut tetapi lebih ke perasaan ibu dan pasangan.

Bagaimanapun, ASI tetap pilihan yang tepat dan terbaik bagi bayi, apabila masih ragu tidak ada salahnya untuk mencobanya. Memberikan ASI beberapa minggu setelah bayi lahir tetap lebih baik daripada tidak sama sekali sehingga bayi tetap mendapatkan manfaat ASI.

3 thoughts on “Pilih ASI atau Susu Botol ya?

  1. Mba…
    Aku kan kerja, trus asiku keluarnya gak banyak. berbagai cara dah ditempuh utk memperbanyak air asi.
    Jadi anakku jadi rewel karena gak kenyang mimik susunya…
    jadi aku sambi dengan sufor…nah sebenarnya sih sedih karena gak bisa asi ekslusif..
    trus piye mba???

  2. Hi Nana..salam kenal
    Selamat ya sudah jadi ibu dan bisa memberikan asi

    Kalau boleh sharing, produksi ASI akan semakin banyak kalau semakin sering dikeluarkan. Jadi meskipin bekerja, kalau memungkinkan bisa diusahan ASI diperah dan disimpan di kulkas atau freezer sebelum diberikan (informasi tentang pemerahan ASI dan caranya bisa dicari dari berbagai sumber).
    Selain itu asupan makan Ibu juga penting. Perhatikan menu untuk ibu menyusui.
    Susu juga diusahakan bisa dikonsumsi setiap hari. Menurut dokter saya, susu lebih bagus dari susu cair yang sudah disterilisasi, bukan susu bubuk.
    Kalau sekarang ini produksi ASI sedikit, jangan putus asa, bisa dirangsang lagi dengan pemerahan dan asupan makanan yang tepat.
    Si kecil umur berapa ya?
    Kalau sudah terlanjur diberi tambahan susu formula, tidak apa2, tapi jika produsksi ASI nya semakin banyak kalau bisa sufornya dikurangi.
    ASI itu sangat mudah diserap oleh saluran pencernaaan bayi jadi walaupun rasanya sudah diberi minum banyak, bayi seolah-olah selalu lapar.
    Jika dibandingkan dengan susu formula, penyerapannya lebih lama sehingga lebih lama tinggal diusus jadi bayi “seolah-olah” sudah kenyang.
    Padahal jika dibandingkan gizi yang masuk lebioh banyak dan lebih banyak dari ASI.
    Wah kanyaknya udah kepanjangan nih..:D
    Semoga ASI nya lancar lagi ya..

  3. Copy from my inbox:

    Thanks ya mba pencerahannya…Salam kenal juga mba dari Balikpapan

    Si kecil hari ini tepat 2 bulan mba…

    Mungkin nana juga klo perah asi kurang sabar kali ya mba…pikirannya dah pengen penuh aja mba tuh botol..

    Temen juga ada yg share ktanya mesti rileks juga biar asiny dah keluar…

    Ini juga pengen meras terus mba…

    Klo meras hrs langsung ke botolnya ya mba…

    Trus klo hangatin itu selama ini wktu coba Cuma direndam di air panas..

    Gak pake alat penghangat khusus..boleh gak ya…

    Salam

    Nana

    http://www.menggapaipuncak.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s