Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik

contoh pemisahan sampah rumah tangga

Tidak terasa sudah hampir dua bulan ini saya memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah. Akhirnya bisa saya lakukan juga setelah sekian lama hanya punya niat saja. Dimulai dari menyediakan dua jenis tempat sampah. Awalnya ribet tapi lama-lama akan terbiasa. Anak-anak pun sekarang sudah mulai bisa memisahkan mana yang harus dibuang di tempat sampah organik dan mana yang anaorganik. Walau mereka hampir selalu bertanya, “Ma kalau yang ini dibuangnya di tempat sampah yang mana?”, minimal mereka tahu bahwa sampah-sampah itu harus dipisah.

Seringkali kita mengeluh saat melihat tumpukan sampah di jalan-jalan, di tempat pembuangan sampah (TPS) maupun di tempat pembuangan akhir (TPA) karena selain menimbulkan bau yang tidak sedap, gangguan pemandangan juga sebagai sumber penyakit. Seketika itu juga kita sering menyalahkan pemerintah atau pengelola perumahan setempat yang tidak becus mengelola sampah tanpa kita sadari kita adalah sumber dari sampah-sampah yang menumpuk itu. Masalah sampah bisa menjadi masalah yang sangat serius jika kita tidak secara bersama-sama bertanggungjawab mengatasinya.

Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Atau dengan kata lain sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis. Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.    Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;

2.    Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.  Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah botol, plastik wadah pembungkus makanan dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

Yang menyebabkan sampah di TPS atau TPA menumpuk adalah tercampurnya sampah organik dan anorganik. Para pemulung maupun orang yang biasa memanfaatkan sampah tersebut tidak dapat menggunakan sampah yang sudah tercampur antara sampah organic dan anorganik. Kalau pun pemisahan ini dapat dilakukan, biayanya sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu konsep pemisahan sampah harus diubah yaitu PERLUNYA PEMISAHAN SAMPAH SEJAK DARI SUMBERNYA.

Jika sampah organic dan anorganik sudah dipisahkan dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga hunian, kawasan wisata, kawasan niaga, kawasan jalan raya, kawasan wisata atau tempat-tempat umum lainnya, maka ketika sampah tersebut sudah sampai di TPA, sampah sudah terpisah. Hal ini memudahkan dalam pemanfaatannya. Bahkan tidak perlu menunggu sampai ke TPA, di TPS pun para pemulung maupun para pembuat kompos sudah dapat memanfaatkannya.

Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan pemisahan sampah organik dan anorganik ini antara lain :

-       Berkontribusi secara langsung dalam memecahkan masalah penanganan sampah. Jika dilihat dari jumlah sampah yang saya hasilkan di rumah, mungkin itu dinilai sedikit, tapi bayangkan jika setiap hari dari setiap orang. Berarti ini membantu pemisahan sampah lebih cepat sehingga tidak cepat menumpuk di TPA.

-       Kualitas lingkungan meningkat. Lingkungan yang bersih dari sampah akan lebih higienis.

-       Kualitas estetika meningkat. Tumpukan sampah, bau busuk dan sampah yang berserakan akan mengganggu keindahan sehingga tidak indah dipandang.

-       Tambahan pendapatan. Tidak sedikit orang-orang sukses yang mendapatkan penghasilannya dari hasil mengolah sampah. Semakin cepat sampah dapat dimanfaatkan atau diolah maka semakin meningkat pendapatan yang diperoleh.

-       Sebagai ladang sedekah dan membantu orang lain yang membutuhkan. Kita dapat menjual sampah yang sudah kita pisahkan, misalnya botol kaca, botol plastic, kerta koran, dll dan hasilnya kita sumbangkan ke orang yang membutuhkan. Atau biar tidak ribet bisa juga diberikan ke pemulung yang lewat di depan rumah.

Kita adalah produsen sampah, maka seyogyanya kita juga secaras bersama-sama menangani masalah sampah karena kita jua lah yaang akan menikmati lingkungan yang bersih dan higienis.

 *Terima kasih buat Bu Jamal atas inpirasinya. Niat disertai tindakan nyata akan lebih berarti.

**Buat Pak Lurah, Pak Camat, Pak Bupati tolong dong disediakan tempat sampah yang lebih banyak di tempat-tempat umum, kalau bisa yang sudah dibagi dua organik dan anorganik (di tempat umum minim sekali tempat sampahnya).

About these ads

7 thoughts on “Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s