Ngidam

Ngidam adalah sesuatu hal lazim yang dialami oleh sebagian besar wanita yang sedang hamil. Memang ada sebagian dari wanita hamil yang sama sekali tidak merasakan hal yang satu ini. Nah, kok bisa begitu ya?

Saat hamil ada banyak sekali hormon yang diproduksi yang menyebabkan berbagai perubahan fisik maupun psikologis pada ibu hamil. Produksi air liur yang meningkat, juga menyebabkan mulut akan menjadi lebih basah dari biasanya. Jangan heran jika tiba-tiba selera makan ibu hamil menjadi berubah, menginginkan jenis makanan tertentu, dan banyak lagi contoh lainnya. Dan semua itu juga bisa berbeda pada setiap ibu hamil. Termasuk saya sekarang ini, di kehamilan kali ini makan apa-apa rasanya eneg, pengennya bikin rujak terus. Pagi-pagi juga rasanya eneg makan nasi jadi kadang diganti sama surabi oncom, arem-arem, kue basah, dan cemilan lainnya.

 

Lanjut membaca

Kejutan Dua Garis

Image

Dulu, di awal-awal setelah menikah, saya selalu menantikan ada kejutan dua garis yang muncul secara bergantian. Dua garis yang begitu saya nantikan. Bukan hanya saya malah, tapi suami dan keluarga besar saya. Tidak perlu menunggu lama, boleh dibilang seperti makan di restoran cepat saji, permintaan dua garis itu langsung saya dapatkan. Itulah kehamilan pertama saya yang hanya berumur sekitar 8 minggu karena saya keguguran.

Lanjut membaca

Dicolek Serangga

Sepertinya sedang hangat-hangatnya orang bicara soal serangga Tomcat, jenis serangga Paederus yang memproduksi toksin yang disebut paederin. Toksin tersebut jika terkena kulit bisa menimbulkan kulit melepuh seperti luka bakar dan mengeluarkan cairan. Termasuk saya juga, yang perlu wajib tahu tentang serangga tersebut agar bisa mengantisipasi jika bertemu dengan serangga tersebut, termasuk menjelaskan ke anak-anak.

Sepulang jalan-jalan ke mall har Sabtu kemarin, saya merasakan gatal di ujung kelopak mata. Saya pikir gatal biasa saja dan saya kucek. Tapi rasa gatalnya kok berubah perih. Kemudian saya segera mencuci muka. Tapi tetap saja gatal dan perih bahkan sudah sampai seluruh kelopak mata saya sebelah kanan. Saya lihat dicermin, di area gatal memang merah dan seperti melepuh, sedangkan perihnya karena lecet saat saya garuk. Tapi itu bukan gara-gara si Tomcat. Yang jelas mungkin temannya si Tomcat itu juga, sejenis serangga, tapi saya kurang tau yang mana karena ini bukan pertama kalinya saya terkena serangga.

Beginilah tampilan colekan serangga di muka saya sebelah kanan :

Iritasi karena serangga

Takut gatalnya menyebar, saya oleskan antiseptic yang belakangan saya tahu dari dokter itu salah banget, hehehe. Sehari setelah itu mata dan pipi saya jadi bengkak. Terasa banget bagi pemakai kaca mata seperti saya karena kacamatanya seperti sempit di sebelah kanan saja dan sepertinya saya bisa melirik sendiri pipi kiri saya, hahaha..jadi chubby sebelah. Wah harus ke dokter nih kalau sudah begini. Benar saja, KARENA SERANGGA. Setelah itu saya mendapatkan salep khusus sekitar mata, antibiotik, anti nyeri dan anti infeksi. Waduh antibiotic lagi, kan harus dihabiskan. Ya ngga papalah yang penting cepet sembuh aja nanti. Otomatis sebelum akibat colekan serangga ini sembuh saya ngga berani mencium anak-anak saya :( hiks. Anak-anak yang biasanya pegang-pegang pipi mamanya aja untuk sementara saya larang. Hari ini rasa sudah agak kempes bengkaknya, Alhamdulillah. Gatal masih ada tapi sudah berkurang. Berdasarkan pengalaman colekan serangga kali ini, yang harus saya perhatikana antara lain :

- Sering-sering cuci tangan pakai sabun, apalagi setelah bepergian.

- Jangan suka mengucek mata, gatel dikit nguceknya kenceng banget, lecet deh.

- Segera cuci muka pakai sabun jika terasa gatalnya ngga wajar.

- Jangan sembarangan mengoleskan obat ke permukaan yang sakit jika belum jelas itu apa, kasus saya memberi antiseptic di kelopak mata itu salah karena kelopak mata adalah daerah sensitive dan rawan masuk ke mata. Termasuk penggunaan kosmetik yang terlalu dekat dengan mata ternyata kata dokter bahaya juga. – Segera ke dokter jika gatal berlanjut.

- Narsis tetap bisa asalkan jangan terlihat bagian sakitnya (hehehe..kalau ini ngga penting banget :D )

Biar bengkak sebelah tetep narsis :) *yang difoto sebelahnya lagi biar ngga keliatan :D 

Lebih Langsing

apa bener lebih langsing??? :D

Sebulan lalu masih banyak yang bilang saya gendut dan kelihatan bulet. Seperti postingan saya sebelumnya, Mama Gendut. Beberapa bahkan ada yang bilang pipi udah mirip bapau, hahaha. Tapi seminggu terakhir ini yang saya dengar malah sebaliknya. Katanya sekarang saya jadi lebih langsing. Duh, dalam hati kok rasanya seneng ya..Mungkin alamiah kalau sebagian besar kaum hawa bakal berbunga-bunga jika dikatakan lebih langsing :D (langsung kasi HP ke orang yang bilang dan minta dipotoin *jiahh narsis deh).

Saya sih ngga begitu terusik dengan ledekan gendut atau apalah yang sejenisnya itu, tapi lama-lama kepikiran juga. Apalagi jika pakai baju sering kurang nyaman. Seringkali juga susah cari ukuran kalau beli baju. Akhirnya mulai deh program dietnya.

Sekitar sebulan perjalanan untuk diet, suami bilang jika beliau lebih suka jika saya agak sedikit berisi, ya gemuk diiikiit lah. Alhamdulillah, saya jadi tidak terlalu ngoyo untuk bisa lebih kurus lagi. Cuma katanya sih mesti rajin olah raga. Nah itu dia yang susah, hahaha… Untuk saya yang paling susah mengecil itu di lengan atas, paha dan perut. Orang bilang itu masalah umum emak-emak lain juga (wah cari pembenaran nih kayanya :D ).

Pagi ini berangkat ke kantor, dari mulai tempat parkir sampai kantor ketemu orang bilangnya, ‘Wah Bu Rully sekarang kecil ya, jadi kaya ABG lagi’.  Itu sebenernya yang membuat saya pengen langsung posting. Kapan lagi dipuji begitu. Hahaha..

Piiissss yaaa…

piiissss :)

Melahirkan Pertama Sesar tetapi Kedua Normal (2)

Sebelumnya saya pernah posting di sini setelah melahirkan anak saya yang kedua, Kaira, lewat persalinan normal tahun 2008. Untuk kelahiran anak pertama, Tanisha, memang lewat persalinan sesar tahun 2007. Waktu itu saya hanya sekedar sharing tentang pengalaman saya serta rasa syukur atau terima kasih saya atas anugrah yang diberikan Allah. Alhamdulillah, banyak teman-teman yang memang menginginkan persalinan normal setelah persalinan sesar merasa lebih yakin. Beberapa dari teman-teman itu juga yang akhirnya menjadi teman sampai sekarang. Meski pun kita belum pernah bertemu langsung. Alhamdulillah banyak teman yang berhasil juga dapat bersalin normal setelah belum lama melahirkan sesar.

Terakhir, 12 Pebruari 2012 kemarin, Mba Yani Subowo (Bunda Kayla), memberikan kabar bahagianya. Anak keduanya telah lahir melalui persalinan normal. Bayi cowo dengan BB 3.6 Kg dan panjang 50 cm. Kebetulan Mba Yani rumahnya di Tangerang juga, jadi rekomendasi ke dr. Anwar juga dekat. Selamat ya Bunda, semoga baby nya selalu sehat, menjadi anak saleh dan selalu bisa membanggakan orang tuanya. Tapi sayang belum bisa nengok karena Kaira hari minggu kemarin sakit, maaf ya Bun.

Sekali lagi, ini hanya sekedar sharing untuk berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat.

Stroke

stroke

Pagi ini sempat shock dan lemes banget waktu telepon ke Semarang, ke rumah orang tua saya. Waktu itu yang angkat telepon adik saya yang bungsu, bilang Bapak sakit. Pagi ini tiba-tiba susah bicara dan menggerakkan tangan. Rasanya udah ngga bisa mikir apa-apa selain satu hal, ‘stroke’. Pengen segera ada di sana dan memastikan keadaan Bapak. Tapi cukup lega, adik saya sudah langsung membawanya ke rumah sakit, meski pikiran dan hati saya tetap saja tidak tenang.

Menurut adik saya yang ketiga, Kiki, Bapak sedang menuju ke rumahnya, tapi ditunggu-tunggu kok lama. Ternyata Bapak merasakan kesemutan di tangannya dan susah menggerakkan bibir, susah bicara. Alhamdulillah masih bisa membawa motor sampai rumah Kiki. Saat itu juga Kiki langsung membawa Bapak ke rumah sakit. Dokter bilang gejala stroke.

Lanjut membaca

Radang Tenggorokan

'dokter' Kaira sedang memeriksa pasien radang tenggorokan :D

Tiga minggu terakhir ini di rumah kami ada estafet. Bukan estafet lari menyambut sea games ya, tapi estafet radang tenggorokan. Mulai dari Mba Nisa, saya trus adeknya Kaira. Penyakit ini memang sering dijumpai pada anak-anak, katanya sih sudah umum, tidak apa-apa. Tapi yang namanya sakit, tetap saja bikin khawatir dan ngga enak juga. Apalagi sampai demam, susah makan karena sakit saat menelan sampai terganggu tidurnya gara-gara batuk.

Anak-anak saya memang sensitive banget sama makanan tertentu. Mungkin nurun dari saya kali yah hehe..soalnya saya juga gitu :D . Berawal dari pesta ultah anak tetangga, tau sendiri kan kalau ada anak-anak yang ulang tahun pasti ada bingkisan jajanan anak-anak gitu. Chips, wafer, permen, dll. Nah kalau makannya satu-satu masih mendingan, yang namanya anak-anak kalau belum habis semua jajanannya ngga mau berhenti. Dan sudah bisa ditebak besoknya ada yang batuk . Memang sih seharusnya saya sudah tahu kalau jajanan yang banyak serbuknya dan yang permen terlalu manis gitu anak-anak pasti langsung bermasalah di tenggorokannya tapi kadang-kadang ngga tega terlalu banyak ngelarang. Akhirnya batuk, demam dan ke dokter deh. Ujung-ujungnya harus mengkonsumsi obat dan ada antibiotiknya. Untuk antibiotic ini takut juga kalau sering-sering dikonsumsi.

Radang tenggorokan adalah rasa sakit saat menelan dan gatal di tenggorokan. Ini merupakan proses inflamasi di daerah faring/ tenggorokan. Penyebabnya sebagian besar adalah virus dan sebagian kecil oleh bakteri. Yang disebabkan oleh virus, bisanya akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan daya tahan tubuh yang semakin baik seperti saat flu. Dan biasanya tidak perlu antibiotic. Tapi bila sudah ada infeksi biasanya diperlukan antibiotic.

Lanjut membaca

Bagaimana Cara Menghentikan Anak Ngedot?

 

Saya masih ingat saat saya mengenalkan minum susu di botol dengan dot. Waktu itu umur anak-anak sekitar 2 bulan. Kira-kira 1 – 2 minggu sebelum cuti melhirkan saya selesai. Dengan stok asi yang cukup saya ajari mereka sekitar 1-2 minggu sampai lancar mengisap ASI yang sudah saya masukkan di dalam botol. Dengan begitu saya tenang saat harus meninggalkan mereka untuk bekerja dan mereka tetap mendapatkan ASI dari Mamanya. Sekarang, keadaan itu berbalik. Saya terus berusaha bagaimana caranya menghentikan kebiasaan ngedot anak saya.

Lanjut membaca

Senam Aerobic Ibu-ibu Green Sevilla

Ibu-ibu Green Sevilla - pose dulu setelah senam :) (saya dengan warna kesukaan saya tentunya..merah ngejreng..jilbab jg merah :D

Senam adalah olah raga yang paling saya sukai. Hal ini mungkin karena pada dasarnya saya suka menari. Saat di SMP dulu, saya dan team senam perwakilan sekolah menjadi juara I tingkat propinsi Jawa Tengah pada waktu itu. Dari situ saya dapat nilai 9 untuk mata pelajaran olah raga. Orang tua saya bilang, lebih bagus lagi kalau nilai matematika atau fisikanya 9 juga ya. Hahahaha…. Nah, setelah sekian lama penyakit malas olah raga muncul, alhamdulillah di rumah, ibu-ibu tetangga warga Green Sevilla ada acara senam aerobic bersama setiap 2 minggu sekali. Meskipun acara senam bersamanya 2 minggu sekali, tapi jadi lebih semangat untuk senam sendiri di rumah atau di tempat lain di luar acara itu.

Lanjut membaca

Gigi Susu Busuk

Tanisha sedang diperiksa giginya sama Pak dokter gigi

Tanisha sakit. Bibir atasnya membesar. Sebenarnya hal ini sudah beberapa kali terjadi sejak setahun terakhir tapi setiap kali periksa ke dokter selalu dibilang karena sariawan. Setelah diberi obat juga sembuh. Saat bibir atasnya besar, ada semacam benjolan kecil dibawah bibirnya berwarna keputihan berisi cairan nanah (abses). Saat seperti itu Tanisha jadi tambah susah makannya.

Tanisha berkumur setelah diperiksa Pak Doter, ia sangat kooperatif

Kata dokter gigi, gigi susu atas Tanisha busuk. Ini yang menyebabkan terjadinya abses dan pembekakan. Tapi gigi tersebut belum bisa dicabut mengingat umurnya masih 3 tahun 9 bulan. Harus menunggu sampai tanggal dengan sendirinya atau bisa dicabut pada umur minimal 7 atau 8 tahun. Sementara hanya diberi antibiotic dan obat pelemas otot untuk gusinya.

Menurut berbagai sumber yang saya baca, Abses pada gigi anak-anak biasaya disebabkan oleh infeksi pada akar gigi yang biasanya dipicu oleh kebersihan mulut (gigi dan gusi) yang kurang dijaga.Minum susu dengan dot sebelum tidur sampai anak tertidur adalah sebagian besar penyebab kebersihan mulut dan gigi susah dijaga. Kuman yang menempel dan bersarang pada akar gigi tersebut akan terus berkembang biak dengan hasil akhir akan menghasilkan nanah pada akar gigi tersebut. Nanah yang dihasilkan merupakan media yang baik bagi kuman tersebut untuk terus berkembang biak.Gejala yang dimunculkan dari nanah itu bisa bermacam-macam. Mulai dari pembengkakan, rasa sakit, demam dan berbagai reaksi radang lainnya.Tindakan dasar dalam menangani abses atau nanah ini adalah dengan mengeluarkan nanah sebanyak-banyaknya, kalau bisa sampai habis, kalau perlu dengan menggunakan pisau bedah dan dilakukan sayatan kecil sebagai jalan keluar nanah. Kemudian diikuti dengan pemberian obat-oabatan minum seperti antibiotik untuk membunuh kuman dan obat-obatan lainnya untuk mengurangi rasa sakit maupun radang..Yang paling ditakutkan adalah apabila nanah tersebut tadi telah membentuk dinding yang dikenal sebagai kista. Penanganan pada kista harus melalui operasi kecil dimana kantong ini harus diangkat seluruhnya karena bila tidak demikian maka kemungkinan untuk kambuh akan semakin besar. Duh jadi ngeri. Semoga jangan sampai itu terjadi pada anak-anak kita.

Dari mulai awal control ke dokter gigi, memang sudah sering diperingatkan untuk melepas dot susunya terutama saat malam hari. Tapi memang lepas dot itu susah banget. Jadi sebagian besar ini adalah kesalahan saya. Sebagai orang tua seharusnya saya tidak membiarkan anak-anak tetap pakai dot teruatama saat mau bobo malam. Daripada nangis ya sudah saya selalu turuti saja. Setelah saya beri pengertian, Tanisha mulai bisa menerima. Sejak pulang dari dokter gigi dan dokter bilang giginya busuk karena sering minum susu pake dot, sekarang Tanisha sudah tidak mau minum susu pake dot lagi melainkan pake gelas. Andai dari dulu saya sudah menyapih dotnya mungkin giginya ngga akan busuk. Tapi ngga ada yang perlu disesali. Masih mending sekarang sudah mau lepas dot.Setelah gosok gigi sebelum bobo dia tidak minta susu lagi karena minum susunya sebelum gosok gigi.

Masih ada PR besar. Kaira, adik Tanisha sekarang sudah umur 2 tahun 3 bulan (27 bulan) dan masih minum susu pakai dot. Bahkan setelah kemarin sakit demam intensitas minum susu pake dotnya bertambah. Saya coba rayu masih belum bisa. Saya sapih pelan-pelan malah rewel terus. Masih bingung nih. Tapi takut nanti busuk. Jika disuruh sikat gigi kadang mau kadang engga, tapi sering ngga maunya :(  Minum air putih setelah minum susu juga susah banget. Mau minum tapi langsung disemburkan keluar lagi :(  Mesti lebih sabar nih dan tetap terus bersemangat untuk berusaha.