Mempunyai Adik

Mempunyai Adik
Mempunyai Adik

Saat kita menantikan kelahiran nak pertama, banyak hal yang kita pelajari untuk mempersiapkan diri sebagai orang tua baik berupa bagaimana mengurus si kecil, penyesuaian diri dengan adanya anggota keluarga baru maupun cara untuk membentuk ikatan emosional antara orang tua dan anak. Saat membawa pulang anak kedua, sebagian besar orang tua sudah merasa lebih siap. Namun bagaimana dengan si Sulung? Jika dilihat usia dan tahap kedewasaannya, tidak mudah baginya untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan hadirnya keluarga baru.

Perpindahan masa si Sulung dari anak tunggal menjadi anak yang lebih besar akan lebih mudah atau setidaknya membuatnya lebih lancar bila :

          Orang tua lebih dini memberikan pemahaman kepada si Sulung saat pertama mamanya hamil anak kedua. Beritahukan bahwa sebentar lagi dia akan mempunyai seorang adik. Berikan pemahaman yang positif terhadap adik yang akan dia punyai nantinya.

          Just relax, anak-anak akan membaca kecemasan orang tua. Apabila anda mencemaskan reaksi si Sulung terhadap kenyataan bahwa dia akan mempunanyai seorang adik, maka ia pun akan cemas.

          Melibatkannya dalam menanti kelahiran anak kedua. Mengamati bersama perut mama yang semakin membesar, katakana bahwa adiknya ada di  didalam dan sangat menyayanginya, begitu pula orang tua yang masih sangat mencitainya.

          Mempersiapkan anak menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Jika umur anak sudah cukup untuk dimasukkan ke dalam kelompok bermain atau kelompok pra sekolah, anak dapat didaftarkan sehingga ia punya pengalaman di luar rumah dan tidak merasa tersisihkan nantinya karena adanya bayi. Namun bila tidak memungkinkan, dapat pula mulai membiasakan anak bermain tanpa mamanya melainkan dengan ayah, pengasuh atau anggota keluarga yang lain tetapi tetap tunjukkan sikap bahwa anda (mama) perhatian padanya.

          Mempersiapkan anak untuk bisa berbagi. Apabila nanti si Sulung akan satu tempat tidur dengan bayi, jelaskan bahwa nantinya tempat tidur itu akan ditempati oleh siapa saja. Iarkan dia memilih bagian mana yang disukainya. Tetapi bila dia akan mnempati kamar sendiri, jelskan bahwa dia sudah tumbuh besar dan harus tidur di tempat sendiri.

          Jangan jadikan alasan kehamilan untuk tidak menggendongnya kecuali memang kondisi kehamilannya tidak memumngkinkan untuk itu. Jika tidak dapat menggendongnya, ajaklah si Sulung berbaring bersama untuk tidur atau membacakan dia cerita.

          Ajaklah sesekali periksa kehamilan, jika dilihat dia berminat dan tidak mengganggu dapat diajak setiap kali periksa. Apabila dia tidak mau jangan memaksa.

          Perkenalkan anak dengan bayi dan segala sesuatu tentang bayi. Dapat memperlihatkan foto-foto perkembangan janin atau bayi.

          Memerikan penjelasan sebelum anda masuk rumah sakit untuk melahirkan. Bahwa anda tidak bersamanya dalam beberapa hari karena makan melahirkan adiknya. Jelaskan bahwa anda dan adik barunya akan baik-baik saja.

          Membawa si Sulung ke mejenguk Mama dan adik barunya. Selama dia menjenguk sebaiknya bayi tetap berada di box bayi atau di ruangan bayi. Jelaskan kepadanya bahwa adiknya sudah lahir dan dia sudah menjadi kakak yang hebat

          Saat pulang ke rumah sebaiknya bayi tidak dalam gendongan anda, mintalah bantuan orang tua, sodara atau pengasuh dan pusatkan perhatian pada si Sulung dengan tetap memberikan penjelasan bahwa sekarang ada anggota baru di rumah. Apabila harus menggendong karena menyusui, katakan bahwa adiknya masih kecil dan harus minum susu dari payudara mama seperti saat dia masih kecil dulu.

          Melibatkan ayah lebih banyak selama masa tersebut karena anda pasti akan lebih sering disibukkan oleh bayi.

Apabila si Sulung belum bisa langsung menerima kehadiran bayi sebagai adiknya, jangan kecewa. Bagaimanapun dia tetaplah anak-anak. Tetap sabar dan terus berusaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s