Saya yakin semua orang pasti tau tentang arisan. Minimal pasti pernah dengarlah. Mulai dari arisan keluarga, RT, Arisan RW, Arisan Pengajian, Arisan kantor sampai arisan barang. Secara garis besar arisan adalah sebuah kegiatan mengumpulkan uang dalam jumlah yang sama yang dilakukan orang sekelompok atau beberapa orang, yang kemudian jumlah uang yang terkumpul dimenangkan oleh seseorang dengan cara mengundinya dan kegiatan ini berlangsung secara berkala sampai semua orang yang ikut mendapatkan sejumlah uang yang sama. Meskipun dalam perkembangannya, sejumlah uang yang dikumpulkan dapat menjadi sebuah barang atau produk tertentu, bahkan ada juga yang digunakan untuk tujuan rekreasi bersama.
Nah, mengapa tiba-tiba saya pengen posting tentang arisan? Habis dapat kocokan ya? YUP, Betul sekali. Makan-makan dong! Eits nanti dulu, kita lanjut lagi topik arisannya.
Buat saya pribadi, tujuan utama saya ikut arisan adalah untuk bersosialisasi atau bersilaturahmi. Meskipun senang juga seandainya saat diundi nama saya yang keluar. Ada arisan RT, yang memang ajang untuk bertemu ibu-ibu lainnya yang ada di sekitar rumah lingkup satu RT. Dulu sebelum banyak warganya, saya sempat mengikuti arisan RW, tapi setelah sudah terlalu padat dibagi menjadi per RT. Untuk acara pengajian rutin saya ikut tapi disana tidak ada arisan, hanya bergilir tempat saja. Dan yang saya dapat bulan ini adalah arisan kantor. Sebenarnya di kantor saya sendiri ngga ada karena memang orangnya sendikit yang di kantor (kebanyakan di lapangan) tapi ini di salah satu cabangnya. Waktu itu kebetulan saya sedang ke kantor lain yang masih satu grup juga dan pas ada pembentukan arisan baru. Langsung deh ditodong untuk ikutan. Saya pikir ngga ada salahnya juga malah bisa rutin bersilaturahmi dengan teman-teman yang ada disana. Kocokan di bulan ini nama saya keluar. Ya Alhamdulillah.
Ada seorang teman yang senang sekali ikut arisan, dia bilang, “lumayan buat tabungan, kalau ngga gini susah banget nabung”. Tapi ada juga teman yang malas banget ikutan, bahkan terkesan menghindar kalau diajakin dan bilang, “ah arisan kan sama aja duitnya muter-muter juga sama dengan kita ngumpulin sendiri, ngga pake tekor lagi kepotong konsumsi trus paling-paling malah pada ngrumpi”. Itu sebagai contoh saja pandangan orang tentang arisan. Bagi yang memang bertujuan buat nabung, ya malah bagus kan. Menurut saya sah-sah saja. Yang males ikutan juga hak masing-masing orang mau ikut apa ngga
.
Dilihat dari alasan-alasan tersebut, arisan berarti ada segi positif dan negatifnya. Dari sesi positif antara lain :
- Sebagai sarana untuk bersosialisasi atau bersilaturahmi. Untuk orang seperti saya yang pergi pagi pulang malam karena bekerja, jika tidak ikut arisan RT, misalnya saya mungkin tidak banyak
- Sarana pemasaran. Dari kedekatan di acarisan, bisa juga untuk bisnis.
- Menabung. Bagi yang sudah untuk menyisihkan uang ke tabungan, dengan arisan jadi ‘terpaksa menyisihkan’.
- Simpanan jangka panjang. Ada juga bank atau badan yang menawarkan system arisan jangka panjang untuk keperluan pendidikan, pembelian rumah dan lain-lain.
Sisi negatifnya?
- Tempat ngerumpi. Ya memang jika kita lihat ada benarnya juga jika arisan yang seharusnya dijadikan ajang silaturahmi, sering malah buat ngerumpri dan buat gossip. Jika sudah begitu, kembali ke diri kita sendiri sebenarnya, kalau tidak mau ikut dalam per-ngerumpian itu ya tidak usah ikut ngerumpi (bisa ngga ya? hehehe).
- Dari sisi keuangan, seringkali uang arisan yang didapat lebih kecil dari yang dibayarkan. Bahkan ada yang malah minus. Kok bisa? Ya, seringkali ada potongan untuk administrasi dan uang konsumsi. Bahkan jika pengeluaran untuk menjamu tamu arisannya over budget bisa minus dong.
Ok temans, masih tetap tertarik dengan arisan kan? Atau termasuk yang mana nih? Semoga kita bisa mengambil manfaat positifnya.
Selamat berakhir pekan!!!











