Tanisha Izzati Nuraisyah (22 bulan) adalah anak saya yang pertama lahir melalui operasi sesar. Pada saat Tanisha umur 8 bulan saya hamil anak kedua, Kaira Nadifa Nuryanto (4 bulan). Sejak kehamilan awal dokter sudah menvonis bahwa saya harus menjalani operasi sesar lagi karena jarak kelahirannya belum ada 2 tahun. Sejak itu pula saya dan suami memutuskan untuk pindah ke dokter lain.
Setelah mendapatkan referensi dari beberapa teman saya bertemu seorang dokter yang terkenal anti sesar kalau memang tidak sangat terpaksa. Meskipun harus mengantri panjang setiap kali periksa tetapi saya mantap berusaha agar bisa menjalani persalinan normal.
Menurut dokter kondisi saya dan bayi tidak masalah apabila ingin melahirkan normal. Minggu ke 40 kehamilan, belum berasa mules juga. Sampai lewat 5 hari dari perkiraaan dokter tanda-tanda kontraksi belum ada. Khawatir terjadi apa-apa saya langsung bersiap untuk ke rumah sakit tapi ternyata disuruh menunggu sampai sehabis lebaran haji atau Idul Adha, ternayata dokternya berlebaran dulu, hehe..
Setelah di rumah sakit, katanya saya akan ditreatment balon perlakuan untuk membantu membuka mulut rahim menggunakan alat semacam balon, tetapi tidak jadi dilakukan karena belum ada pembukaan. Menurut infomasi yang saya dapat treatment tersebut dapat dilakukan bila ada pembukaan minimal 3. Akhirnya pukul 00.30 tanggal 10 Desember 2008 saya diinduksi dan setengah jam kemudian mulai muncul kontraksi yang semakin lama semakin kuat. Pemberian induksi tidak dilakukan terus menerus melainkan hanya 1 jam saja mengingat saya ada riwayat sesar. Alhamdulillah, kontaksi mulai teratur walaupun jaraknya masih 15 menit. Pukul 07.00 saya sudah masuk ruang bersalin untuk treatment balon tapi sekali lagi tidak jadi karena sudah pembukaan normal. Pukul 11.00 pembukaan sudah 9 tetapi kepala bayi belum juga turun. Saya mulai cemas, bersyukur suami tercinta selalu menenangkan dan kusyuk memanjatkan doa. Dokter belum juga datang, katanya mobil beliau masih dipinjam anaknya, Ya Allah..
Sebelum adzan dzuhur pembukaan sudah lengkap 10, dokter pun sudah datang (tahu aja ya dokter, datangnya bisa pas, hehe). Kepala bayi belum mau turun, akhirnya 3 suster mendorong dari atas perut. “Ya mulai Bu”, teriak suster. Alhamdulillah..12.55 Kaira lahir dengan berat 4 kg dan panjang 50 cm (pantes susah turun, katanya kebesaran, hehe..).
Jadi, bagi yang punya riwayat sesar, terutama yang mau melahirkan lagi sebelum 2 tahun, jangan khawatir. Kalau mau persalinan normal segera cari dokter yang memang mendukung keinginan tersebut. Konsultasikan kondisi ibu dan bayi. Didukung dengan doa dan keinginan kuat, insyaallah semua akan baik-baik saja. Dan bila ternyata dokter menyarankan untuk tetap menjalani sesar, jangan kecewa karena yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi.
Terima kasih yang tak terhingga buat suamiku tercinta yang sangat sabar menemani dan menenangkan; buat Mba Nisha yang selalu memberikan senyuman dan tidak rewel selama Mama di rumah sakit; buat Ma’e yang selalu mondar-mandir dari RS-rumah membawa segala keperluan; buat MbaNur yang telaten mengasuh Mba Nisha; kepada seluruh keluarga besar dan sahabat atas doa dan perhatiannya serta kepada Dokter Anwar Hasyim SpOg dan semua suster di RS Qodr yang membantu dalam proses persalinan tersebut.





adhi
14 April 2009 at 10:07
Wah, lucunya mbak. Ikut seneng jadinya. Perjuangannya luar biasa sekali mbak ya… Semoga menjadi anak yang shaleh, dan selalu menjadi kebanggaan kedua orang tuanya. Amiiin.
riliarully
14 April 2009 at 10:54
Amain..amin..yaa rabbal alamiin
Terima kasih ya Om Adhi. Semoga Om jg cepet nyusul ya, insyaallah sebentar lagi Om.
Salam buat nTe Nita ya
syahrul
15 April 2009 at 09:48
whaduuh..whaduh…whaaduuh.. ternyata susah n repot jadi ibu waktu ngelahirin, apalagi tambah mbesarin anak. *mellow model on inget ibu dirumah*hikz..hikz..hikz
riliarully
15 April 2009 at 09:55
hehehe..makanya Om jangan nakal yah jd anak
Makasi ya udah mampir
iin
3 November 2009 at 07:15
subhanallah salut deh ceritanya.kalo blh tahu dokterna domisili dimana?sy sdg hamil ke 2 harus sc lg krn dokternya gak mau resiko induksi.trims
riliarully
3 November 2009 at 09:09
Salam kenal mba Iin
Iya saya senang bisa berbagi pengalaman ini.
Dokter yang menangani saya waktu itu dr. Anwar Hasyim SpOg. Dulu beliau prakteknya di RS Qodr – Lippo Karawaci; RS Melati dan RSIA Anisa, semuanya di Tangerang.
Tapi kabar terbaru di RS Qodr sudah tidak praktek lagi (dulu saya melahirkan di RS Qodr) dan hanya di RS Melati dan RSIA Anisa.
Mungkin karena beliau sudah sepuh, senior banget dan mengurangi jam prakteknya.
Iya ya, kalau kondisi ibu dan anak bagus, sayang ya kalau harus sc.
Semoga kondisi ibu dan bayi sampai mau melahirkan bagus yah mba n bisa diberi kesempatan melahirkan normal.
tapi apapun, yang terpenting adalah kesehatan ibu dan bayi
Tetep Semangat ya!!!
Allisa Yustica Krones
11 November 2009 at 06:55
Wah…tulisannya ngasih semangat, nih…
Saya juga waktu anak pertama melahirkan melalui proses SC. Rencananya sih setelah Raja berusia 3 taon baru bakal hamil lagi (amiiiinnnn….). Kalo mbak aja yang beda usianya hanya 1taon-an bs melahirkan anak kedua tanpa SC, berarti saya juga nanti kalo Tuhan berkenan bisa dong…
riliarully
14 November 2009 at 22:13
Iya harus tetep SEMANGAT dooong
jarak 3 th dg si kakak berarti kurang lebih 4 th jarak kelahiran. Wah itu bisa banget selama kondisi baby n ibu tidak ada masalah.
Yakin aja Mom ^0^
kayanya program dari sekarang juga oke tuh hehehe…
putilaksmi
19 November 2009 at 06:35
dapet link dr blog nya mom lisa nih..
salam kenal mbak..
tulisannya menginspirasi..
pengen nglahirin normal juga untuk anak ke 2 nanti, coz anak 1 sc…
riliarully
19 November 2009 at 08:54
surprised ^o^
Lam kenal juga Mba
asiikk nambah temen lagi hehehe..
Makasi ya udah mampir.
wah udah program anak ke-2 sip sip GoodLuck Mom
Semoga semua lancar sehat n bisa normal ya..amien
(niatkan dalam hati-ikhtiar maximal-pasrahkan-insyaalah..)
btw tukeran link yuukk..
putilaksmi
23 November 2009 at 07:22
sudah ku add link mam..
byarina
4 Januari 2010 at 05:50
Wah…saya yang pertama juga sesar.Sekarang sedang hamil anak ke dua.moga@ juga bisa lahir normal ya….
riliarully
4 Januari 2010 at 06:33
Hi Mom salam kenal ya
wah sudah berapa bulan nih kehamilannya?
semoga semuanya lancar dan sehat serta diberkahi persalinan normal.
yakin aja Mom..ayo semangat!!
Agus Gumilar
22 Januari 2010 at 08:36
Mba terima kasih, sharingnya.
Benar-benar membantu mental saya.
Saya lagi gelisah, sekarang saya mengalami peristiwa yang sama dengan mba.
Sekarang istri saya sedang hamil jalan 41 minggu(40 minggu = 17 Januari 2009). Anak pertama cesar dan sekarang usianya 21 bulan(2 thn kurang).
Kemarin saya sudah pergi ke dokter, jawaban dokter cuman cesar dan cesar.
Kami ingin kalau ada kesempatan Allah berikan, ingin bisa lahir normal.
Baca tulisan mbak membuat saya bersemangat lagi. Saya tinggal di bandung. Cuman saya ngak tahu dr. di Bandung yang bisa membantu seperti kasus mbak. Mohon do’anya semuanya ya.
riliarully
25 Januari 2010 at 02:53
Assalamu’alaikum Pak Agus,
Salam kenal ya.
Alhamdulillah kalau sharing saya disini bisa bermanfaat.
Dilihat dari umur kehamilannya memang tinggal menunggu hari H saja ya Pak.
Semoga semuanya berjalan dengan lancar. Ibu dan baysehat semuanya. Itu yang paling penting.
Jika tidak ada masalah yang berarti untuk mencapai persalinan normal, insyaalah bisa Pak. Selama Allah mengijinkan.
Semoga saja ya. Amiienn.
Sekali lagi yang terpenting adalah kesehatan ibu dan bayi.
Agus Gumilar
25 Januari 2010 at 01:51
Alhamdulillah, berkat do’a dari orang tua, jerih payah kami mendapatkan pencerahan. Kemarin Sabtu 23 Januari 2009, saya dan istri mendapatkan dokter yang bisa membantu persalinan normal. Karena menurut beliau perhitungan menurut USG belum 40 minggu, tapi baru 37 minggu 5 hari. menurut dokter masih ada harapan 1 minggu 5 hari lagi, jikalau ketika minum antibiotik ketuban pecah putuslah harapan. Dokter pun sudah memberikan ancang2 agar saya pun mempersiapkan biaya cesar, buat jaga-jaga. Cuman memang dari ruangan dan alat yang digunakan, serta title S2 dan jam terbang beliau, tidak murah untuk bisa mencapai harapan bisa melahirkan normal. Tapi berapapun biaya yang harus saya keluarkan, asalkan bisa memberikan yang terbaik untuk istri dan anakku, biaya tak jadi masalah, karena Allah Maha Pemberi rizqi. Terima kasih
riliarully
25 Januari 2010 at 02:58
Alhamdulillah.
Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkan ya Pak. Amien.
Jangan putus asa berdoa dan maksimalkan ikhtiar. Insyaalah.
Tapi apapun itu, Allah tahu semua yang terbaik buat hambanya.
Tinggal menunggu hari H. Semoga lancar n seht semuanya.
Saya tunggu kabar baiknya Pak.
Dan kita bisa sharing disini ya.
Terima kasih. Salam juga buat istrinya ya..
Tetep semangat..hehehe
Agus Gumilar
1 Februari 2010 at 10:08
Bismillah,
Mba makasih do’anya.
Alhamdulillah setelah berjuang 21 jam dari hari kamis jam 10 pagi, akhirnya lahir juga putri kami pada hari jum’ah pukul 6.51 pagi dengan proses normal dibanti vacum sampai kelihatan kepala, lalu dibantu proses ngeden.
Kemarin Minggu istri dan anak sudah pulang ke rumah.
Salam dan terima kasih dari istri saya, karena Mba menjadi inspirasi kami untuk berjuang.
Terima kasih
Agus Gumilar
1 Februari 2010 at 10:12
Oh iya,
Terima kasih juga buat Bidan IIM serta crue suster bersalin di RS Hermina Paster Bandung yang terus tak henti2 nya memberi motivasi kami. Dan juga dr Hanny Ronosulistyo.
Buat yang mengalami kendala seperti kami, terus berjuang jangan patah semangat, tawakal seluruhnya pada Allah.
Oh iya yang ada di Bandung dr. Hanny Ronosulistyo, SpOG bisa menjadi rujukan buat yang ngalamin kendala seperti kami.
Terima kasih
riliarully
19 April 2010 at 02:23
Terima kasih Pak Agus buat informasi dan sharingnya.
Semoga bisa bermanfaat buat temen2 yang lain ya..
witrin
18 April 2010 at 15:26
alhamdulillah,,,,,,,,,,,,mba ngasih pencerahan utk sy…..kl gitu sy juga mau ngikutin jejak mb,yg siap utk lahir normal.sy akan ganti dokter.krn dokter yg ini nyaranin sy utk cesar….tp kl boleh mb kasih tau dokter mana yang mb datengin itu siapa n prakteknya dimana?……blsnya ke email ku yah.mksh.baby nya cantik……..smg menjadi anak yg solehah…..
riliarully
19 April 2010 at 02:34
Mba Witrin..lam kenal ya ^_^
Alhamdulillah..
Saya dulu di RS Qodr – Lippo Karawaci Tangerang dengan dr. Anwar Hasyim SpOG, tapi karena sekarang beliau sudah sepuh, kabarnya sudah tidak praktek lagi di sana.
Ada kabar masih praktek di RSIA Melati Tangerang, tapi juga tidak pasti juga masih di sana atau tidak.
Untuk pengalaman teman lain yang juga comment di blog ini, Pak Agus Gumilar, istrinya juga alhamdulillah bisa bersalin normal dengan dr. Hanny Ronosulistyo, SpOG RS Hermina Paster Bandung.
Semoga ada informasi rujuakn lainnya yang dekat dengan rumah ya Mom.
Semoga kehamilan dan persalinannya lancar, ibu dan anak sehat smuanya ya..dan jika diijinkan bisa persalinan normal..amin.
Terima kasih sudah mampir Mom.
yuli
29 Juli 2010 at 03:15
salam kenal semuanya……..
saya jg br cr info semalam lgsg ke rsia.melati.. dr.anwar hasyim msh prakter di rsia.melati jadwal praktek selasa,kamis,sabtu. jam 19.30-selesai.. biaya kontrol 135rb. biaya bersalin;
kelas normal caesar 1 kamar
bidan dokter
vip 4-5.5jt 5.5-6.5jt 11.5-13jt 1bed
1 3.5-4.5jt 4.5-5jt 10-11jt 2bed
2 2.5-3.5jt 4-4.5jt 8-9.5jt 3bed
3 2-2.5jt 3-4jt 7-8jt 6bed
semoga info nya berguna bt bumil… tp aku jg blom tau dokter yg bagus disana,soalnya br mau ganti dokter bt lahiran normal,sblom nya aku ma dr.yani di pik n dr.bambang di rsia keluarga ibu. perkiraan lahir tgl 13agustus 2010.
riliarully
29 Juli 2010 at 03:29
Hi Bunda Yuli, salam kenal juga..
Oh sudah ke RS Melati ya. Syukurlah kl dr. Anwar masih ada praktek di sana.
Terima kasih buat info dan sharingnya ya Bunda. Insyaallah bermanfaat.
Wah 13 Agustus sebentar lagi ya..semoga persalinannya lancar..diijinkan Tuhan untuk bisa normal..ibu dan anak sehat tanpa kurang suatu apapun jg..
Nanti disharing lagi ya Bunda kl dedenya sudah lahir ^_^
Terima kasih sudah mampir n sharing disini.
juan rizzi
16 Mei 2010 at 05:22
hai kak rilia rulli…? pa kabar dan lam kenal aja.
pengalaman kakak sama sepeti yang dialami dengan istriku sekarang,setelah sesar anak pertama baru berumur 8 bln udah hamil anak ke2,ya karena telat kb 3 hari sih alasannya.
ketauan hamil setelah 2 buln lebih,krn curiga kok ga haid.
Tp setelah membaca pengalaman kakak aku jadi agak sedikit tenang,kok bs mirip ya pengalaman kakak sama istriku tp ya begitulah adanya.Mm orang tuaku marah karena si ibu hamil sebelum batas waktu dari yang ditentukan dokter.Apa kakak dulunya ga was2 efek samping krn hamil sebelum waktunya.
Tp yg jelas walaupun kakak da kasih penjelasan seperti itu tp aku masih takut ..iya kalau nanti melahirkn normal kalau ga..waduh mungkin entah jadi apalah istriku nanti.
riliarully
17 Mei 2010 at 08:36
Hi Kak Juan, lam kenal juga, alhamdulillah baik ^_^
Wah selamat ya sudah mau dapat momongan lagi, pasti nanti tambah rame nih rumahnya.
Jangan takut Pak, insyaallah tidak apa-apa. Perasaan tidak tenang dan takut yang malah membuat istri juga gelisah.
Menurut dokter saya (dokter saya yang menangani kelahirana nak pertama), setelah melahirkan secar, boleh2 saja langsung hamil asalkan secar lagi itu tidak masalah, jarak 2 tahun hanya ditujukan bagi yang ingin normal. Tetapi dokter saya yang menangani kelahiran anak kedua, beliau bilang selama kondisi janin dan ibu tidak ada masalah ya bisa diusahakan untuk proses kelahiran normal dengan bimbingan dokter juga.
Jika Kak Juan dan Istri serta keluarga besar masih ragu dan takut, coba konsultasikan ke dokter, jika memang masih ragu untuk normal ya tidak masalah dengan jalan secar. Yang terpenting disini adalah kesehatan dan keselamatan ibu dan anak.
Tetap tenang ya Kak. Semoga proses kehamilan dan kelahirannnya lancar serta semuanya sehat tidak kurang suatu apapun.
Selamat menanti lahirnya si buah hati.
Terima kasih ya sudah mampir.
bunda kayla
6 September 2011 at 15:47
Bunda…slm kenal ya…aku sedang hamil anak kedua usia kandunganku skrg 16 mggu dulu aku melahirkan cesar yg kedua ini aku ingin sekali melahirkan normal.. Apa bunda pny Facebook tolong add saya ya Yani Subowo-Bunda Kayla.
saya saat ini periksa kandungan ke dr. Anwar Hasyim jd aku pgen share sm bunda trims ya sebelumnya.
riliarully
7 September 2011 at 09:48
Salam kenal juga Bunda Kayla.
Udah aku add ya fb nya Bun. wah sama dr. Anwar juga ya?
Semoga lancar ya Bun & insyaallah bisa normal ya.
Apapun itu semoga yang terbaik dan sehat semuanya
Makasi ya Bun sudah mampir.
vina
1 November 2011 at 11:00
ass kak rilia rully salam kenal yaa
aku sedang hamil anak ke 3 ,riwayat sesar melahirkan anak ke 2 ,dan yg ke 3 ini dokter menyarankan untuk sesar lagi dengan alasan jarak sesar hanya 2 tahun dan takut merobek luka sesar yg lama.
saya sbnr nya ingin sekali melahirkan normal seperti anak yg pertama.mdh2an allah memudahkan proses melahirkan .amin
riliarully
8 November 2011 at 09:36
waalaikum salam mamVina
salam kenal juga ya
tetep semangat ya Mam
sorry baru sempat bales nih
wah selamat ya udah mau 3 nih. Sebenarnya bisa saja mam tapi semua kembali ke kondisi masing-masing ibu. jika memang kondisinya memungkinkan pasti ada jalan tp kalau tidak ya memang harus sesar lagi. Mungkin bisa dicoba konsultasi lagi ke dokter.
Atau bisa cek ke dokter lain untuk second opinion.
Apapun nanti jalannya untuk melahirkan mudah2an memang yang terbaik untuk kesehatan anak dan ibu.
insyaallah ada jalan
Linda
8 November 2011 at 12:59
Assalamualaikum, salam kenal mbak rilia
Postingan ini sangat bermanfaat sekali apalagi untuk bumil2 galau yg pengen lahiran normal setelah cesar (contohnya saya hehehe). Jd makin optimis setelah baca pengalaman mbak bisa lahir normal setelah cesar dgn jarak kurang dr 2thn. Saya juga banyak denger klo dokter anwar itu katanya TOP bgt!!! Tapi blm pernah coba periksa sm beliau. Skg sih katanya beliau hanya prakter di RS Anisa dan klinik pribadi (daerah perum tangerang). Pokoknya aku harus periksa dan konsul sm beliau. Doakan ya mbak
riliarully
10 November 2011 at 02:42
Wa’alaikum salam wr wb.
Salam kenal juga ya Mba Linda..wah asik nih dapet temen baru di Tangerang juga
Sekedar sharing aja kok Mba.
btw gmn udah konsul ke dr. Anwar? iya beliau kayanya skr hanya praktek di Anisa. Tapi ya emang extra sabar kl konsul ke dr. Anwar krn pasiennya buanyak..hehehe.
untuk di Tangerang aku belum tau dokter lainnya.
Semoga kehamilannya lancar ya Mba n bisa terkabul lahir normalnya. Apapun semoga yg terbaik,
Oh iya aku link ya blog nya
Rini
29 Desember 2011 at 06:01
Asslm,, slm knal_ sya Rn! Udh 2 m!ng9u sya hbs 0pras! Cesar anak pertma sya n bby sya mn!ng9al dlm perut,alsn cesar krn ar!2 ntp!n jlan_ sya sgt trharu dngar crta mba tdny sya prustas! N tkt kelak nt! Cesar lg v dngr crta mba sya smangt n yak!n sya past! Bsa lah!ran n0rmal, nta d0anya y mba n slm knal mkch udh bag!2 crta d0a!n sy jg b!ar bsa lah!ran n0rmal
riliarully
29 Desember 2011 at 16:31
Waalaikum salam..salam kenal juga ya Rini

Turut berduka cita juga. Insyaallah keinginannya terkabul ya, semoga..amin.
Ikut seneng kalau bisa lebih semangat ya..
Bismillah aja, yakin, tetek ikhtiar n pasrahkan sama Allah..insyaallah..amiiin
Makasi ya udah mampir
Rini
30 Desember 2011 at 05:24
Asslm.. Ktmu lg blh ser!ng lg_ syaratny pa lg y b!ar bsa lah!ran n0rmal n pkh hrz nung9u 2 th..? Cz sya n suam! Pgn bgt pnya cpt2 brhbung saran d0kter 2 th jd hrz nung9u, lw blh tw nm faceboknya p / nta n0 tlpnya cz sy pgn sering2 nanya sung9uh sya g! Bth tmen bgt tx ser!ng tntang lhran n0rmal stlah cesar lw mlalu! Tlp kn lbh enak, sya 0rg c!rebon n mba bsa kr!m n0 hp mba mlalu! Sms ken0′y sya / tlg kr!m n0′a y mb. N! N0′y 085295827921
Novita
13 Februari 2012 at 07:46
Dr. Anwar memang sudah terkenal ditangerang dan memang punya slogan anti caesar krena konon dia juga memiliki teknik memijat atau memutar posisi bayi apabila bayi tsb sungsang… dan Dr. Anwar ini juga yang membantu ibu saya melahirkan adik saya 22 th yang lalu di RS.Melati … dan waktu saya hamil kebetulan juga di periksa oleh beliau… approach for Dr.Anwar Hasyim SPog
riliarully
15 Februari 2012 at 10:38
Iya Mba, beliau sabar bimbing yang mau usaha untuk persalinan normal selama kondisi ibu dan janinnya sehat..tapi kalau benar2 sudah tidak bisa ya beliau mengambil tindakan sesar. Sesar tetap pilihan terakhir.
Sekarang belaiu udah sepuh banget. Semoga selalu sehat dan bisa lebih banyak membantu masyarakat