Operasi Kista Epidermal

Kaira saat berumur 10 bulan, benjolan kista sudah mulai besar

Lima bulan yang lalu, Kaira (2 tahun), anak kedua saya habis operasi Kista Epidermal. Awalnya saya tidak ingin sharing hal ini di blog. Tapi saya fikir ini mungkin bisa bermanfaat buat orang lain.

Kaira lahir sempurna dengan persalinan normal dengan berat lahir 4 Kg. Alhamdulillah tidak kurang suatu apapun. Setelah umur 40 hari, di kulit diantara leher dan dada ada semacam titik seperti komedo berwarna pitih. Saya pikir itu biasa saja sampai semakin lama titik itu semakin besar dan jika dipegang seperti ada bulatan kecil dibawah kulit yang bisa digerakkan. Saat control ke dokter anak, saya dan suami juga sering menanyakan hal ini tapi dokter masih belum bisa memastikan juga.  Kami juga kroscek ke dokter anak yang lain. Ada dokter yang memang bilang itu Kista dan menyarankan untuk dioperasi. Tapi waktu itu kami belum tega karena Kaira masih kecil.

Tidak ada gejala sakit apapun sampai akhirnya benjolan itu meradang seperti bisul yang bernanah. Dokter memberikan antibiotic dan obat. Benjolan seperti bisul itu pun pecah dan kempes. Lega rasanya karena kami memang berharap itu bukan kista. Tapi ternayata benjolan itu meradang lagi. Dan terus seperti itu. Selalu berulang. Kata dokter area benjolan itu tidak boleh kotor dan harus selau steril. JAdi setiap habis mandi kami selalu memberikan antiseptic dan menutupnya.

Kaira (12 bulan) - harus selalu memakai penutup luka dilehernya agar tidak terinfeksi

Seiring dengan pertumbuhan Kaira, dia mulai mengerti dan mengutarkan keluhannya. Dia mulai terganggu jika benjolan itu meradang lagi karena jika kepalanya bergerak bisa tersenggol dan sakit. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi . Referensi dokter dan rumah sakit kami kumpulkan untuk  persiapan. Sempat beberapa ganti dokter juga. Sampai kami merasa cocok di RS Hermina Tangerang dengan berbagai pertimbangan. Saat ke dokter, Kaira tidak bisa dioperasi jika masih ada peradangan di area benjolan itu. Harus menunggu sembuh dulu dengan diberi obat. Kurang lebih 3 minggu setelah dipecah dan diberi obat dokter waktunya operasi pun dirasa siap.

Dengan meminta kelancara dari Allah SWT dan doa dari seluruh keluarga besar kami bersiap berangkat. Operasi dijadwalkan jam 2 siang tapi kami harus sudah ada di rumah sakit sejak pagi. Kaira juga harus puasa minimal 6 jam sebelum operasi. Sungguh tidak tega melihat Kaira yang sekecil itu puasa. Saat itu umurnya baru 1.5 tahun. Saat menunggu di kamar pasien, Kaira selalu bilang, “Mama..Ade haus..mau susu.., mana minum Ade?mana Ma?”, sambil mencari-cari ditasnya. “Ade, ade belum boleh minum dulu ya, kalau sudah diperiksa dokter baru boleh biar cepet sembuh”. “Haus..haus..mau susu…”, sambil terus menangis. Akhirnya saya bujuk untuk nenen saja, kan memang sudah tidak keluar sejak seblum sebelumnya Kaira disapih. Sampai tertidur.

Sudah jam 1 siang. Suster sudah bersiap untuk menanggalkan baju Kaira dan memasangkan infuse. Saya tidak tega. Saya minta suami saya yang mendampingi. Kaira berteriak tidak mau saya tinggal. Saya berpaling dan lai ke musholla untuk sholat dan berdoa. Sudah jam 2 siang, saya menuju ke kembali ke kamar pasien. Saat masuk, saya mendapati suami saya sedang menangis, saya pun ikut menangis.”Ada apa Ayah? Gimana Ade?Dibawa masuk ruang operasi jam berapa?”, tanya saya ke suami saya.”Ayah ngga tega Ma, Ade kuat banget, suster ngga berhasil gantiin baju dan masang infuse, jarumnya selalu meleset dan darah kemana-mana. Kasihan, Ayah ngga tega. Trus Ade dibius baru bisa dipasang dan dibawa ke ruang operasi. Kaira dibius total.

Dua jam berlalu, kami belum mendapat kabar dari ruang operasi. Kemudian suster memberitahu jika Kaira operasi sudah selesai dan lacar. Alhamdulillah. Saya mencari di ruang pasien, belum ketemu. Lalu saya mendengar ada suara tangisan anak yang serak sekali dan seperti tidak bertenaga. Ya Allah, ternayata Kaira kecilku. Aku peluk dia. Dia masih memakai baju operasi berwarna hijau dengan selang infuse yan g masih menempel. Dia menangis dan berusaha manggil Mama, tapi seperti tidak ada tenaga karena efek biusnya belum hilang. Air matanya menetes. Kelopak matanya bengkak sisa menangis siang tadi saat sebelum masuk ruang operasi. “Sudah selesai sayang..anak yang hebat”. “Minum..minum ma..”. “Belum boleh sayang, nunggu dulu sampai Ade kuat dulu, biusnya belum hilang. Satu jam lagi ya Sayang..sabar”. “Haus..minum Ma..”, Kaira terus menangis. Setelah 30 menit saya tidak tega, saya tanya suster lagi, “Suster , Kaira boleh minum kan?Kasiihan sudah hampir 12 jam dia puasa”. Suster bilang boleh tapi sedikit-sedikit dulu, jika tidak mual atau muntah boleh diteruskan.

Kaira minum dan Alhamdulillah tidak masalah. Satu gelas sudah habis. Lalu saya beri the hangat juga langsung habis. Sungguh pasti kehausan banget. Sekitar 2 jam setelah operasi makanan dating. Satu piring makanan habis tak tersisa. Kaira is back!! Kami tersenyum bahagia.

Dokter menyarankan untuk menginap 1 malam di rumah sakit tapi saya dan suami berfikir Kaira pasti lelah dan lebih nyaman jika beristirahat di rumah. Apalagi di rumah ada kakaknya. Malam itu juga, setelah berkonsultasi ke dokter, kami diijinkan pulang. Jam 10 malam kami baru bisa meninggalkan rumah sakit.

Alhamdulillah Kaira sudah sehat - Kaira anak cantik dan pintar

Ujian ini adalah pelajaran berharga bagi keluarga saya. Memang banyak yang bilang operasi kitas epidermal termasuk operasi ringan. Tapi apapun bentuknya yang namanya sakit sampai harus operasi dan terjadi sama anak yang masih kecil. Sungguh, tetap khawatir dan takut juga. Semoga anak-anak kita selalu dikaruniai sehat.

Sebenarnya apa sih Kista Epidermal? Berikut informasi yang saya dapat dari blog seekerofthetruth12.wordpress.com . Semoga bermanfaat.

DEFINISI

Kista epidermal atau juga disebut dengan kista sebasea adalah kumpulan material seperti keratin, biasanya putih, licin, mudah digerakkan, dan cheesy di dalam dinding kista. Jenis kista ini merupakan yang paling umum. Secara klinis, kista epidermal muncul sebagai nodul bulat, keras berwarna daging. Kista epidermal umumnya memiliki lubang kecil yang berhubungan dengan kulit namun tidak selalu tampak jelas. Kista epidermal dapat terjadi di bagian kulit mana saja, akan tetapi lebih banyak ditemui di bagian wajah, scalp, telinga, dada, dan punggung. Tulang, payudara, genital, dan intracranial jarang ditemukan pada kista epidermal. Mukosa okuler dan oral juga bisa terkena serta di konjungtiva palpebra, bibir, mukosa mulut, lidah, skrotum, dan uvula.

Kista epidermal merupakan tumor jinak yang tidak perlu dihilangkan kecuali mengganggu secara kosmetik atau terinfeksi. Kista epidermal yang terinfeksi berwarna merah, bengkak, dan terasa nyeri. Bila hal ini terjadi, harus diterapi dengan antibiotik dan dieksisi bila sudah tidak mengalami inflamasi. Kunci dari penghilangan kista epidermal adalah menghilangkan seluruh dinding kista.

PENYEBAB

Kista epidermal terbentuk dari beberapa mekanisme. Kista dapat diakibatkan sekuestrasi dari sisa epidermal selama kehidupan embrionik, oklusi dari unit pilosebaseus, atau trauma atau implantasi bedah dengan elemen eptelial. Infeksi HPV , paparan UV, dan oklusi kelenjar ekrin dapat menjadi faktor tambahan perkembangan kista epidermal palmoplantar. HPV juga telah teridentifikasi dalam kista epidermal nonpalmoplantar.

  • Kista epidermal kongenital dari fontanel anterior atau di bagian orogenital dapat diperkirakan oleh hasil sekuestrasi atau trapping sisa epidermal selama fusi embrionik selama perkembangan. Lesi di bibir dan mulut berkorelasi dengan fusi yang tidak sempurna dari lengkung brankial, sedangkan lesi genital disebabkan oleh  penutupan tak sempurna dari lipatan genital.
  • Semua proses kejinakan dan keganasan yang mempengaruhi atau tumbuh dekat unit pilosebaseus dapat berujung pada oklusi atau tumbukan  folikular ostia with formasi kista yang berikutnya. Kista dengan distrubusi yang bersifat acneiform umumnya akibat penyumbatan folikular. Pada manula, cedera sinar matahari yang terakumulasi dapat merusak unit pilosebaseus, menyebabkan abnormalitas seperti sumbatan komedo,  hiperkornifikasi, keduanya dapat menimbulkan kista epidermal. Kondisi ini disebut juga Sindrom Favre-Racouchot.
  • Kista epidermal yang sebenarnya diakibatkan impantasi elemen epidermal pada dermis. Beberapa cedera, khususnya tipe crushing, diasosiakan dengan subungual atau  kista epidermal terminal phalanges. Cedera hancur ketika membanting pintu mobil pada bagian digital sering dilaporkan. Prosedur bedah secara teori dapat menimbulkan kista epidermal. Formasi kista epidermal multipel dilaporkan setelah operasi plastik bagian hidung, pembesaran payudara, dan sedot lemak. Penggunaan cangkok dermal, cangkok miokutaneus, dan biopsy jarum juga diasosiasikan dengan timbulnya kista epidermal.
  • Sindrom herediter tertentu berasosisasi dengan kista epidermal, seperti Sindrom Gardner, Sindrom nevus sel basal, dan pachyonychia kongenital. Idiopathic scrotal calcinosis dapat ditemukan pada fase akhir dari kalsifikasi distrofik pada kista epidermal.
  • PENGOBATAN
  • Pada umumnya kista epidermal tidak memerlukan pengobatan apapun. Bila menimbulkan gangguan dapat dieksisi, atau diseksi seluruh dinding kista dengan insisi. Bila bagian dinding tertinggal, kista dapat kambuh. Destruksi kista dengan kuret, cairan kimiawi, atau elektrodesikasi memberikan hasil kurang memuaskan.
  • Bila terjadi inflamasi, dapat dilakukan injeksi intralesi dengan triamcinolone (amcort, aristocort) yang dapat mensupresi migrasi PMN dan membuat sempit celah kapiler pembuluh darah. Antibiotik oral juga diberi bila perlu.
About these ads

10 thoughts on “Operasi Kista Epidermal

  1. Duh mbak, baru sempat saya maen ke sini lagi. Ya ampuuunn….pengen nangis mbak baca ceritanya. Sungguh gak kebayang gimana Kaira yang masih kecil gitu mesti dioperasi, dipasangin infus sampe darah kemana-mana, trus musti puasa…ya ampuuunnn…sedih banget mbak..

    Tapi puji Tuhan ya mbak, semua sudah lewat….

    Kaira anak yang kuat dan pintar yah, sehat terus ya sayang…peluk cium dari Raja dan mamanya yaa..

    • Iya, kayanya MamaRaja lagi sibuk ya di kantor, hehe..
      Kaira masih kecil banget waktu operasi..iya ga tega.
      Alhamdulillah sekarang sudah sehat. Semoga anak2 kita selalu diberi sehat terus sama Tuhan ya.
      Terima kasih auntyAllisa :) sun sayang buat Raja juga ya..

  2. subhanallah… haru membacanya… kaira emang anak hebat… semoga sehat selalu…
    btw: salam kenal, sayaa baca blog ini karena memang lg mencari2 informasi seputar kista, alhamdulillah ketemu… ini pun istri yg cariin hehehe… oh ya, di hermina wkt itu berapa yah biayanya?.. jika berkenan blh dong share ke japri juga boleh…

    terima kasih,
    hayat

    • Salam kenal juga Pak Hayat,
      terima kasih doanya.
      Kalau boleh tahu apa ada keluarga Pak Hayat yang kena kista juga?
      Waktu itu Kaira ditangani oleh dokter bedah umum bukan dokter bedah anak jadi biayanya agak lebih murah. Untuk rinciannya, maaf saya kurang paham karena semuanya suami yang urus. Tapi hitungan kasarnya kurang lebih 7-8 juta. itu kami pakai yang kelas 3 karena memang hanya 1 hari lalu pulang dan tidak menginap.
      Detail biaya bisa langsung dtanyakan via telepon kok Pak ke RS nya jadi kita bisa taku perkiraannya.
      Kalau untuk dokter bedah anak, di RS Harapan Kita banyak yang bagus dan biaya lebih terjangkau juga. Sebelumnya memang sempat periksa kesana tapi akhirnya kita pilih yang dekat saja.

  3. jika kista di vagna bgm? Apa harus dioperasi? Pke herbl bisa ga? Kista apakh tmbuh membesarny cepat atw lmbt?

    • Salam kenal Mba Aas Asmawati,
      Maaf, saya buka ahlinya Mba, tapi menurut saya lebih baik dicek kepastiannya ke dokter karena semakin dini diketahu kepastiannya akan semakiin cepat ditangani dan semakin cepat sembuh juga..
      Semoga cepat sembuh ya Mba

  4. terharu banget baca, persis seperti pengalamanku minggu kemarin. anakku Jemima (3 tahun). sama, jemima juga di leher, kami putuskan operasi karena seperi jakun. pengen tau dong mam kaira bekas lukanya lama ga ya hilangnya?

    • Salam kenal MamaJenima, sorry baru bales nih. Bekas lukanya Kaira kemarin agak tebal, sampai sekarang masih kelihatan bekasnya di bawah leher.
      Untuk cream penghilang bekas luka aku belum coba.
      Semoga Jenima sehat terus ya Mam :) thanks for sharing

  5. Aduh mbak aq smbil nangis bacanya… Kaira anak yg kuat, moga selalu dberi kesehatan…
    Mbak aq punya baby 7 bulan juga ada kista d dada nya…
    Udah aq periksa k dokter anak, katanya mw diambil klo usianya udah 3 tahun , tapi aq takut kista itu makin besar n bahaya…
    Mbak dulu gmna?

    • Waktu itu kami juga ragu karena Kaira masih kecil banget. Tapi karena itu akan selalu berulang, setelah konsulatasi dokter kami putuskan untuk segera melakukan operasi.
      Kalau dokter Mba menyarankan demikian, pasti ada pertimbangan lain Mba. Semoga cepat sembuh ya babynya. Thanks :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s