5 Produk Dendeng/Abon Sapi Mengandung Babi

Dendeng/abon sapi seringkali menjadi makanan atau lauk alternatif di rumah. Selain rasanya yang gurih dan lezat, dendeng/ abon sapi juga dapat disimpan dalam waktu lama. Tetapi belakangan ini sering beredar produk-produk makanan yang tidak halal atau bahkan mengandung bahan tertentu yang dapat merusak kesehatan.

Dendeng/Abon cap Kepala Sapi yang ditarik dari peredaran
Dendeng/Abon cap Kepala Sapi yang ditarik dari peredaran

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, 16 April 2009 kemarin mengumumkan bahwa telah terukti ada 5 merek dendeng/abon sapi yang mengandung babi. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan dari 35 sampel yang terdiri atas 15 merek dendeng sapi dan 20 merek abon sapi, lima diantaranya terbukti mengandung DNA babi.

Adapun kelima merek dendeng/abon sapi yang mengandung babi tersebut yaitu : 1. Dendeng/abon sapi gurih cap Kepala Sapi (SP 0094/13.06.92), 2. Abon/dendeng sapi Cap Limas 100 gram (SP 030/11.30/94) produsen Langgeng-Salatiga, 3. Abon/dendeng sapi asli cap ACC (SP 030/11.30/94), 4. Dendeng sapi istimewa Beef Jerky Lezaaat 100 gram (PIRT 201357812877)- Surabaya, dan 5. Dendeng sading sapi Istimewa No 1 cap 999 berat 250 gram (PIRT 201357301367)-Malang.

BPOM juga menjelaskan bahwa penarikan dan pemusnahan produk-produk tersebut akan dilakukan sesegera mungkin oleh pemerintah daerah karena kelima merek dendeng/abon sapi tersebut termasuk pangan olahan industri rumah tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan pemerintah daerah.

Bagi penggemar dendeng/ abon atau yang mau membeli produk dendeng/abon harus lebih berhati-hati. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s