Ngidam

Ngidam adalah sesuatu hal lazim yang dialami oleh sebagian besar wanita yang sedang hamil. Memang ada sebagian dari wanita hamil yang sama sekali tidak merasakan hal yang satu ini. Nah, kok bisa begitu ya?

Saat hamil ada banyak sekali hormon yang diproduksi yang menyebabkan berbagai perubahan fisik maupun psikologis pada ibu hamil. Produksi air liur yang meningkat, juga menyebabkan mulut akan menjadi lebih basah dari biasanya. Jangan heran jika tiba-tiba selera makan ibu hamil menjadi berubah, menginginkan jenis makanan tertentu, dan banyak lagi contoh lainnya. Dan semua itu juga bisa berbeda pada setiap ibu hamil. Termasuk saya sekarang ini, di kehamilan kali ini makan apa-apa rasanya eneg, pengennya bikin rujak terus. Pagi-pagi juga rasanya eneg makan nasi jadi kadang diganti sama surabi oncom, arem-arem, kue basah, dan cemilan lainnya.

 

Lanjut membaca

Sekolah untuk Anak Kinestetik

Bulan-bulan mendekati tahun ajaran baru adalah bulan sibuk buat para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya sekolah. Termasuk saya. Sebenarnya ini bukan tahun pertama saya menyekolahkan anak, bahkan sejak tahun kemarin pun Kaira, anak saya yang kedua juga sudah masuk kelas PG. Tahun ajaran baru nanti, Tanisha genap berusia 5 tahun dan akan melanjutkan ke TK B. Adiknya, Kaira, yang bulan Juni nanti usianya 3 tahun 6 bulan akan meneruskan ke TK A. Sejak awal tahun ini, saya dan suami sepakat menyekolahkan Kaira sama dengan Kakaknya dengan pertimbangan lebih mudah jika satu sekolah dan tidak ingin dianggap membeda-bedakan anak.  Saat ini Kaira, PG nya di sekolah dekat rumah. Tapi beberapa hari terakhir ini saya berubah pikiran dan mencari lagi sekolah lain untuk Kaira setelah kepastian hasil tes psikologinya memastikan jika Kaira mempunyai gaya belajar Kinestetik.

Lanjut membaca

Pentas Seni & Gebyar Eskul

Banyak sekali kegiatan anak-anak di sekolah yang terlewat diceritakan di sini. Tapi bagaimana pun saya harus menyempatkan untuk mengabadikannya. Pentas Seni & Gebyar Eskul ini adalah salah satu kegiatan anak-anak di bulan Maret kemarin. Acara dari sekolah Tanisha (4 tahun 11 bulan, anak saya yang pertama). Acara ini merupakan pentas tahunan dari sekolah yang menampilkan setiap estrakurikuler yang diikuti anak-anak seperti menari, melukis, sempoa dan bermain angklung. Di sekolah, Tanisha mengikuti 3 jenis eskul (ekstra kurikuler) yaitu sempoa, melukis dan bermain angklung. Untuk pentas kali ini Tanisha satu-satunya anak TK A yang pentas bersama TK B. Selain itu, dia juga menari meminpin adik-adik yang dari kelas PG.

Lanjut membaca

Wanita Paling Bahagia di Dunia

Wanita paling bahagia? Apakah ungkapan ini tidak berlebihan? Punya apa? Rumah kecil, motor butut, tampang pas-pasan, kantong juga tipis, dari sisi mana asal bahagia itu? Ya, mungkin menurut penilaian orang lain berbeda. Apalagi kebahagiaan dan kesuksesan seseorang seringkali diukur dari materi. Setidaknya memang sebagian besar menganggap begitu.

Jika boleh memilih saat pertama kali dilahirkan, dilahirkan oleh siapa, dimana, dari kalangan mana, wajahnya bagaimana, bentuk tubuh seperti apa, cara kerja otaknya bagaimana, pasti segala kesempurnaan yang dipilih. Tapi saya sadar, ada yang kekuasaan yang besar yang tidak bisa saya kendalikan, yaitu kekuasaan sang Pencipta.

Lanjut membaca

Ulang Tahun Pernikahan ke-6

Alhamdulillah, 31 Maret 2012 usia pernikahan saya dan suami genap berumur 6 tahun. Segala puji dan syukur tak henti terucap kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi Nikmat. Atas karunia-Nya menjadikan saya seorang wanita yang begitu bahagia di dunia ini. Mempunyai suami yang tampan, sangat baik dan menyayangi keluarga. Anak-anak yang sehat dan lucu serta pintar dan selalu membanggakan. Sebuah keluarga yang semakin hangat dari hari ke hari. Semoga kami bisa selalu menjaga karunia indah-Mu ini ya Allah. Ijinkan kami bisa menuju ke ridho-Mu. Untuk mencapai keluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah. Amin amin amin ya Rabbal alamin.

Saya dan suami adalah pribadi yang sangat berbeda. Tapi dari perbedaan itulah kami berusaha untuk saling mengisi dan melengkapi. Tidak ada manusia yang sempurna. Dan dari perbedaan itu juga kami banyak belajar untuk bisa saling menghargai.

Lanjut membaca

Hang Out

Baru aja dapat pesen di bb dari suami tercinta. Isinya? Mmm..boleh juga.

Nyusul ke kantornya di Jakarta dan kita hang out berdua..mungkin bisa sampai tengah malam :D Trus bagaimana menjelaskan ke anak-anak? Alasan apa yang mau diberikan sama mereka ya?

Wah kayanya ini belum dapat jawaban sampai sekarang. Yang pasti, jika saya OK dengan ajakan itu, saya harus pulang tenggo alias pas ‘teng’ langsung ‘go’ demi mengejar bus terakhir yang ke Jakarta lalu disambung naik bus way sampai bunderan HI untuk ke kantor suami. Perjalan yang panjang juga. Tapi tetap tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesenangan saya nanti saat jalan berdua dengan suami tercinta.

Tapi..bisa tenggo ga ya? Bos ada dan kerjaan masih mengalir. Diberanikan aja deh ijin pulang cepet (sebenarnya jika dilihat jam kerja pas karena jam kerja kan sampai jam 5 sore, tapi jam rutin saya selalu molor sampai jam 7 atau 8 malam :( ) . Harus menyiapkan alasan yang tepat. Tapi saking saya ngga bisa ‘boong’ ya udah apa adanya aja bilang mau jalan-jalan sama suami di Jakarta. Hehehe.

Kerjaan masih menumpuk. Bos masih bolak balik. Eits, lihat jeng Allisa juga baru posting tulisan baru, waduh gimana ini? *lirik jam udah mepet. Ya semoga saja ajakan suami ini ngga sia-sia dan istrinya ini bisa menyelesaikan semua kerjaan hari ini sebelum ketinggalan bus. Dan semoga anak-anak bisa mengerti keinginan ortunya :) Maaf ya sayang, besok kita jalan-jalan bareng deh :)

Semoga malam ini menjadi malam yang menyenangkan buat saya dan suami tercinta.

Ayo Ayah..kita hang out!!

Mompreneur

Sebulan terakhir ini saya gelisah dan sibuk dengan pikiran-pikiran saya sendiri. Terutama dengan satu kata ini, ‘mompreneur’. Momprenuer berasal dari kata mommy dan entrepreneur, jadi secara harafiah mompreneur berarti seorang ibu yang mempunyai dan mengelola usahanya atau bisnisnya sendiri. Mempunyai lebih banyak waktu bersama anak-anak dan keluarga tapi tetap bisa mempunyai penghasilan sendiri. Selain itu banyaknya impian-impian saya yang terlalu besar jika dibandingkan dengan kemampuan saya sebagai sorang karyawati swasta yang sudah dicap ‘mentok’ atau sudah tidak bisa naik ke jejang karir yang lebih tinggi kecuali pindah perusahaan.

Lanjut membaca

Panen Pisang Ambon (lagi)

Ini untuk yang kesekian kalinya kami panen pisang dari lahan rumah mungil kami. Panen pertamanya pernah saya posting disini dan awal menanamnya di sini. Pisang yang kami tanam di rumah sebagian besar adalah jenis pisang ambon. Tapi lebaran kemarin sempat menanam juga yang pisang raja. Total pohon pisang kami sekarang ada delapan pohon. Nah 2 minggu lalu kita panen karena memang sudah tua buahnya. Sayang kalau malah roboh nantinya. Apalagi pohon pisang di rumah kami kalau sedang berbuah banyak dan besar-besar. Pohon papaya kami yang terakhir juga sudah roboh saat hujan plus angin sebulan lalu.Hiks :(

Dalam sekali panen satu pohon bisa dapat 15 sisir, per sisirnya bisa sekitar 15 buah. Satu buahnya saya bisa berdua dengan suami karena ukurannya jumbo. Lumayan bisa berbagi lagi dengan tetangga satu gang dan teman-teman kantor setelah diperam selama seminggu. Berikut gaya Ayah dan Mama nya anak-anak sama pisang ambon dari halaman sendiri :)

Ini Ayah sedang panen

meski panen tetep gaya dulu ya Yah :)

Yang ini Ayah sama pisang setelah diperam seminggu..siap didistribusikan ke tetangga ;)

dan ini

berat juga loh bawa 2 sisir pisang gitu..*bentar ya Ayah pegang dl Mama poto dl hehehe

Kalau yang ini, ngga mau ketinggalan.. Mama habis senam ikut foto dulu sebelum muter bagi-bagi pisang..

Nah anak-anaknya mana ya? Anak-anak cukup menikmati aja pisangnya. Jadi ngga sabar nunggu yang pohon pisang raja berbuah nih :D Kalau pohon-pohon kami yang lain mungkin masih lama berbuahnya. Pohon mangga mungkin baru 2 tahun lagi, alpukat 4-5 tahun, kelapa ijo 4 tahun, rambutan kayanya mau kita tebang aja, jeruk bali harusnya udah berbuah tapi bunganya gugur terus :( . Mudah-mudahan suatu hari nanti kita bisa punya rumah yang ada kebunnya betulan yang luuuuaaaasss. Wah pasti asik ya.

Hijab ala Dian Pelangi

narsis part 1 :D

Bukan bermaksud untuk ikut-ikutan bergaya seperti orang lain. Tapi sesuatu yang baik atau memang menurut saya baik dan nyaman untuk saya dan tetap membiarkan saya menjadi diri saya sendiri. Tentang kreasi hijab, saya memang maunya yang simple tapi tetap terlihat bagus. Ya minimal buat diri saya sendiri lah.

Dian Pelangi. Cewe kelahiran 1991 yang sudah menginspirasi banyak muslimah Indonesia bahkan mancanegara dalam  model hijab. Tidak heran jika ia mendapatkan sambutan yang sangat baik di peragaan busana muslim di Paris akhir Desember 2011 lalu bersama designer senior lain dari Indonesia dan mancanegara. Bahkan koleksi di stand pameran rancangannya juga laris manis di sana.

Agak susah buat saya menemukan model yang pas. Maklum kategori emak-emak seperti saya dengan postur yang masuk kategori ‘susah’ juga cari model. Tetap mengacu pada kesimpelan, berikut adalah tampang narsis saya..hehehe..harap maklum atas kenarsisan ini. Trus apa hubungannya dengan Dian Pelangi? Ya, dia tetap salah satu inspirator saya tapi tetap jauuuuuh banget kalau mau ikutan style nya, hehehe..(pliiiis jangan dibandingin dong ah :D )

narsis lagi…

dan lagi

Pisss :)

 

Breaking Dawn Part I – Akhirnya Nonton Juga

Setelah gatot nonton penayangan perdananya tanggal 18 Nopember 2011, akhirnya saya bisa nonton juga di hari Minggunya tanggal 20. Film The Twilight Saga : Breaking Dawn Part I.

tiket nonton untuk pasutri :D

Dari mulai pacaran sama suami dulu, saya memang sebisa mungkin nonton film di bioskop sama dia. Ada sih beberapa kali sama temen juga. Tapi setelah menikah, diusahakan selalu sama dia. Pernah juga saking ngga bisa nyamain jadwal akhirnya terpaksa saya nonton sendiri, itu pun harus di hari kerja. Kalau ngga sengaja cuti ya pas pulang kerja. Tapi tetep aja sendiri. Nah kemarin ini kebetulan Ayah lagi ada tugas ke luar kota sampai hari Minggu. Agak hopeless sih. Belum lagi bagaimana ijinnya ke anak-anak karena mereka juga tahu hari Minggu pasti Mamanya libur. Cepet-cepet muter otak, gimana oh gimana??

Lanjut membaca